Skip to main content

Abaikan Himbauan Walikota, 18 PNS Diperiksa Isnpektorat

SURABAYA (Mediabidik) - Meskipun Walikota Surabaya Tri Risma Harini mewanti - wanti untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebelum dan sesudah liburan panjang dianjurkan untuk masuk kerja. Ironisnya himbauan tersebut tidak digubris oleh sejumlah PNS Pemkot Surabaya.

Berdasarkan informasi saat ini ada 18 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dipanggil oleh Inspektorat Kota Surabaya, untuk dimintai keterangan perihal tidak masuk kerja tanpa alasan.    

Kabag Humas Pemkot Surabaya M. Fikser menjelaskan, saat ini ada 18 PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan, sedang menjalani pemeriksaan di Inspektorat kota Surabaya, sedangkan untuk sanksinya nanti sesuai dengan tingkat kesalahan.  

"18 PNS saat ini, masih menjalani pemeriksaan di Inspektorat, yang nantinya akan dimintakan rekomendasi atau sanksi sesuai dengan tingkat kesalahan dari Wali Kota," ujar Kabag Humas Pemkot Surabaya, Selasa (2/1/2017).

Adapun rinciannya dari 18 PNS itu, masing masing ada 8 orang absen atau tidak masuk tanpa keterangan pada Jumat (22/12/2017) dan 10 orang lainnya tidak masuk pada Rabu (27/12/2017).

Fikser mengatakan, diketahuinya adanya18 pegawai itu dari hasil absensi menggunakan sidik jari atau fingerprint.

Diwaktu yang sama Kepala Inspektorat Kota Surabaya Sigit Sugiharsono membenarkan pemeriksaan 18 PNS yang membolos saat, libur panjang waktu hari natal yang lalu.

"Memang benar ada 18 orang pegawai PNS yang diperiksa, tapi saat ini masih dalam pemeriksaan Inspektorat Pembantu (Irban – Red) dan semua yang diperiksa masih belum disposisi ke saya,"tandas Sigit Sugiharsono Kepala Inspektorat Kota Surabaya

Comments

Popular posts from this blog

Hari Pahlawan 10 November

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt

Ucapan HUT Partai NasDem ke 10