Skip to main content

Posts

Atasi Persoalan Banjir, Eri Irawan : Perlunya Normalisasi Saluran, Pembangunan Fisik saja Tidak Cukup

SURABAYAIMediabidik.Com - Hujan deras yang mengguyur Surabaya beberapa waktu terakhir kembali menjadi pengingat bahwa persoalan banjir belum sepenuhnya selesai. Di sejumlah titik, genangan masih muncul akibat sedimentasi saluran, sampah yang menumpuk, hingga kapasitas drainase yang terus menurun. Di tengah kondisi itu, Pemerintah Kota Surabaya dan DPRD mulai menunjukkan satu arah pandang yang sama: pengendalian banjir tidak cukup hanya membangun infrastruktur baru, tetapi harus dibarengi perawatan drainase yang konsisten dan berkelanjutan. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, sebelumnya menegaskan bahwa persoalan banjir di kota besar tidak bisa hanya diselesaikan dengan proyek fisik semata. Menurutnya, keberhasilan pengendalian banjir justru sangat ditentukan oleh kedisiplinan menjaga saluran air, normalisasi berkala, serta keterlibatan seluruh elemen wilayah hingga tingkat kampung. Ia menilai sistem drainase yang baik akan kehilangan fungsi apabila tidak dir...
Recent posts

Ingin Daftar dan Lihat Harga Rusunami Milik Pemkot, Warga Bisa Akses di omahrakyat.dprkpp.web.id

SURABAYAIMediabidik.Com - Sebagai informasi, Rumah Susun di Tambak Wedi dan Ngagel merupakan Rumah Susun Milik/Flat dengan Kepemilikan Bangunan sampai dengan 80 Tahun diatas lahan Pemerintah Kota Surabaya dengan skema Leasehold (Dijual dengan Hak Sewa - SHMSRS diatas Lahan HGB diatas HPL) Deisy Puspitarini Kabid Perumahan dan Permukiman DPRKPP mengatakan, siapa yang berhak membeli rusunami ini!. Yang pertama warga Surabaya, kedua, dia sudah menikah, penghasilannya Rp 10 juta dan kemudian dia harus lolos BI Chek ing. Nah ini progressnya kita sedang mengumpulkan peminat ini siapa saja dan bisa di akses di website omahrakyat.dprkpp.web.id , terus kemudian disitu bisa dilihat harga jualnya, tipenya.  "Jadi kita paling murah dengan tipe 21 dengan harga Rp 190 juta, ada tipe 24 dan tipe 36 yang tipe 24 Rp 250 dan 36 sekitar Rp 370 jutaan nanti ada di website semua. Tapi yang paling murah di bawah Rp 200 ju...

Komisi B Beberkan Kecurangan Para Provider Kabel Optik

SURABAYAIMediabidik.Com– Kondisi kabel fiber optik yang menjuntai semrawut dan merusak pemandangan kota Surabaya ternyata dipicu oleh berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan penyedia jasa.  Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, H. Mohammad Faridz Afif, membeberkan fakta bahwa banyak provider yang bermain curang demi keuntungan sendiri.   "Fenomena yang kita temukan itu ada tiga. Pertama, izin atau masa sewanya sudah habis tapi tidak diperpanjang, tapi kabel tetap dinyalakan. Kedua, izin cuma dikasih 2.000 meter, tapi nekat dipasang sampai 4.000 meter. Ketiga, ada yang 'nunut' atau menumpang kabel milik orang lain tanpa izin," ungkap Faridz di ruang kerjanya, Kamis (7/5/2026).   Menurutnya, ketiga pelanggaran inilah yang membuat tumpukan kabel di tiang listrik semakin tebal, tinggi tidak standar, dan akhirnya merusak estetika kota. Padahal, lahan yang dipakai adalah aset Pemkot yang seharusnya dikelola ketat melalui BP...

Progres Rusunami Dalam Tahap Kerjasama dengan Perbankan dan Pengosongan Lahan

SURABAYAIMediabidik.Com - Program Rusunami (Rumah Susun Sederhana Milik) pemkot Surabaya yang diperuntukkan untuk kaum Gen Z saat ini masih tahap penjajakan Perbankan serta pengosongan lahan, dan sudah ada dua investor yang berminat melaksanakan pembangunan rumah susun 16 lantai tersebut.  Deisy Puspitarini Kabid Perumahan dan Permukiman DPRKPP kota Surabaya mengatakan, sebenarnya rusunami itu awalnya diperuntukkan untuk Gen Z, karena sekarang Gen Z jumlahnya cukup banyak dan membutuhkan rumah. Dan tidak menutup kemungkinan itu tidak hanya untuk Gen Z, yang jelas ini nanti untuk MBR. "MBR itu apa?, beda dengan MBR yang di kementerian sosial. Kalau di kementerian PKP, MBR itu adalah penghasilan di bawah Rp 8,5 juta untuk single, dan penghasilan Rp 10 juta untuk berkeluarga." ujar Deisy Puspitarini kepada media ini, Jum'at (8/6/2026).  Deisy menerangkan, tapi nanti ini siapa yang berhak membeli rusunami ini!. Yang pertama wa...

Pansus DPRD Surabaya Usulkan Normalisasi Drainase Gunakan Dakel

SURABAYAIMediabidik.Com - Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pengendalian Banjir DPRD Kota Surabaya mulai mematangkan penyusunan pasal-pasal dalam regulasi pengendalian banjir. Dalam rapat koordinasi yang digelar Kamis (7/5/2026), berbagai pandangan mengemuka, mulai dari penguatan normalisasi saluran, optimalisasi satgas kecamatan, hingga pengaturan penggunaan dana kelurahan untuk penanganan banjir. Rapat yang dipimpin Ketua Pansus Sukadar itu dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah, di antaranya Bappeda, Bapenda, BPKAD, BPBD, DSDABM, Bagian Hukum dan Kerja Sama, serta tenaga ahli hukum administrasi dari Universitas Narotama, Dr. Rusdianto Sesung SH MH. Dalam forum tersebut, Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, menyoroti pentingnya perubahan paradigma pengendalian banjir di Surabaya. “Pembangunan infrastruktur semata tidak akan mampu mengatasi persoalan banjir apabila tidak diiringi pola pemeliharaan yang ...

Pansus Pastikan Pengelolaan Air Limbah Domestik akan Diserahkan Sepenuhnya ke PAM Surya Sembada

SURABAYAIMediabidik.Com - Ketua Pansus Pengelolaan Air Limbah Domestik DPRD Surabaya, Baktiono, memastikan pengelolaan air limbah domestik Kota Surabaya akan diserahkan sepenuhnya kepada Perumda Air Minum (PAM) Surya Sembada. Keputusan itu diambil setelah pansus melakukan sinkronisasi dengan sejumlah OPD, mulai Bappedalitbang, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), hingga PAM Surya Sembada. Bahkan, Bagian Hukum Pemkot Surabaya juga sepakat bahwa PAM Surya Sembada menjadi satu-satunya BUMD yang berwenang. “PAM ini bukan perusahaan air minum seperti dulu. Sesuai Perda Nomor 1 Tahun 2025, salah satu kegiatan PAM Surya Sembada  adalah penyelenggaraan pengelolaan dan pelayanan air limbah,” ujar Baktiono usai rapat pansus, Rabu (6/5/2026). Lebih jauh, politisi senior PDI-P ini menjelaskan, keputusan ini mengacu pada kajian enam pakar yang pernah diundang pansus. Semua mengarah pada PAM Surya Sembada sebagai pengelola, bukan...

Program Breeding Loan Sepasang Komodo Tunggu Persetujuan Presiden

SURABAYAIMediabidik.Com - Perumda Kebun Binatang Surabaya (KBS) masih menunggu persetujuan Presiden Prabowo untuk program breeding loan sepasang komodo usia 8-12 ke IZoo, kebun binatang reptil terbesar di Jepang. Hal ini disampaikan Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Perumda KBS, Mohammad Nahroni.  Menurut dia, prosesnya masih panjang karena komodo termasuk satwa dilindungi yang izin pengirimannya harus melalui persetujuan Presiden. "Kita masih nunggu persetujuan dari Bapak Presiden. Setelah B2B (Business-to-Business) ditandatangani, kami ajukan kelengkapan surat ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, lalu ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) selanjutnya ke Presiden,”ujar Nahroni di Gedung DPRD Surabaya, Rabu (6/5/2026). Dia belum bisa memastikan kapan persetujuan keluar karena proses birokrasi cukup panjang. "Kalau sudah ada persetujuan, KBS langsung bisa mengirim,”t...