SURABAYAIMediabidik.Com - Di tengah hiruk-pikuk persiapan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, suasana kampung-kampung di Kota Pahlawan justru diwarnai kegelisahan baru. Bukan soal banjir, harga cabai, atau antrean minyak goreng, melainkan beredarnya poster digital bernuansa politik yang menampilkan sosok calon wali kota dan calon wakil wali kota Surabaya periode 2029–2034 (Rini Indriyani dan Fikser). Poster itu menyebar diam-diam melalui grup WhatsApp dan pesan dari nomor tak dikenal, seolah datang tanpa permisi ke ruang privat warga. Bagi sebagian masyarakat, kemunculan poster tersebut terasa janggal. Waktu pelaksanaan Pilwali masih jauh, namun atmosfer politik seakan dipaksa hadir lebih cepat di tengah kehidupan warga yang sedang berjibaku dengan persoalan ekonomi sehari-hari. Dari warung kopi hingga pos ronda, pembicaraan mengenai poster misterius itu mulai mengalir pelan, lalu berubah menjadi diskusi yang memantik rasa penasaran sekaligus kecemasan...
SURABAYAIMediabidik.Com - Komisi B DPRD Kota Surabaya mendesak penertiban 19 perusahaan provider yang menyewa titik di Surabaya. Lantaran, sebagian besar provider menunggak sewa dan kontrak perpanjangan tahun 2025 banyak yang belum dibayarkan. Desakan ini disampaikan anggota Komisi B DPRD Surabaya, Agoeng Prasodjo. Dia menyebut nilai tunggakan dalam satu tahun mencapai belasan miliar rupiah. Sebagai perbandingan, target pendapatan sewa tahunan biasanya sekitar Rp18-19 miliar. Namun hingga saat ini realisasinya baru sekitar Rp 2 miliar. "Seharusnya di awal Januari sewa setahun sudah dibayar. Ini hubungan simbiosis mutualis. Provider butuh titik untuk pelanggan, Pemkot juga butuh pendapatan. Karena itu kewajiban membayar sewa atas penggunaan aset milik daerah wajib dipenuhi," ujar Agoeng. Dia menegaskan Pemkot harus bersikap profesional. Jika masa kontrak habis dan tidak diperpanjang, provider harus diingatkan. Bila tetap...