Skip to main content

Posts

Nataliis Pigai : Saya Menemukan Missing Link Antara BGN dan Pemda

SURABAYAIMediabidik.Com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyoroti adanya “missing link” atau keterputusan koordinasi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Surabaya. Pernyataan itu disampaikan Pigai usai mengikuti rapat dengar pendapat bersama DPRD Surabaya, Pemerintah Kota Surabaya, Dinas Kesehatan, pihak sekolah, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga Badan Gizi Nasional (BGN), Rabu (13/5/2026). Dalam hearing tersebut, Pigai menilai persoalan dalam pelaksanaan MBG bukan hanya terletak pada dugaan kelalaian dapur SPPG, tetapi juga lemahnya tata kelola dan koordinasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. "Saya menemukan ada missing link. Tidak ada jembatan yang kuat antara Badan Gizi Nasional dengan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota,” kata Pigai. Menurutnya, selama ini pemerint...
Recent posts

Insiden 200 Siswa Surabaya Keracunan MBG, DPRD : Indikasi Pelanggaran HAM

SURABAYAIMediabidik.Com - Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait insiden dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya berlangsung panas di DPRD Surabaya, Selasa (13/5/2026). Rapat yang dihadiri Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai itu membahas kasus ratusan siswa di kawasan Tembok Dukuh yang mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi menu MBG. Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafi'i secara terbuka menyoroti lemahnya tata kelola program MBG dan menyebut peristiwa tersebut berpotensi masuk dalam kategori pelanggaran HAM. "Ini bukan sekadar kelalaian administratif. Negara bisa dianggap abai melindungi anak-anak kita. Kalau dikaitkan dengan hak dasar anak dan undang-undang pangan, ini menurut saya bisa dikaji sebagai indikasi pelanggaran HAM,” kata Imam Syafi'i dalam forum hearing. Menurutnya, negara memiliki kewajiban menghormati, melindungi, dan memenuhi hak dasar m...

Hutang Klien Membengkak Rio Dedy Heryawan cari Keadilan Wadul Dewan

SURABAYAIMediabidik.Com – Pengacara dari Kantor 'SKA’mengadukan persoalan hutang Sdr. Wiwik Indriyani yang berprofesi sebagai Dokter ke Komisi B DPRD Surabaya, Selasa (12/05/2026). Pasalnya, dalam proses hutang yang digunakan Sdr. Wiwiek untuk penelitian kesehatan membengkak dari Rp2,5 miliar menjadi Rp4,5 miliar akibat Cessie secara diam-diam dari PT Indosurya Inti Finance ke PT Ventur Internusa Properian. Cassie adalah proses pengalihan piutang dari kreditur lama ke kreditur baru. Usai hearing, Advokat Rio Dedy Heryawan SH.MH kepada wartawan mengatakan, jadi kita ini sebenarnya memohon untuk mendapatkan keadilan, memohon kepada Komisi B supaya difasilitasi untuk dipertemukan dengan pihak-pihak yang teradu "Agar dipanggil di sini untuk mencari solusi terkait pinjaman yang dibuat pada tahun 2019, karena pada saat itu kan ada COVID 19 harusnya ada restrukturisasi utang dari klien kami, ini malah nambah utang pokokny...

Warga Simo Gunung Kramat Resah, Muncul Pasangan Calon Walikota 2029-2034 Tetsebar di Grup WA RT

SURABAYAIMediabidik.Com - Di tengah hiruk-pikuk persiapan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, suasana kampung-kampung di Kota Pahlawan justru diwarnai kegelisahan baru. Bukan soal banjir, harga cabai, atau antrean minyak goreng, melainkan beredarnya poster digital bernuansa politik yang menampilkan sosok calon wali kota dan calon wakil wali kota Surabaya periode 2029–2034 (Rini Indriyani dan Fikser). Poster itu menyebar diam-diam melalui grup WhatsApp dan pesan dari nomor tak dikenal, seolah datang tanpa permisi ke ruang privat warga. Bagi sebagian masyarakat, kemunculan poster tersebut terasa janggal. Waktu pelaksanaan Pilwali masih jauh, namun atmosfer politik seakan dipaksa hadir lebih cepat di tengah kehidupan warga yang sedang berjibaku dengan persoalan ekonomi sehari-hari. Dari warung kopi hingga pos ronda, pembicaraan mengenai poster misterius itu mulai mengalir pelan, lalu berubah menjadi diskusi yang memantik rasa penasaran sekaligus kecemasan...

DPRD Surabaya Desak Pemkot Tindak Tegas 26 Provider yang Nunggak Bayar Sewa

SURABAYAIMediabidik.Com - Komisi B DPRD Kota Surabaya mendesak penertiban 19 perusahaan provider yang menyewa titik di Surabaya. Lantaran, sebagian besar provider menunggak sewa dan kontrak perpanjangan tahun 2025 banyak yang belum dibayarkan. Desakan ini disampaikan anggota Komisi B DPRD Surabaya, Agoeng Prasodjo. Dia menyebut nilai tunggakan dalam satu tahun mencapai belasan miliar rupiah. Sebagai perbandingan, target pendapatan sewa tahunan biasanya sekitar Rp18-19 miliar. Namun hingga saat ini realisasinya baru sekitar Rp 2 miliar. "Seharusnya di awal Januari sewa setahun sudah dibayar. Ini hubungan simbiosis mutualis. Provider butuh titik untuk pelanggan, Pemkot juga butuh pendapatan. Karena itu kewajiban membayar sewa atas penggunaan aset milik daerah wajib dipenuhi," ujar Agoeng. Dia menegaskan Pemkot harus bersikap profesional. Jika masa kontrak habis dan tidak diperpanjang, provider harus diingatkan. Bila tetap...

Selaraskan Ritme Kerja dan Kuota, DPRD Surabaya Kurangi ndangan Reses  

SURABAYAIMediabidik.Com - Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kota Surabaya menggelar rapat koordinasi bersama pimpinan, ketua komisi, dan ketua fraksi untuk menyelaraskan ritme kerja dewan, Senin (11/5/2026). Pembahasan meliputi jadwal Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), pembentukan pansus berbasis tupoksi, hingga persiapan reses anggota dewan. Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri ketika dikonfirmasi menyampaikan, rapat ini penting agar setiap komisi memiliki pemahaman dan fokus di bidang masing-masing. Selain itu, penjadwalan reses juga menjadi agenda utama. "Juni-Juli ini sudah masuk masa persiapan LKPJ, APBD, dan MPAK. Jadi ritmenya harus diatur agar tidak mengganggu administrasi,”ujar dia. Terkait reses, lanjut Syaifuddin Zuhri, DPRD memutuskan mengurangi jumlah undangan dari 250 menjadi 200 orang per titik. Kebijakan ini sudah diputuskan dalam rapat paripurna, Rabu (6/5/2026), dengan alasan cuaca yang tidak menentu ...

Atasi Persoalan Banjir, Eri Irawan : Perlunya Normalisasi Saluran, Pembangunan Fisik saja Tidak Cukup

SURABAYAIMediabidik.Com - Hujan deras yang mengguyur Surabaya beberapa waktu terakhir kembali menjadi pengingat bahwa persoalan banjir belum sepenuhnya selesai. Di sejumlah titik, genangan masih muncul akibat sedimentasi saluran, sampah yang menumpuk, hingga kapasitas drainase yang terus menurun. Di tengah kondisi itu, Pemerintah Kota Surabaya dan DPRD mulai menunjukkan satu arah pandang yang sama: pengendalian banjir tidak cukup hanya membangun infrastruktur baru, tetapi harus dibarengi perawatan drainase yang konsisten dan berkelanjutan. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, sebelumnya menegaskan bahwa persoalan banjir di kota besar tidak bisa hanya diselesaikan dengan proyek fisik semata. Menurutnya, keberhasilan pengendalian banjir justru sangat ditentukan oleh kedisiplinan menjaga saluran air, normalisasi berkala, serta keterlibatan seluruh elemen wilayah hingga tingkat kampung. Ia menilai sistem drainase yang baik akan kehilangan fungsi apabila tidak dir...