Skip to main content

Gus Ipul Minta PATELKI Berperan Dalam Selesaikan Masalah Kesehatan

SURABAYA (Mediabidik) - Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berharap agar para analis kesehatan menjadi pintu masuk melihat fenomena kesehatan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Apalagi, profesi mereka yang dinilanya sangat penting itu mampu mendeteksi kecenderungan penyakit untuk segera dilakukan langkah pencegahan. 

Hal tersebut disampaikan Gus Ipul saat membuka Seminar Ilmiah Menuju Mutu Layanan dan Hasil Berkualitas di Era Global, di Aula Lantai 7 Gedung Diagnostic Center RSUD dr Soetomo, Surabaya, Minggu 14 Januari 2018 pagi.

Guna mendukung peran analis kesehatan, Gus Ipul sapaan akrab Wagub Jatim itu menyampaikan perlunya sumber daya manusia yang berkualitas yang ditunjang dengan teknologi. Apalagi di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) seperti saat ini sudah berstandar internasional. 

Jika harapan itu bisa terwujud, menurut Gus Ipul, bisa mendukung program pemerintah untuk langkah promotif maupun preventif kesehatan. 

"Langkah promotif preventif ini bisa dimulai dari temuan analis kesehatan, sehingga bisa mengambil keputusan antisipasinya," ujar Gus Ipul.

Untuk itu, Gus Ipul mengapresiasi Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (Patelki) yang terus berusaha meningkatkan keterampilan bagi anggota dan analis kesehatan di Jatim.

Ke depan, Gus Ipul menginginkan agar Patelki ikut ambil bagian dalam memajukan Jatim khususnya di bidang kesehatan. Yakni memberikan layanan yang tepat kepada masyarakat.

"Ingin Patelki ambil peran dalam menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat. Kalau masyarakat sehat, punya daya saing bagi Jatim," pungkasnya.

Seminar ilmiah yang diselenggarakan Dewan Pengurus Cabang Patelki Kota Surabaya ini diikuti pengurus DPC Patelki dan analis kesehatan se-Jatim.(rofik)

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Oknum Staf Kecamatan Dukuh Pakis Pungli KTP, KK dan Akte Kelahiran Rp 8.2 Juta

SURABAYA (Mediabidik) – Mahalnya biaya untuk pengurusan KTP, KK dan Akte Kelahiran, itulah yang terjadi di kecamatan Dukuh Pakis Surabaya yang dialami oleh Sri Wulansari warga asal Kediri. Hanya ingin pindah tempat menjadi warga Surabaya dia harus mengeluarkan biaya Rp 8.2 juta kepada oknum staf kecamatan Dukuh Pakis yang bernama Sugeng, hanya menulis nama, alamat, tempat tanggal lahir dan nama orang tua di kertas kosong dia sudah mendapatkan KTP dan KSK Surabaya tanpa harus membawa surat pindah tempat dari Dispenduk Capil Kediri. Hal itu disampaikan Andi kerabat dari Sri Wulandari saat ditemui di kantor Humas pemkot Surabaya, Selasa (5/12) mengatakan, hanya dengan menyerahkan nama, tempat tanggal lahir dan orang tua sudah dapat KTP dan KSK Surabaya. "Untuk data cabut bendel dari Dispenduk capil dari Kediri tidak perlu, cukup hanya mengisi data nama, tempat tanggal lahir dan nama orang tua, janjinya seminggu jadi, ternyata sebulan lebih baru jadi. Untuk pembua...