Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2014

DPRD Surabaya Lumpuh, Rekom DPP Untuk Ketua Dewan Belum Turun

  SURABAYA (Media Bidik) - Sebelum ada keputusan soal ketua difinitif DPRD Surabaya, praktis seluruh anggota fraksi di DPRD Surabaya hanya datang, absen, ngobrol, mondar-mandir dan pulang, karena memang tidak ada yang bisa diperbuat sebelum terbentuknya alat kelengkapan dewan. Hal ini diperparah kabar jika ada 3 DPP partai pemenang yakni PDIP, Demokrat dan Gerindra masih belum mengeluarkan SK terkait nama yang akan duduk dalam unsur ketua di DPRD Surabaya. Seluruh aftifitas dan kinerja dewan Surabaya periode 2014-2019 tetap ditentukan oleh status ketua DPRD yang kini masih di jabat oleh Armuji asal FPDIP sebagai pimpinan sementara, karena jika mengacu kepada UU maka hanya ketua difinitif yang bisa melaksanakan seluruh rangkaian persiapan pembentukan alat kelengkapan dewan. Tak heran jika dalam bulan Agustus 2014, seluruh anggota fraksi di DPRD Surabaya datang dan duduk tanpa aktifitas, bahkan sudah ada yang mengaku bosan dan resah karena mulai dipertanyakan kinerjanya ol

Satpol-PP Surabaya Terus Razia Tempat RHU

SURABAYA (Media Bidik) – Dalam rangka antisipasi warga pendatang serta penyebaran PSK di wilayah kota Surabaya akibat penutupan sejumlah lokalisasi, Satpol PP Kota Surabaya kembali melakukan razia ke sejumlah tempat hiburan (RHU). Kali ini sasarannya adalah Cafe Heaven, May Way dan Poppy yang diketahui padat pengunjung di setiap malamnya. Sabtu (29/8/14) pukul 23.35.wib Dikatakan  Joko Wiyono Kasi Operasional Satpol-PP Surabaya bahwa razia Yustisi menuju ke sejumlah tempat hiburan malam seperti Cafe Heaven, May Way dan Poppy yang berada di Jl Tidar Surabaya dengan tujuan antisipasi warga pendatang baru di Surabaya (Urbanisasi) pasca lebaran. "Urbanisasi ini otomatis menjadi tanggung jawab Pemkot,agar warga pendatang baru tidak semuanya datang ke surabaya,"Ujarnya Habis merazia CafĂ© Heaven, rombongan petugas bergeser ke Cafe May Way Club dan hasil pantauan media ini dilokasi, salah satu anggota Satpol-PP wanita sempat beradu mulut dengan wanita yang menolak saat di

Surabaya Dikuasai Tower Bodong Milik Protelindo

SURABAYA (Media Bidik)   – Walaupun sudah di terbitkannya Perda Nomer 5 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Menara Telekomunikasi Bersama, yang bertujuan untuk penataan seluruh menara telekomunikasi yang ada dikota surabaya, agar setiap penyedia jasa menara telekomunikasi harus memperhatikan aspek tata ruang kota serta menjamin keamanan, kenyamanan dan keselamatan bagi masyarakat serta melengkapi semua persyaratan perijinan pendirian menara telekomunikasi, seperti yang telah diatur dalam Perda Nomer 5 Tahun 2013, diantaranya ijin Cell plan dari Diskominfo, Ijin IMB dari DCKTR, ijin UKL – UPL dari BLH dan rekomendasi (Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan) KKOP dari Dishub kota Surabaya. Berdasarkan data serta pantauan dilapangan ditemukan puluhan tower liar yang tidak berijin milik PT Protelindo yang baru berdiri sejak bulan Maret sampai bulan Juli, dengan ketinggian antara 6 – 40 meter di beberapa lokasi yang ada di surabaya salah satunya yang ber

Anggota Dewan Baru Dipastikan Tidak Dapat Mobil Dinas

SURABAYA (Media Bidik) – Pimpinan maupun anggota DPRD Surabaya periode 2014-2019 dipastikan tidak akan mendapatkan fasilitas mobil dinas (mobdin) baru. Ha itu setelah pemerintah kota memastikan tidak ada pengadaan mobil dinas (mobdin) baru. Sekretaris Kota (Sekkota) Hendro Gunawan menuturkan, pemkot memiliki alasan kenapa tidak ada pengadaan mobil dinas baru. Salah satunya, mobdin yang digunakan anggota dewan periode sebelumnya masih tergolong baru, yaitu sekitar tahun 2009. "Tidak ada kendaraan baru, karena kendaraan yang ada masih bagus. Jadi saya kira masih bisa digunakan," ujar Sekretaris Kota (Sekkota) Surabaya, Hendro Gunawan. Masih menurut Hendro,"Sama seperti yang dipakai di lingkungan pejabat pemerintah kota. untuk jenis yang digunakan anggota dewan dengan demikian, anggota legislatif tidak bisa mengajukan jenis kendaraan seperti yang mereka inginkan,"Pemkot Surabaya pada tahun anggaran 2015 tidak mengalokasikan anggaran untuk

Tambah Ragam Bahasa Asing, Siap Hadapi MEA 2015

SURABAYA (Media Bidik) - Empat remaja asik bercengkrama dalam posisi duduk melingkar pada meja bundar. Seorang wanita yang tampak lebih dewasa memperhatikan topik pembicaraan sambil sesekali ikut nimbrung . Sekilas, tidak ada yang spesial dari peristiwa tersebut. Namun, bila diperhatikan, ternyata mereka tidak bertutur dengan Bahasa Indonesia, melainkan bahasa Mandarin. Pemandangan semacam itu memang lazim dijumpai di Rumah Bahasa. Suatu kondisi dimana setiap individu berkomunikasi satu sama lain dengan bahasa asing. Bukan bermaksud tidak nasionalis, karena menggunakan bahasa non-Indonesia. Namun, lebih kepada semangat ingin belajar dan maju. Mengingat semakin dekatnya era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015 mendatang, maka penguasaan bahasa asing dipandang sangat penting. Sebab, jika tidak ada kesadaran untuk meng- upgrade diri, bukan tidak mungkin bangsa ini akan semakin tertinggal. Apalagi, saat MEA resmi diberlakukan, batasan antar negara akan semakin ti

Biaya Kunker Anggota Dewan Dipangkas

SURABAYA (Media Bidik) - Anggota DPRD Surabaya periode 2014-2019 ternyata tak seberuntunga anggota dewan sebelumnya karena aturan Permendagri no 37 tahun 2014 tentang tata cara penyusunan APBD akan diberlakukan per Januari 2015 yang salah satu poinnya mengurangi anggaran untuk biaya kunjungan kerja (kunker) setiap anggota dewan. Kondisi ini tentu akan memberikan perubahan tersendiri terhadap suasana kinerja anggota dewan karena tidak bisa lagi bisa menikmati sisa anggaran kunker seperti periode sebelumnya. Kondisi ini tentu akan membuat suasana berubah di lingkungan DPRD Surabaya dan bukan tidak mungkin aka ada upaya untuk membuka celah baru agat bisa kembali menggunanakan dana APBD yang berimbas kepada pemasukan pribadi masing-masing anggota dewan. Wacana kondisi anggota dewan ini diamini Reni Astuti anggota FPKS yang mengatakan bahwa kedepan tidak bisa lagi menjadik kunker sebagai kegiatan favorit. Namun demikian Reni optimis bahwa dengan situasi dan kon

Jembatan Suramadu Terancam Roboh

SURABAYA (Media Bidik)  – Jembatan Suramadu adalah jembatan yang melintasi selat Madura, merupakan jembatan nasional penghubung antara pulau Jawa(Surabaya) dan Madura(Bangkalan) dengan 5,438 meter, jembatan ini merupakan jembatan terpanjang satu-satunya di Indonesia yang terdiri dari tiga bagian yaitu jalan layang (Cause way), jembatan penghubung (approach brigde) dan jembatan utama (main brigde) yang menghabiskan dana sebesar Rp 4,5 Trilliun, dianggarkan dari dana APBN Pusat dan di resmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 10/6/2009 lalu. Jembatan nasional Suramadu yang diperkiraan bertahan sampai usia 100 tahun tersebut, tidak lama lagi akan roboh, pasalnya sebelah sisi timur kaki jembatan Suramadu terjadi penambangan pasir secara besar-besaran dilakukan oleh PT Gora Gahana, sejak tahun 2012 lalu hingga sekarang dengan luas area penambangan 5010 Ha dengan kedalaman 12 meter dari permukaan dasar laut. Padahal kegiatan penambangan pasir t

Gambar Dutch Wife Boneka Seks Sangat Mirip Manusia

UNIK - Boneka Seks dibuat untuk membantu orang orang yang mengalami kesusahan dalam berhubungan badan atau memang sebagian orang menganggap bahwa boneka untuk alat bantu seks tersebut bersih dan bebas dari penyakit. Boneka seks yang diberi nama Dutch Wife ini sangat populer di Jepang, karena sangat mirip seperti manusia hidup. Sebuah perusahaan pembuat boneka seks di Jepang telah berinovasi menciptakan boneka pemuas nafsu syahwat seperti layaknya manusia hidup. Kulit boneka dibuat tampak asli dan jari-jari boneka bisa bergerak. Produsen boneka seks itu adalah Orient Industry. Menurut perusahaan itu, boneka seks inovasi terbaru mereka dibuat untuk memenuhi kebutuhan biologis kaum Adam. Di mana, rambut, mata dan kulit dibuat mirip manusia asli. Kendati demikian, boneka tersebut dibuat dari bahan baku karet. Perusahaan itu bahkan telah siap mengirim boneka bagi pemesan dalam hitungan hari. Menurut pihak Orient Industry, boneka inovasi mereka terbuat dari sil

6 Bisnis yang Cocok Bagi Mahasiswa

Sibuk menimba ilmu di bangku kuliah, bukan berarti tidak bisa membuat mahasiswa melakukan kegiatan lain. Bahkan menurut perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi, Mike Rini, setiap mahasiswa berpeluang menghasilkan uang sendiri. Asalkan jeli melihat kesempatan dan konsisten dalam menjalaninya. Sehingga si pelajar tak perlu lagi menunggu kiriman orang tua untuk membayar kuliah atau uang jajan. "Langkah pertama sebelum mahasiswa memulai bisnis adalah menentukan jenis usaha yang tepat," kata Mike kepada Plasadana.com untuk Yahoo Indonesia, Jumat, 15 Agustus 2014. Sebab ada dua risiko yang mungkin menerpa si mahasiswa: rugi dan putus kuliah. "Sebaiknya bisnis yang dijalani memang sudah dikenali, supaya tidak memulai dari nol." Berikut beberapa jenis usaha yang bisa jadi alternatif bagi mahasiswa: 1. Jasa bimbingan belajar Menurut Mike, berbisnis tidak selalu dimaknai menjual barang. Memberikan layanan juga bisa menjadi pilihan. Karena

Singapura Ingin Bangun Kerjasama Dengan Surabaya

SURABAYA (Media Bidik) -Surabaya merupakan kota dengan segudang prestasi selalu mendapatkan perhatian Negara tetangga. Jika sebelumnya Negara Malaysia pernah berkunjung ke Surabaya. Kamis (21/8), Pemkot Surabaya menerima kunjungan dari Negara Singapura. Kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri Singapura, Mr Masagos Zulkifli didampingi Duta Besar Singapura untuk Indonesia Mr Anil Kumar Nayar beserta staf kementerian luar negeri. Diterima langsung oleh Wakil Walikota Surabaya, Wisnu Sakti Buana.  Memang selama ini belum ada hubungan kerjasama resmi antara Singapura dan pemerintah daerah di Indonesia. Kerjasama yang sudah terjalin baru dengan pemerintah pusat. Hal itu disampaikan Massagos Zulkifli didepan wakil walikota Surabaya di ruang sidang. Menurutnya selama ini juga Singapura dan Surabaya sudah pernah menjalin kerjasama non informal.  "Kami berkunjung ke Surabaya tidak hanya dalam rangka silaturahmi melainkan saling tukar menukar informasi dengan pemkot S

Lahan Parkir Ubaya Panjang Jiwo Digugat Warga

SURABAYA(Media Bidik) - Surabaya- Persoalan masalah tanah di surabaya, sepertinya tidak ada habisnya. Terbaru, warga Panjang Jiwo, kecamatan Tenggilis Mejoyo, mempersoalkan lahan parkir di Kampus Universitas Surabaya (Ubaya). Lurah Panjang Jiwo, Saril saat dikonfirmasi mengatakan," Tanah yang saat ini dijadikan lahan parkir Ubaya masih tercantum dalam buku tanah. Mengingat ahli warisnya, Halil, tidak pernah melakukan transaksi jual beli tanah tersebut, Yang membuat saya saya heran tanah tersebut katanya sudah disertifikatkan atas nama Ubaya,"ungkap Saril, saat heraing dengan Komisi A (hukum dan pemerintahan), Kamis (21/8/2014). Mendapat keterangan dari kelurahan, Kasub Sengketa dan Perkara, badan pertanahan nasional (BPN) Surabaya II, Budi menjelaskan," Keluarnya sertifikat atas nama Ubaya itu bukan daftar pertama tapi perubahan, awalnya memang bukan atas nama PP. Ubaya," ucap Budi.     Oleh karena itu, ia meminta agar pihak kelura

Sekda dan Kepala Bakesbang Linmas Minta Kasus Penganiayaan di Usut Tuntas

SURABAYA (Media Bidik) – Harapan agar segera diusut tuntas kasus penganiayaan sepuluh anggota Satpol PP kota Surabaya terhadap dua anggota Linmas kota Surabaya yang bernama Taufik Fatkhurohman dan Yuda Setiawan warga Buduran Sidoarjo dan Bulak Banteng Surabaya sehingga mengalami luka memar yang cukup serius, pada saat bertugas melakukan pengamanan pertandingan futsal antar SKPD Pemkot Surabaya di dalam arena futsal Mangga Dua Surabaya pada Jumat (15/8) lalu, mereka berharap agar Kapolsek Wonokromo Suryo Hapsoro berani menindak tegas serta menangkap pelaku penganiayaan terhadap dua anggota mereka. Seperti yang diungkapkan oleh Agus Purnomo Kabid Linmas kota Surabaya saat dikonfirmasi pada hari Rabu (20/8),"Setelah kejadian tersebut kita langsung berkordinasi dengan pimpinan dan Sekda beliau sangat mendukung agar kasus tersebut tetap berlanjut dan berjalan sesuai dengan proses hukum yang berlaku, agar itu bisa menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tidak b

KPK Periksa Sejumlah SKPD Pemkot Surabaya Terkait Pembangunan Pasar Turi

SURABAYA (Media Bidik) - Setelah dipaksa harus melunasi pembayaran untuk stan di bangunan pasar Turi baru yang milik PT Gala Bumi Perkasa sebagai investor, nasib pedagang eks kebakaran tetap saja belum jelas nasibnya karena ternyata bangunan yang dijanjikan tak kunjung selesai sesuai jadwal, kini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah membidik sejumlah SKPD terkait di Pemkot Surabaya terkait dana 1,4 triliun yang diperoleh dari pedagang untuk pelunasan pembayaran sejumlah stan di bangunan pasar turi baru yang dibangun oleh PT Gala Bumi Perkasa sebagai investor. Menurut Abdul Sukur ketua kelompok pedagang pasar turi (KOMPAG), seluruh pedagang telah bersusah payah berusaha melunasi kewajiban pembayaran untuk stan yang akan ditempati, karena jika tidak maka terancam akan kehilangan haknya, namun tidak di barengi dengan penyelesaian bangunan yang dijanjikan. "Nggak tau uang itu darimana, tetapi buktinya seluruh pedagang telah meluna

Cross Culture Festival Kembali Digelar di Surabaya

SURABAYA (Media Bidik) - Cross Culture Festival (CCF) atau Festival Seni Lintas Budaya memasuki tahun ke-10. Dalam penyelenggaraan tahun ini, tema yang diusung yakni " Bersatu dalam Keragaman Budaya Indonesia " Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Wiwiek Widayati menjelaskan, CCF akan digelar pada 28 s/d 30 Agustus 2014. Lokasi acara akan difokuskan pada dua titik, yaitu Gedung Balai Budaya Surabaya dan G Walk Citra Raya Surabaya. Pentas seni CCF akan disemarakkan oleh penampilan dari delegasi Busan-Korsel, Singapura, India, dan Guangzhou-Tiongkok. Sementara penampil dalam negeri meliputi Sumatera Barat, Sulawesi Tengah, Bangka Belitung, Sulawesi Selatan, D.I. Aceh, dan Jawa Tengah. Wiwiek menyebut, CCF merupakan sebuah pertunjukan seni yang mempertemukan keragaman corak budaya lokal dari berbagai daerah di Indonesia serta tampilan seni dari mancanegara. "Event ini sudah menjadi agenda rutin tahunan di Surabaya. Kami berharap, Su

Tri Rismaharini, Nominator Walikota Terbaik Dunia Versi WMP

SURABAYA (Media Bidik) - Publik Surabaya patut berbangga. Pasalnya, Walikota Tri Rismaharini masuk dalam 26 kandidat walikota terbaik dunia 2014 versi World Mayor Prize (WMP). Dalam fase final, Risma –sapaan Tri Rismaharini- sekaligus menjadi satu-satunya wakil Indonesia pada ajang penghargaan yang rutin digelar dua tahun sekali ini. City Mayor merupakan yayasan non-komersial yang didirikan pada 2003 dengan tujuan mendukung, mendorong, serta memfasilitasi pemerintah daerah di seluruh dunia dalam penerapan sistem pemerintahan yang baik. WMP pertama kali dianugerahkan pada 2004. Saat itu, penghargaan diberikan setahun sekali, hingga pada 2006 City Mayor memutuskan mengubah periode pemberian penghargaan menjadi dua tahunan. Kini, 26 walikota terbaik dari berbagai belahan dunia dinominasikan sebagai kandidat penerima WMP. Adapun rincian finalis terdiri atas 4 walikota dari Amerika Utara, 4 walikota dari Amerika Latin, 9 walikota dari Eropa, 6 walikota

Pelaku Penganiayaan Masih Bebas Berkeliaran

SURABAYA (Media Bidik) – Ulah arogansi tujuh orang anggota Satpol kota Surabaya terhadap dua orang anggota Linmas kota Surabayan pada saat membantu pengamanan lomba futsal antar SKPD yang digelar oleh Dispora kota Surabaya dalam memperingati hari kemerdekaan RI ke 69 pada (15/8) Jumat lalu sehingga menyebabkan luka memar dibagian kepala korban, tapi anehnya sampai sekarang pelaku korban penganiayaan yang juga merupakan anggota Satpol PP Pemkot Surabaya masih bebas berkeliaran, padahal pelaku (Anggota Satpol PP) sudah jelas melakukan pelanggaran tindak pidana Pasal 355 KUHP dengan ancaman kurungan paling lama 12 tahun, padahal sejak kejadian itu kedua korban langsung laporan ke Polsek Wonokromo namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari Polsek terkait masalah tersebut. Anehnya Kasatpol PP kota Surabaya Irvan Widyanto saat dikonfirmasi pada (18/8) Senin, membantah kejadian tersebut dan menganggap tidak terjadi apa - apa antara anggota Satpol PP dan Linmas

Menhut Serahkan SK Izin LK KBS ke Walikota

SURABAYA (Media Bidik) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) kini bisa semakin optimal dalam pengelolaan KBS. Ini setelah izin lembaga konservasi (LK) yang sudah lama dinantikan, akhirnya turun. Kebun binatang yang menjadi salah satu ikon Surabaya ini telah mengantongi surat izin sebagai lembaga konservasi dari Kementerian Kehutanan. Surat keputusan (SK) Menteri Kehutanan RI Nomor: SK. 677/Menhut-II/2014 tentang pemberian izin sebagai lembaga konservasi untuk kebun binatang kepada Perusahaan Daerah Taman Satwa KBS Surabaya di Jawa Timur tersebut diberikan langsung oleh Menteri Kehutanan (Menhut), Zulkifli Hasan kepada Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, di Kebun Binatang Surabaya (KBS), Senin (18/8) pagi.  Menhut tiba di KBS tepat pukul 08.00 WIB dengan didampingi beberapa pejabat dari Kementrian Kehutanan. Seremoni serah terima SK izin LK yang berlangsung secara sederhana

41 Ribu Anggota Linmas Akan dikerahkan Untuk Bentrok Dengan Satpol

SURABAYA (Media Bidik) – Buntut bentrokan antara Linmas dan Satpol yang terjadi pada Jumat (15/8) lalu di area futsal Mangga dua, yang berujung dendam diantara kedua anggota instansi penegak Perda Pemkot Surabaya, pasalnya dampak dari bentrokan tersebut dua anggota Linmas yang berinisial Y dan T mengalami luka memar yang cukup serius sehingga perlu perawatan medis dan visum serta dilaporkan ke Polsek Wonokromo dengan tuduhan pelanggaran Pasal 355 KUHP tentang penganiayaan berat dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun. Hal tersebut diungkapkan oleh dua anggota Linmas yang tidak mau disebutkan jati dirinya, juga mejadi saksi serta korban penganiayaan ulah arogan Satpol PP kota Surabaya mengatakan,"Kita sudah melaporkan masalah tersebut ke Polsek Wonokromo dan sudah ada dua anggota Satlpol yang ditahan, dan kita sudah sepakat tidak akan berdamai maupun mencabut laporan tersebut, walaupun ada permintaan dari Kasatpol PP untuk mencabut laporan, sebelum dapa

Ratusan Warga Pendatang Ikuti Sidang Yustisi Kependudukan

SURABAYA (Media Bidik) – Ratusan warga pendatang yang tinggal di kawasan Surabaya Pusat dan tidak memiliki Kartu Identitas Penduduk Musiman (Kipem), terjaring operasi yustisi yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP Kota Surabaya), Kamis (14/8). Mereka kemudian mengikuti sidang yustisi kependudukan yang digelar di Balai Kota Surabaya, Kamis (14/8) siang.   Warga pendatang yang kebanyakan berprofesi sebagai pedagang dan pekerja ini hanya bisa menjawab "belum tahu" ketika Hakim Ketua, Anne Rusiana SH dari Pengadilan Negeri Surabaya, mencecar mereka dengan pertanyaan "bapak dan ibu sudah tahu apa kesalahannya sehingga disidang di sini". Ada satu dua warga yang sempat ngeyel dengan mengatakan dirinya memiliki KTP tetapi mengapa tetap terjaring razia. Ada pula yang mengatakan belum tahu adanya aturan yang mewajibkan warga pendatang yang tinggal di Surabaya minimal tiga bulan harus memiliki Kipem. "Ibu memang punya KTP, tapi itu