Skip to main content

Komisi C Desak Pemkot Segera Realisasikan Pembangunan JLLB

SURABAYA (Mediabidik) - Komisi C DPRD Surabaya memanggil SKPD Pemkot Surabaya untuk hearing (dengar pendapat) terkait keluhan masyarakat Surabaya di wilayah barat perihal dampak penyelenggaraan kegiatan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).
Hadir dalam hearing, Dinas Pemuda dan Olah Raga, Dinas PU Bina Marga dan Pematusan, Dinas Perkim dan CKTR, Dinas pengelolaan Bangunan dan Tanah, serta Bappeko Surabaya.

Saifudin Zuhri Ketua Komisi C DPRD Surabaya sebagai pimpinan rapat mempertanyakan soal keseriusan realisasi proyek Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB) yang DED nya telah selesai sejak tahun 2014.
"Kami memandang Pemkot belum serius soal JLLB, padahal realisasi proyek ini sangat ditunggu karena berdampak positip terhadap aktifitas kehidupan dan perekonomian masyarakat wilayah Surabaya barat," ucapnya sesaat seusai hearing, Kamis (21/12).

Dari jawaban beberapa perwakilan SKPD terkait, politisi PDIP ini mengaku pesimis proyek JLLB bisa terealisasi dalam waktu dekat, karena menurutnya hanya menjadi wacana dan harapan yang tidak jelas ujungnya.

"JLLB ini digagas dan telah diselesaikan perencanaannya sejak tahun 2014, bahkan kala itu ada wacana bakal terealisasi dalam waktu dua tahun, harusnya tahun 2016 sudah tuntas, tapi sekarang ini sudah akan menginjak tahun 2018, yang dibebaskan baru sekitar 140, artinya masih ada 110 persil yang belum dibebaskan," tandasnya.

Untuk itu Komisi C DPRD Surabaya mendesak kepada Pemkot melalui beberapa SKPD terkait untuk segera membuat program jangka pendek sebelum proyek JLLB terealisasi agar persoalan sosial di sekitar stadion GBT bisa diatasi.

Terpisah, Afgani Wardhana Kadispora Surabaya mengatakan jika pihaknya hanya diberikan wewenang untuk mengelola stadion GBT, oleh karenanya untuk usulan penambahan akses atau pembangunan sarana dan prasarana penunjangnya masih harus dikoordinasikan dengan SKPD lain.

Namun dia sepakat jika persoalan sosial yang ditimbulkan oleh penyelenggaraan kegiatan di stadion GBT harus dicarikan solusi sesegera mungkin, karena menyangkut kepentingan masyarakat Surabaya di wilayah barat.
"Secara prinsip kami sangat sepakat, namun sesuai dengan kewenangan kami, harus dikoordinasikan dulu dengan beberapa SKPD lain yang terkait, artinya kami tidak bisa bergerak sendiri," terangnya.

Berikut adalah resume rapat dengar pendapat di ruang Komsi C DPRD Surabaya,:
Bappeko dan dinas lain terutama Dinas PU Bina Marga dan Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah harus mampu memberikan laporan secara detail tentang identifikasi pemilik dan ruas tanah yang akan dilalui JLLB, baik swasta maupun pribadi ke Komisi C dalam kaitannya progress tindaklanjut pelaksanaan JLLB.

Pemkot Surabaya harus mampu untuk mencari alternatif penyelesaian jalan tembus, khususnya di Jl Singapura untuk menjadi jalan dua arah serta mampu memaksimalkan lahan BTKD untuk digunakan lahan parkir sebagai penunjang stadion GBT, dalam watu 2 minggu kedepan.(pan) 

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh

Tahun Depan, RS BDH Dilengkapi Fasiltas Medician Nuklir

SURABAYA (Mediabidik) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mematangkan desain dan konsep fasilitas kedokteran nuklir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bhakti Dharma Husada (BDH). Bahkan, pemkot sudah menargetkan tahun 2020 nanti, rumah sakit itu sudah dilengkapi fasilitas tersebut. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan menurut data selama ini, pasien-pasien yang membutuhkan penanganan selalu keluar kota, terutama pasien penyakit kanker. Sebab, di Surabaya hanya ada di RSU Dr Soetomo. Makanya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta Dinkes untuk menyediakan fasilitas kedokteran nuklir ini demi warga Kota Surabaya. "Itu lah mengapa kita buat kedokteran nuklir ini, supaya warga Surabaya tidak perlu keluar kota untuk mendapatkan pelayanan ini," kata kata Feni-sapaan Febria Rachmanita saat jumpa pers di kantor Humas Pemkot Surabaya, Rabu (23/10/2019). Menurut Feni, jumlah pederita penyakit kanker payu darah tahun 2018 mencapai 5.63

Dampak Cuaca Ekstrem, Dewan Desak Pemkot Monitoring Seluruh Papan Reklame

Mediabidik.com - Anggota Komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni meminta kepada tim reklame pemkot Surabaya, supaya melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keberadaan seluruh papan reklame di Surabaya. Monitoring dan evaluasi itu penting dilakukan untuk mengantisipasi papan reklame yang roboh akibat cuaca ekstrem. "Monitoring itu untuk mengetahui papan reklame yang tidak berijin atau masa berlaku ijinnya sudah habis" jelasnya disela acara pertemuan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Surabaya di gedung baru DPRD Surabaya, Selasa (07/01/2020). Thoni menegaskan Satpol PP harus tegas melakukan penertiban terhadap papan reklame yang ilegal itu. "Kami mendesak Satpol PP potong reklame ilegal. Kami banyak menerima informasi masyarakat akan keberadaan papan reklame yang tidak berijin" tegasnya. Pria yang juga menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar ini menekankan, kalau penertiban itu perlu dilakukan, pasca peristiwa pohon tumbang yang mengakibatkan 2 korban meni