Skip to main content

Awey : Pemkot Harusnya Bangun Rusunami Bukan Rusunawa

SURABAYA (Mediabidik) – Pentingnya peran serta pemerintah kota (pemkot) dalam penataan dan pembangunan kota Surabaya khususnya dalam hal pembangunan pemukiman bagi warga Surabaya, agar warga Surabaya bisa menjadi tuan dan nyonya di kota sendiri.

Anggota Komisi C (Pembangunan) Vicensius Awey mengatakan," Kalau kita biarkan mekanisme apsar itu berjalan, sampai kapan pun yang kasihan adalah anak cucu kita, buat saya mungkin sudah saya siapkan untuk anak saya. Tapi buat yang lain, yang punya satu rumah tinggal, bagaimana anak cucunya, ahkirnya mereka tidak bisa menempati Surabaya mereka hanya bisa menempati pinggiran, ketika mereka harus mencari nafka di Surabaya, mereka perlu biaya transportasi yang cukup besar. Akibatnya apa, biaya operation cosh transportasi sehari-hari menjadi tidak tekor lagi, maka pemerintah untuk ketahanan pangan dan sandang itu tidak cukup, tapi papan dan ini peran pemerintah untuk pengadaan rumah, harusnya yang dipikirkan pemerintah kota harusnya membangun rusunami bukan rusunawa,"terang Awey, Rabu (8/3).

Awey menambahkan,"Kalau rusunawa selamanya kalian jadi anak kos terus, kalau rusunami itu pilihan yang cerdas. Kenapa harus rusunami, supaya kalian punya kepemilikan, kalian punya masa depan, istri kalian jadi tenang, ketika suami memiliki satu rumah, dia mikir ketika suamiku harus pulang ke Khalid setidak-tidaknya aku sama anak tidak lagi kehujanan. Jadi, wanita itu lebih senang kalau punya rumah sendiri,"paparnya.

Lanjut Awey," Kenapa harus membangun Rusanami bukan Landit House (rumah tapak), itu tidak mungkin karena rumah tapak itu sudah sangat mahal untuk kota di metropolitan, maka harus dibangun vertical dengan harga satu rumah Rp 150 juta, itu sudah harga ideal untuk ditengah kota. Persoalannya adalah pemkot belum mampu menyediakan lahan ini, pengembang tidak mampu, sehingga memaksakan dirinya untuk membangun ditengah kota dengan nilai harga ratusan juta kemudian membangun harga yang seratus lima puluh juta tidak akan ketemu. Maka, cara untuk ketemu adalah, pemerintah harus intervensi lahan-lahan yang tidak aktif (tidur) baik milik PT KAI, Perhutani, itulah yang harus duduk bersama dengan Jokowi (Presiden RI) meminta BUMN ini untuk list lahan-lahan yang ada di kota masing-masing, kemudian pengembang suruh bangun, dengan begitu harganya bisa terjangkau, kedua kerjasama dengan perbankan dengan kredit lunak dan itulah peran serta pemerintah, itu harus dilakukan, kalau itu tidak di lakukan dan hanya Cuma teriak, bahwa kami harus membangun untuk masyarakat penghasilan rendah itu busyet,"tandasnya.

Sementara M.Fikser Kabag Humas Pemkot Surabaya membantah kritikan dari Vicensius Awey, selain keterbatasan lahan juga disebabkan dengan aturan yang ada,"Karena lahan di Surabaya sangat terbatas, jadi bangunan harus bertingkat (vertical), soal Rusunami kita harus lihat aturan dan aturan memperbolehkan ngak kalau dana APBD untuk bangun Rusunami tidak bisa harus sewa,"jelas, Fikser, Kamis (9/3).

Fikser menambahkan," Karena niat baiknya kita, kalau kita ngomong itu harus ada cantolan hukumnya, mungkin ide kita bagus, kalau cantolannya tidak ada akan jadi perkara, jadi ketika kita buat isu begitu jangan hanya lempar isu, harus ada dasar hukumnya nati jadi polemik ahkirnya tidak ada selesainya,"imbuhnya.

Fikser juga menanyakan," Pertanyaannya sekarang dibalik, sewa rusun yang termurah di Indonesia dimana,? Jawabnya pasti di Surabaya, itu yang harus di cermati,"pungkasnya.

Disinggung perlunya kerjasama dengan BUMN terkait pengadaan lahan, Fikser menegaskan," Jangankan untuk Rusunami, untuk jala-jalan fasilitas umum saja kita sewa, tidak bisa lepas. Aturannya ngak bisa toh, kalau kerjasama bisa tapi itukan ada aturan-aturan, itu kan cuma wacana dia (Awey) saja,"tegasnya. (pan)

Comments

Popular posts from this blog

5 Tanaman Unik Mirip Alat Kelamin Manusia

Tentunya, setiap orang pernah mengalami fenomena psikologis yang mengibaratkan suatu benda terlihat seperti obyek lain. fenomena psikologis tersebut juga muncul di dunia tumbuh-tumbuhan. Dalam Wikipedia, arti dari pareidolia adalah fenomena psikologis yang mengikutsertakan stimulus samar dan acak yang akhirnya diartikan sendiri oleh orang yang melihat atau mendengarnya. Banyak kasus-kasus paredolia yang cukup terkenal dan menghebohkan dunia, contohnya saja 5 Bentuk Hewan Yang Mirip Penis yang pernah diposting sebelumnya. Namun, apabila dikerucutkan ke dalam dunia tumbuh-tumbuhan, ada beberapa bentuk dari bunga, buah atau juga bagian dari tumbuhan yang ternyata dapat disalahartikan karena mirip dengan organ-organ vital pria dan wanita. Memang akan ada perdebatan yang mengatakan bahwa bentuk-bentuk tumbuhan tersebut tidak mirip, namun ada pula yang akan mengatakan bahwa memang ada kemiripan dari segi bentuknya secara sekilas. Berikut  5 Tanaman Unik Yan

Warga Pengampon Dapati Money Politik Dari Pendukung Paslon No 01

Mediabidik.com - Beberapa jam menjelang coblosan Pilkada Surabaya 2020, praktik politik uang mulai terjadi. Seperti yang disampaikan Muhammad Rosul, salah satu warga Pengampon, kelurahan Bongkaran, mengungkapkan dirinya mendapatkan dua amplop berisi uang untuk mencoblos paslon nomor urut 01. "Saya dapat dua amplop dari Pak Sugeng, ia tetangga saya yang menjadi tim sukses 01," kata Rosul Selasa malam (8/12/20). "Di rumah saya ada empat suara, sekarang masih dikasih dua, nanti katanya mau dikasih lagi dua kekurangannya," lanjutnya.  Rosul menambahkan, Sugeng tidak tahu jika dirinya adalah pendukung Machfud Arifin-Mujiaman. Selama ini memang tidak terlalu aktif dalam proses pilwali karena sibuk mengurusi tokonya yang ada di Pasar Pecindilan.  "Kampung saya memang banyak pendukung 01, yang mengkoordinir ya Pak Sugeng itu. Saya cek ke tetangga, semuanya diberi amplop, masing-masing berisi uang Rp 30 ribu," lanjutnya.  Rosul menyatakan akan melaporkan temuan te

Mendapat Pujian Dari Mendagri, Damkar Kota Surabaya Menjadi Percontohan Perihal Respons Time

Mediabidik.com - Mendapat pujian dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) di HUT Damkar ke 102 Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) kota Surabaya dijadikan percontohan perihal respons time tercepat menuju lokasi. Karena hal itu Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) kota Surabaya diundang sebagai narasumber oleh Dirlantas Polda Jatim, Senin (8/3/2021). Dedi Irianto Kepala Dinas Pemadam Kebakaran kota Surabaya mengatakan, jadi hari ini, ada giat sosialisasi di Polda Jatim tentang Peningkatan Kemampuan Teknis Dalam Mengemudi Pemadam Kebakaran di jajaran Jawa Timur 2021. "Intinya di Polda ini, yang mengadakan Dirlantas Polda Jatim, setiap daerah mengirimkan empat personil Damkar yang tugasnya sebagai juru mudi. Se Jawa Timur, kemudian diadakan pelatihan teknis. "terang Dedi kepada media ini.  Dedi menjelaskan, ada beberapa pelatih dan narasumber salah satunya dari IMI, Lantas dan Damkar kota Surabaya, saya sendiri sebagai narasumber. Intinya di Surabaya ini respons time nya beda sama