Ads (728x90)

 photo iklan57800292_zps77be2a84.gif

SURABAYA (Mediabidik) – Mahalnya biaya untuk pengurusan KTP, KK dan Akte Kelahiran, itulah yang terjadi di kecamatan Dukuh Pakis Surabaya yang dialami oleh Sri Wulansari warga asal Kediri. Hanya ingin pindah tempat menjadi warga Surabaya dia harus mengeluarkan biaya Rp 8.2 juta kepada oknum staf kecamatan Dukuh Pakis yang bernama Sugeng, hanya menulis nama, alamat, tempat tanggal lahir dan nama orang tua di kertas kosong dia sudah mendapatkan KTP dan KSK Surabaya tanpa harus membawa surat pindah tempat dari Dispenduk Capil Kediri.

Hal itu disampaikan Andi kerabat dari Sri Wulandari saat ditemui di kantor Humas pemkot Surabaya, Selasa (5/12) mengatakan, hanya dengan menyerahkan nama, tempat tanggal lahir dan orang tua sudah dapat KTP dan KSK Surabaya.

"Untuk data cabut bendel dari Dispenduk capil dari Kediri tidak perlu, cukup hanya mengisi data nama, tempat tanggal lahir dan nama orang tua, janjinya seminggu jadi, ternyata sebulan lebih baru jadi. Untuk pembuatan KTP, KSK dan Akte Kelahiran saya disuruh bayar Rp 8.2 juta dan sudah bayar lunas, tinggal aktenya yang belum,"terangnya.

Andi menambahkan, kalau untuk keaslian data menurut sugeng itu asli, tapi belum terekam di data base Dispenduk capil Surabaya."Untuk mengetahui asli atau tidak saya tidak tau, menurut dia (Sugeng-red) datanya asli, tapi belum terekam didata base Dispenduk capil. Dan saya tidak tau caranya gimana,"ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk capil) Suharto Wardoyo atau yang akrab di panggil Anang menjelaskan untuk data berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan biodata sudah di cek dan tidak ditemukan didata base.

"Data sudah saya cek berdasarkan NIK dan biodata, yang bersangkutan tidak ditemukan di data base alias tidak terdaftar,"jelasnya.

Perlu diketahui mencuatnya kasus pungli dan pemalsuan data di kecamatan Dukuh Pakis berawal dari keluhan Andi warga jalan Siwalankerto Selatan III yang merasa ditipu oleh Sugeng pegawai staf bagian KTP di kecamatan Dukuh Pakis. Karena yang bersangkutan (Andi-red) sudah membayar uang sebesar Rp 8.250 ribu kepada Sugeng untuk membuatkan KTP, KK dan Akte Kelahiran atas nama Sri Wulansari kerabat dari Andi dengan waktu satu minggu jadi. Ironisnya hampir dua bulan berjalan data yang dijanjikan belum kelar dan yang jadi hanya KTP dan KK kurang tinggal Akte Kelahiran yang belum jadi, berulang kali dia (Andi-red) menemui Sugeng ke kantornya, yang bersangkutan (Sugeng-red) selalu menghindar alias kabur. (pan)

Post a Comment