Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) - Pasca terjadinya banjir dan longsor yang menerjang Kabupaten Pacitan, pemerintah fokus perbaikan empat tanggul yang jebol. Empat tanggul itu di  Tanggul Bungkal di Desa Tanjungsari, Tanggul Ploso, Tanggul Sirnoboyo. Ketiga tanggul ini aliran airnya dari sungai Grindulu dan Tanggul Sukoharjo Sukoharjo dari sungai Kebon Agung.

Ketua Badan penangulangan bencana  (Baguna) PDIP Jatim, Giyanto mengatakan, ketika Presiden RI, Joko Widodo berkunjung ke Pacitan, Sabtu (9/12) kemarin meminta agar fokus terhadap program pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun kabupaten terkait pemulihan pasca bencana. Mengingat anggaran yang sudah disiapkan dari BPBD maupun BNPB sudah cair. 

"Presiden ketika ke Pacitan meminta agar pasca bencana segera ditindaklanjuti, baik oleh pemerintah provinsi dan pemerintah Kabupaten," kata Giyanto, di Surabaya, Senin (11/12).

Anggota Komisi C DPRD Jatim itu mengaku saat ini kondisi fisik dan infrastruktur masih porak - poranda, sehingga membutuhkan kebijakan khusus dalam rekonstruksi ke depan. Maka dalam penanganannya Gubernur Jatim, Soekarwo sebagai penanggung jawab di Jawa Timur dan bupati Pacitan sebagai pengawalan program-program.

"Data yang ada terkait kelengkapan sudah siap semuanya tentang rumah rusak berapa, infrastruktur rusak berapa. Terutama yang diinstruksikan presiden  segera perbaiki tanggul yang jebol," pungkasnya.

Semua tanggul yang jebol tersebut cukup parah dan melumpuhkan seluruh aktivitas di Pacitan. Dampak yang paling mencolok adalah tidak berfungsinya pelayanan publik di Pacitan hingga lima hari karena listrik dan komunikasi terputus. 

Giyanto menyarankan agar rembuk bareng mulai dari kepala desa dengan warga, camat untuk diusulkan dalam satu kebijakan kabupaten lebih aman. Tetapi relokasi tidak harus keluar dari Pacitan, melainkan di satu wilayah yang lebih aman karena daerahnya adalah pegunungan yang rawan longsor.

"Ini yang menjadi perhatian khusus tergantung dari usulan dan kebutuhan yang ada. Kalau budgeting yang sudah dianggarkan tidak ada batas," pungkasnya.

Politisi asal PDIP itu mencatat gedung SD yang terjadi kerusakan, yakni rusak sedang ada 13 sekolah, rusak berat ada 14 sekolah. Sementara gedung SMP yang rusak ada satu, rusak berat 15 sekolah. Kerusakan ini akibat kursinya ancur, dan fasilitas sekolah terendam lumpur lebih dari setengah meter.(rofik)

Post a Comment