Skip to main content

Setubuhi Pacarnya, Sopir Ojol Jadi Pesakitan


SURABAYA (Mediabidik) - Hendrik Sugiyanto (33), mantan pengemudi taksi online akhirnya didudukan di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya sebagai terdakwa.

Ia diadili dalam dugaan perkara asusila. Sidang yang digelar dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dedy Arisandi dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.

Hendrik didakwa telah menyetubuhi korban berinisial ANC yang masih berusia 16 tahun. 

Dalam sidang tertutup tersebut, terdakwa yang merupakan warga Tambak Dukuh telah menyetubuhi korbannya yang masih di bawah umur di parkiran mobil di Jalan Kranggan. Persetubuhan itu sudah dilakukan sebanyak tiga kali dan terakhir pada September 2018 lalu.

Jaksa Deddy mengungkapkan, korban ANC sebenarnya merupakan pelanggan taksi online terdakwa Hendrik. Korban sering mengorder terdakwa untuk menjemputnya sepulang sekolah. Karena seringnya, keduanya sepakat untuk berpacaran. Sampai kemudian keduanya berhubungan badan.

"Korbannya ini sebenarnya pacarnya. Sudah disetubuhi tiga kali dan dijanjikan untuk dinikahi," ujar jaksa Deddy seusai sidang.

Namun, hubungan asmara antara sopir taksi online dan pelanggannya ini diketahui orangtua korban. Orangtuanya yang tidak terima lalu melaporkannya ke Polrestabes Surabaya. "Orangtuanya yang tidak terima kalau mereka menikah lalu melapor ke polisi," ucapnya.

Jaksa Deddy mendakwa Hendrik dengan Pasal 81 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Sementara itu, kuasa hukum terdakwa, Evie Susanti akan mengajukan eksepsi atau keberatan terhadap dakwaan JPU dalam sidang pekan depan.

"Yang jelas kami akan mengajukan eksepsi minggu depan. Kami masih pelajari dulu dakwaannya karena baru kami terima dan kami baru mendapat kuasa sebagai penasihat hukum dari terdakwa," ujar Evie. (opan)

Foto : Tampak terdakwa Hendrik Sugiyanto saat jalani sidang di PN Surabaya, Senin (21/1/2019). Henoch Kurniawan

Comments

Popular posts from this blog

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt

“NUUBON” Nugget Udang Rebon Kelurahan Sukolilo Baru, Hasil Karya Universitas Muhammadiyah Surabaya

SURABAYA - Pada tanggal 31 Juli 2022 tepatnya minggu kedua dari pelaksanaan KKN Universitas Muhammadiyah Surabaya tahun 2022, kelompok KKN Berdaya Sukolilo Baru telah berhasil melaksanakan program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat berupa sosialisasi inovasi produk baru yaitu demo pembuatan "Nugget Udang Rebon". Kegiatan demo inovasi produk baru ini dilaksanakan di halaman Kelurahan Sukolilo Baru. Dalam kegiatan ini dibagi menjadi 2 sesi, dimana sesi pertama adalah sosialisasi produk dan demo masak nugget udang rebon dan sesi kedua adalah sosialisasi pemasaran produk secara online.  Proses pembuatan nugget udang rebon ini cukup mudah tetapi untuk mengelola udang rebon sendiri apalagi yang masih basah membutuhkan waktu.  "Artinya udang rebon basah yang telah dibersihkan dari kotoran itu ditiriskan hingga kadar airnya berkurang. Selain itu juga untuk menambah cipta rasa yang unggul udang rebon basah ini harus dikukus kurang lebih 5-10 menit. Selanjutnya, bi

Robot Trading, Disinyalir Banyak Oknum Bermain Untuk Mendapat Harta Ilegal

Surabaya - Akhir akhir ini, bisnis Trading nampak menjadi primadona. Bahkan dari bisnis ini, saat ini banyak Orang Kaya Baru (OKB) di Indonesia.  Sebenarnya tidak ada masalah jika tidak ada pelanggaran hukum didalamnya.  Dengan menjamurnya bisnis robot trading ini, maka banyak oknum yang sengaja bermain untuk mendapat harta dengan ilegal (tidak terdaftar dan tidak sesuai aturan OJK, red) dan berujung pada kasus hukum.  Seperti pada kasus robot trading Evortrad yang tengah disidangkan di Pengadilan Negri Malang.  Setelah pelimpahan kasusnya di Kejari Malang, maka disidangkanlah kasus ini dengan agenda awal pemeriksaan saksi-saksi.  Mengamati dari proses persidangan, nampak ada "Hukum Rimba" dalam bisnis ini. Artinya siapa yang kuat, dialah yang menang.  Menarik disimak, kasus sangkaan penipuan dilaporkan oleh beberapa orang member robot trading Evortrade dibawah PT. EVOLUSION PERKASA GROUP.  Anehnya, saat disidang, saksi pelapor mengaku tidak tahu apa apa. "K