Skip to main content

2018, Serapan Anggaran DKRTH Naik 95 Persen

SURABAYA (Mediabidik) - Dalam hal penyerapan anggaran, Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) targetkan seratus persen setiap tahunnya. Walaupun belum sepenuhnya tercapai, DKRTH tetap berusaha mencapai target tersebut.

Tahun 2018 kemarin, serapan anggaran yang tercapai 95 % dari nilai anggaran Rp 816 milliar, ada kenaikan 4 % dari tahun 2017 hanya terserap 91 %.

Sekertaris DKRTH Ipong Wisnoe Wardono mengatakan, untuk anggaran 2018 itu sekitar Rp 816 milliar, terserap 95 %. Kalau yang 2019 sebesar Rp 813 milliar dan turun.

"2018 lebih besar karena ada pengadaan root swipper, pengadaan peralatan. Kalau itu kan sudah ngak beli." kata Ipong saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (17/1/2019).

Masih menurut sekertaris DKRTH menyampaikan, untuk anggaran tahun ini berkurang, sebelumnya tahun 2018 Rp 816 milliar tapi untuk tahun 2019 hanya Rp 813 milliar dan untuk target tetap 100 %.

"Kalau tahun ini menurun karena kita sudah tidak ada lagi pengadaan, dikurangi karena peralatan sudah beli, target tetap100 %. Karena ditahun-tahun sebelumnya cuma 90 - 91 %," terangnya.

Alumni Universitas Pembangunan Nasional menambahkan, untuk anggaran setiap tahunnya naik. Kenapa naik, karena setiap tahun Upah Minimum Kota (UMK) naik. Dan anggaran kita 60 % untuk tenaga kerja.

"Untuk penyapuan, pemeliharaan taman, PJU (Penerangan Jalan Umum) dan untuk perawatan makam. Untuk kenaikannya bukan karena untuk program. Program ya pasti ada, cuma yang paling besarnya untuk biaya itu," ungkapnya.

Lebih lanjut dia memaparkan, untuk perawatan makam yang di kelolah pemkot Surabaya ada 13 makam dan untuk makam-makam desa atau makam kampung kita hanya memberi insentif untuk tenaga galinya tapu perawatannya warga sendiri.

"Cuman kadang-kadang di usulkan lewat musrenbang, misalnya pekerjaan pagar, pengurukan, pekerjaan paving. Tetapi sifatnya tidak rutin setiap tahun, tergantung kebutuhan. " paparnya.

Comments

Popular posts from this blog

Warga Pengampon Dapati Money Politik Dari Pendukung Paslon No 01

Mediabidik.com - Beberapa jam menjelang coblosan Pilkada Surabaya 2020, praktik politik uang mulai terjadi. Seperti yang disampaikan Muhammad Rosul, salah satu warga Pengampon, kelurahan Bongkaran, mengungkapkan dirinya mendapatkan dua amplop berisi uang untuk mencoblos paslon nomor urut 01. "Saya dapat dua amplop dari Pak Sugeng, ia tetangga saya yang menjadi tim sukses 01," kata Rosul Selasa malam (8/12/20). "Di rumah saya ada empat suara, sekarang masih dikasih dua, nanti katanya mau dikasih lagi dua kekurangannya," lanjutnya.  Rosul menambahkan, Sugeng tidak tahu jika dirinya adalah pendukung Machfud Arifin-Mujiaman. Selama ini memang tidak terlalu aktif dalam proses pilwali karena sibuk mengurusi tokonya yang ada di Pasar Pecindilan.  "Kampung saya memang banyak pendukung 01, yang mengkoordinir ya Pak Sugeng itu. Saya cek ke tetangga, semuanya diberi amplop, masing-masing berisi uang Rp 30 ribu," lanjutnya.  Rosul menyatakan akan melaporkan temuan te

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt

5 Tanaman Unik Mirip Alat Kelamin Manusia

Tentunya, setiap orang pernah mengalami fenomena psikologis yang mengibaratkan suatu benda terlihat seperti obyek lain. fenomena psikologis tersebut juga muncul di dunia tumbuh-tumbuhan. Dalam Wikipedia, arti dari pareidolia adalah fenomena psikologis yang mengikutsertakan stimulus samar dan acak yang akhirnya diartikan sendiri oleh orang yang melihat atau mendengarnya. Banyak kasus-kasus paredolia yang cukup terkenal dan menghebohkan dunia, contohnya saja 5 Bentuk Hewan Yang Mirip Penis yang pernah diposting sebelumnya. Namun, apabila dikerucutkan ke dalam dunia tumbuh-tumbuhan, ada beberapa bentuk dari bunga, buah atau juga bagian dari tumbuhan yang ternyata dapat disalahartikan karena mirip dengan organ-organ vital pria dan wanita. Memang akan ada perdebatan yang mengatakan bahwa bentuk-bentuk tumbuhan tersebut tidak mirip, namun ada pula yang akan mengatakan bahwa memang ada kemiripan dari segi bentuknya secara sekilas. Berikut  5 Tanaman Unik Yan