Skip to main content

Sidang Pelanggaran ITE Beragendakan keterangan Saksi dan Ahli

SURABAYA (Mediabidik) – Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya (PN) Surabaya yang diketuai Isjuaedi, kembali menggelar sidang lanjutan dugaan perkara pelanggaran Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang melibatkan Saidah Saleh Syamlan sebagai terdakwa.

Sidang digelar dengan agenda mendengarkan keterangan 1 saksi dan 2 ahli, Senin (28/1/2019). Mereka adalah dari Bank Syariah Exim Indonesia, Renaldi Amriza, ahli Bahasa dan Sastra Indonesia dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Andik Yulianto, S.S, Msi dan Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dinas Kominfo Jatim, Dendy Eka.

Dalam keterangannya, saksi Renaldi mengakui bahwa dirinya awal kali mengetahui isi pesan Whatsapp terdakwa-saat ini diperkarakan, berasal dari kiriman ulang Kepala Divisi Bank Syariah Exim Indonesia, Komaruzzaman pada 11 Juli 2017 silam.

"Saya diforward oleh Komaruzzaman, isi pesan itu menginformasikan kondisi Pisma dan PPT. Lalu saya diinstruksikan untuk mengecek kondisi perusahaan (PT Pismatex Textile Industry) yang beroperasi di Pekalongan dan memang pada saat itu perusahaan terdapat penurunan produksi," terang Renaldi.

Penasehat hukum terdakwa Sururi akhirnya bereaksi, ia menanyakan apakah pesan tersebut berhenti kepada saksi atau mengalami penyebarluasan lagi kepada pihak lain.

"Ya. Saya sempat mengirim ulang satu kali pesan itu kepada atasan saya, ibu Meta, karena saat itu kita satu tim," tambah Renaldi.

Sedangkan, ahli Andik Yulianto dalam sidang kerap kali menyebut istilah kata perusahaan yang terkandung dalam isi pesan terdakwa, padahal dalam pesan terdakwa yang dikirim secara jaringan pribadi (japri) kepada Komaruzzaman, tidak menyebut secara eksplisit nama PT Pismatex Textile Industry (PTI) maupun PT Pisma Putra Textile (PPT), seperti yang dilaporkan Ceo PT PTI, Jamal Ghozi Basmeleh.

"Dari whatsapp tersebut terdapat bahasa campuran antara bahasa Indonesia dan bahasa Jawa. Pada pesan "Posisi saiki mitra podo kosong, bahwa karena ini perusahaan, maka ada mitra bisnis. Kemudian "PPT stop juga" menurut saya ini bahan-bahan yang dipakai pada perusahaan tersebut. Misal dikatakan 100% stop total jika itu tidak benar dapat menyebabkan hal tersebut (pencemaran)," pendapat ahli Andi.

Lalu, ahli Dendy Eka menerangkan bahwa pesan Whatsapp yang dikirimkan melalui sistem japri, tidak bisa diakses publik, selain antara pengirim dan dan penerima pesan.

"Jadi pesan media sosial yang bisa diakses semua orang meliputi facebook, instagram dan whatsapp. Akan tetapi pesan whatsapp japri tidak bisa diakses publik," tukas Dendy Eka.

Usai sidang, ahli Andik kepada wartawan membenarkan bahwa secara eksplisit pesan yang dikirim oleh terdakwa tidak menyebut nama perusahaan maupun nama pemilik perusahaan.

"Tidak, ini terkait analisis-analisis bahasa. Mengenai kronologi penyidik mengemukakan itu. Asalnya itu ini, dari perusahaan ini. Nah saya mendapat keterangan-keterangan itu ya dari kronologi yang dikemukan penyidik," jelasnya.

Untuk diketahui, terdakwa Saidah Saleh Syamlan, istri eks Dirut Keuangan PT Pisma Group, dilaporkan karena mengirim pesan yang berisikan sebagai berikut. "bozz ... piye iku pisma kok tambah ga karu2an ngono siih. "Kmrn mitra tenun 100% stop total .. aku di tlp ni mereka ", "PPT stop juga ... ga ono fiber piye paaak ", "Posisi saiki mitra podo kosong ... ppt praktis total mandeg greg.. Yo opo pakk ", kepada mitra bisnis perusahaan sarung Gajah Duduk, PT Pisma Group.

Oleh Jaksa Penuntut Umum Roginta Siraid, wanita paruh baya ini didakwa Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) UU RI Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (opan)





Foto : Tampak saksi Renaldi Amriza, karyawan Bank Syariah Exim Indonesia, saat memberikan keterangan pada persidangan di PN Surabaya, Selasa (29/1/2019). Henoch Kurniawan

Comments

Popular posts from this blog

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt

“NUUBON” Nugget Udang Rebon Kelurahan Sukolilo Baru, Hasil Karya Universitas Muhammadiyah Surabaya

SURABAYA - Pada tanggal 31 Juli 2022 tepatnya minggu kedua dari pelaksanaan KKN Universitas Muhammadiyah Surabaya tahun 2022, kelompok KKN Berdaya Sukolilo Baru telah berhasil melaksanakan program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat berupa sosialisasi inovasi produk baru yaitu demo pembuatan "Nugget Udang Rebon". Kegiatan demo inovasi produk baru ini dilaksanakan di halaman Kelurahan Sukolilo Baru. Dalam kegiatan ini dibagi menjadi 2 sesi, dimana sesi pertama adalah sosialisasi produk dan demo masak nugget udang rebon dan sesi kedua adalah sosialisasi pemasaran produk secara online.  Proses pembuatan nugget udang rebon ini cukup mudah tetapi untuk mengelola udang rebon sendiri apalagi yang masih basah membutuhkan waktu.  "Artinya udang rebon basah yang telah dibersihkan dari kotoran itu ditiriskan hingga kadar airnya berkurang. Selain itu juga untuk menambah cipta rasa yang unggul udang rebon basah ini harus dikukus kurang lebih 5-10 menit. Selanjutnya, bi

Robot Trading, Disinyalir Banyak Oknum Bermain Untuk Mendapat Harta Ilegal

Surabaya - Akhir akhir ini, bisnis Trading nampak menjadi primadona. Bahkan dari bisnis ini, saat ini banyak Orang Kaya Baru (OKB) di Indonesia.  Sebenarnya tidak ada masalah jika tidak ada pelanggaran hukum didalamnya.  Dengan menjamurnya bisnis robot trading ini, maka banyak oknum yang sengaja bermain untuk mendapat harta dengan ilegal (tidak terdaftar dan tidak sesuai aturan OJK, red) dan berujung pada kasus hukum.  Seperti pada kasus robot trading Evortrad yang tengah disidangkan di Pengadilan Negri Malang.  Setelah pelimpahan kasusnya di Kejari Malang, maka disidangkanlah kasus ini dengan agenda awal pemeriksaan saksi-saksi.  Mengamati dari proses persidangan, nampak ada "Hukum Rimba" dalam bisnis ini. Artinya siapa yang kuat, dialah yang menang.  Menarik disimak, kasus sangkaan penipuan dilaporkan oleh beberapa orang member robot trading Evortrade dibawah PT. EVOLUSION PERKASA GROUP.  Anehnya, saat disidang, saksi pelapor mengaku tidak tahu apa apa. "K