Skip to main content

Penipu Cantik Diganjar Hukuman 1,1 Tahun Penjara

SURABAYA (Mediabidik) Novita Rindra Firmanti, terdakwa dugaan perkara penipuan dan penggelapan jalani sidang vonis di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (3/1/2019). Ia hanya bisa tertunduk lesu setelah mendengar vonis yang dibacakan hakim. 

Perempuan yang tinggal di Puri Indah Kulon Blok S 29, Lakasantri atau Perum Indah Timur Blok D1 atau Apartemen Water Place Tower  C 2715, Surabaya ini diganjar hukuman penjara selama 1,1 tahun. Perempuan cantik itu dinyatakan bersalah dan terbukti menipu sahabatnya, Savira Nagari hingga kerugiannya mencapai Rp 394 juta.

Sidang vonis tersebut digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (3/1). Setelah terdakwa duduk di kursi pesakitan, hakim ketua 
Achmad Virza Rudiansyah lantas membacakan amar putusannya. Hakim menggangap  Terdakwa dianggap telah melanggar Pasal 378 KUHP tentang penipuan. 

"Perbuatan terdakwa telah merugikan korban. Untuk hakim menjatuhkan hukuman penjara selama satu tahun sebulan," ujar hakim Virza.

Meski dinyatakan bersalah, namun hukuman yang dijatuhkan hakim ini lebih ringan daripada tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Damang Anubowo. Dalam sidang sebelumnya, jaksa Damang menuntut Novita dua tahun penjara.

"Hal yang memberatkan terdakqa karena perbuatannya meresahkan masyarakat dan telah merugikan korban. Sementara yang meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan, menyesali perbuatannya dan belum pernah dihukum," lanjut Virza.

Menanggapi putusan itu, Novita maupun jaksa Damang sama-sama menerimanya. Meski demikian, kuasa hukum Novita, Evi Susanti menyatakan jika sebenarnya kliennya hanya korban saja. Novita dianggapnya sebagai korban penipuan Putri Duwita Sari yang kini sudah menjadi terpidana setelah divonis 2,5 tahun penjara tahun lalu.

"Sebenarnya dia korban tidak tahu apa-apa. Dia ditipu Putri yang awalnya mau pinjam uang. Karena tidak dikasih, dia menawarkan ke Novita investasi lalu Novita menawarkan ke Savira," ujar Evi usai persidangan. 

Seperti yang diketahui sebelumnya, terdakwa Novita duduk di kursi pesakitan setelah diduga melakukan penipuan bermodus investasi terhadap teman arisannya Savira Nagari. perkara ini berawal dari bujuk rayu terdakwa kepada korban terkait kerjasama investasi bisnis pengadaan barang di Travel Starling pada Juni 2016 lalu. Terdakwa mengatakan menjalin kerjasama dengan travel tersebut. 

Kepada korban, sarjana ekonomi yang tinggal di apartemen Water Place ini mengatakan bahwa perusahaan Travel Straling ini membutuhkan dana guna proyek pengadaan barang untuk ibu-ibu Bhayangkari dan kebutuhan pelayaran. Dalam bisnis investasi tersebut, terdakwa memberikan iming-iming berupa keuntungan 10 persen setiap bulan dari total uang yang diinvestasikan. 

Namun setelah uang disetorkan, Novita berbuat culas akibat ulahnya, korban mengalami kerugian sebesar Rp394 juta. Atas perbuatannya, terdakwa dijerat psal berlapis, yaitu pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. (opan)

foto:
Terdakwa Novita Rindra Firmanti saat jalani sidang di PN Surabaya, Kamis (3/1/2019). Henoch Kurniawan

Comments

Popular posts from this blog

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt

“NUUBON” Nugget Udang Rebon Kelurahan Sukolilo Baru, Hasil Karya Universitas Muhammadiyah Surabaya

SURABAYA - Pada tanggal 31 Juli 2022 tepatnya minggu kedua dari pelaksanaan KKN Universitas Muhammadiyah Surabaya tahun 2022, kelompok KKN Berdaya Sukolilo Baru telah berhasil melaksanakan program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat berupa sosialisasi inovasi produk baru yaitu demo pembuatan "Nugget Udang Rebon". Kegiatan demo inovasi produk baru ini dilaksanakan di halaman Kelurahan Sukolilo Baru. Dalam kegiatan ini dibagi menjadi 2 sesi, dimana sesi pertama adalah sosialisasi produk dan demo masak nugget udang rebon dan sesi kedua adalah sosialisasi pemasaran produk secara online.  Proses pembuatan nugget udang rebon ini cukup mudah tetapi untuk mengelola udang rebon sendiri apalagi yang masih basah membutuhkan waktu.  "Artinya udang rebon basah yang telah dibersihkan dari kotoran itu ditiriskan hingga kadar airnya berkurang. Selain itu juga untuk menambah cipta rasa yang unggul udang rebon basah ini harus dikukus kurang lebih 5-10 menit. Selanjutnya, bi

Robot Trading, Disinyalir Banyak Oknum Bermain Untuk Mendapat Harta Ilegal

Surabaya - Akhir akhir ini, bisnis Trading nampak menjadi primadona. Bahkan dari bisnis ini, saat ini banyak Orang Kaya Baru (OKB) di Indonesia.  Sebenarnya tidak ada masalah jika tidak ada pelanggaran hukum didalamnya.  Dengan menjamurnya bisnis robot trading ini, maka banyak oknum yang sengaja bermain untuk mendapat harta dengan ilegal (tidak terdaftar dan tidak sesuai aturan OJK, red) dan berujung pada kasus hukum.  Seperti pada kasus robot trading Evortrad yang tengah disidangkan di Pengadilan Negri Malang.  Setelah pelimpahan kasusnya di Kejari Malang, maka disidangkanlah kasus ini dengan agenda awal pemeriksaan saksi-saksi.  Mengamati dari proses persidangan, nampak ada "Hukum Rimba" dalam bisnis ini. Artinya siapa yang kuat, dialah yang menang.  Menarik disimak, kasus sangkaan penipuan dilaporkan oleh beberapa orang member robot trading Evortrade dibawah PT. EVOLUSION PERKASA GROUP.  Anehnya, saat disidang, saksi pelapor mengaku tidak tahu apa apa. "K