Skip to main content

Permudah Keterangan Saksi, PN Surabaya Terapkan e-Court

SURABAYA (Mediabidik) - Mulai tahun ini, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, akan menambah satu lagi tahapan dalam sistem e-Court. Yakni, tahapan e-litigasi. Dalam tahap ini, saksi-saksi tidak harus hadir ke pengadilan untuk memberikan keterangannya saat pembuktian. Pemeriksaan keterangan saksi bisa dilakukan secara teleconference.

"Saksi tidak perlu susah-susah lagi datang ke pengadilan. Saksi tetap bisa memberikan keterangan di mana berada dengan cara teleconference. Kegiatan saksi tidak perlu terganggu," ujar Ketua PN Surabaya Sujatmiko, Minggu (6/1/2019).

Sistem ini akan memudahkan saksi, terutama yang berasal dari luar Surabaya. Mereka tidak harus datang jauh-jauh datang ke pengadilan. Hanya dari rumah atau kantornya, keterangan yang mereka sampaikan dianggap sah sebagai alat bukti.

Kini untuk penerapannya, PN Surabaya masih menunggu diterbitkannya Peraturan Mahkamah (Perma) terbaru. Kini rancangan Perma itu sudah dibahas pemerintah. Dia berharap segera rampung, sehingga e-litigasi dapat segera diterapkan tahun ini.

"Payung hukumnya sekarang masih digodok. Kalau acuan ada, kedepannya kami akan bisa mengarah sana," katanya.

Sebelumnya, e-court yang mulai diterapkan sejak tahun lalu masih berdasarkan Pema Nomor 3 tahun 2018 tentang sistem peradilan online. Di dalam pelaksanaannya sampai kini, baru tiga tahap yang bisa dilakukan secara online. Yakni, e-Filling atau pendaftaran online di pengadilan, e-Payment atau pembayaran panjar biaya perkara online dan e-Summons atau pemanggilan pihak secara online.

Sementara untuk tahap pembuktian seperti pemeriksaan keterangan saksi-saksi masih dilakukan secara manual. Saksi-saksi masih harus datang ke pengadilan untuk didengarkan keterangannya. Sistem e-court ini khusus untuk sidang perkara perdata.

Sejak dibuka Juli lalu sampai kini, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menerima 39 perkara yang didaftarkan melalui e-court atau pengadilan online. Setiap bulannya, PN rata-rata menerima lima sampai delapan perkara e-court. Jumlah terbanyak pada November lalu yang mencapai 12 perkara didaftarkan melalui e-court. Sementara untuk Desember baru dua perkara yang sudah didaftarkan. (opan)

Foto

Ketua Pengadilan Negeri Surabaya Sujatmiko. Henoch Kurniawan

Comments

Popular posts from this blog

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt

“NUUBON” Nugget Udang Rebon Kelurahan Sukolilo Baru, Hasil Karya Universitas Muhammadiyah Surabaya

SURABAYA - Pada tanggal 31 Juli 2022 tepatnya minggu kedua dari pelaksanaan KKN Universitas Muhammadiyah Surabaya tahun 2022, kelompok KKN Berdaya Sukolilo Baru telah berhasil melaksanakan program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat berupa sosialisasi inovasi produk baru yaitu demo pembuatan "Nugget Udang Rebon". Kegiatan demo inovasi produk baru ini dilaksanakan di halaman Kelurahan Sukolilo Baru. Dalam kegiatan ini dibagi menjadi 2 sesi, dimana sesi pertama adalah sosialisasi produk dan demo masak nugget udang rebon dan sesi kedua adalah sosialisasi pemasaran produk secara online.  Proses pembuatan nugget udang rebon ini cukup mudah tetapi untuk mengelola udang rebon sendiri apalagi yang masih basah membutuhkan waktu.  "Artinya udang rebon basah yang telah dibersihkan dari kotoran itu ditiriskan hingga kadar airnya berkurang. Selain itu juga untuk menambah cipta rasa yang unggul udang rebon basah ini harus dikukus kurang lebih 5-10 menit. Selanjutnya, bi

Robot Trading, Disinyalir Banyak Oknum Bermain Untuk Mendapat Harta Ilegal

Surabaya - Akhir akhir ini, bisnis Trading nampak menjadi primadona. Bahkan dari bisnis ini, saat ini banyak Orang Kaya Baru (OKB) di Indonesia.  Sebenarnya tidak ada masalah jika tidak ada pelanggaran hukum didalamnya.  Dengan menjamurnya bisnis robot trading ini, maka banyak oknum yang sengaja bermain untuk mendapat harta dengan ilegal (tidak terdaftar dan tidak sesuai aturan OJK, red) dan berujung pada kasus hukum.  Seperti pada kasus robot trading Evortrad yang tengah disidangkan di Pengadilan Negri Malang.  Setelah pelimpahan kasusnya di Kejari Malang, maka disidangkanlah kasus ini dengan agenda awal pemeriksaan saksi-saksi.  Mengamati dari proses persidangan, nampak ada "Hukum Rimba" dalam bisnis ini. Artinya siapa yang kuat, dialah yang menang.  Menarik disimak, kasus sangkaan penipuan dilaporkan oleh beberapa orang member robot trading Evortrade dibawah PT. EVOLUSION PERKASA GROUP.  Anehnya, saat disidang, saksi pelapor mengaku tidak tahu apa apa. "K