Skip to main content

Kejari Tanjung Perak Janji Tambah Loket Tilang

SURABAYA (Mediabidik) – Panjangnya barisan dalam antrian loket tilang, menjadi pekerjaan rumah Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya. Namun untuk mengatasi itu, Korps Adhiyaksa yang berkantor jalan Kemayoran 1 Surabaya itu mengklaim sudah memiliki solusi.

"Kita usahakan dalam pengambilan tilang ini tidak usah lama-lama. Jadi masyarakat bisa langsung terlayani," kata Kepala Kejari (Kajari) Tanjung Perak, Rachmat Supriady, Kamis (28/2/2019).

Pihaknya mengaku akan membenahi sistem pelayanan tilang. Targetnya, masyarakat tidak perlu mengantre lama-lama dalam mengambil dokumen (barang bukti tilang, red) maupun kelengkapan kendaraan bermotor.

"Begitu masyarakat datang, otomatis mereka antre. Tapi paling tidak begitu mereka datang ke loket, minimal dua sampai tiga menit sudah membayar denda tilang dan mengambil barang bukti tilang," harapnya.

Rachmat mengaku, memang selama ini kendalanya pada antrean. Untuk itu pihaknya berencanan membuka loket tilang lebih banyak lagi. Sehingga pelayanan tilang bisa dilakukan secara maksimal dan efisen. "Rencananya loket tilang akan ditambah dua atau tiga lagi. Begitu juga dengan tambahan teller Bank yang akan kita koordinasikan dengan pihak Bank BRI," ucapnya.

Masih kata Rachmat, selama ini teller dari pihak Bank hanya satu orang saja. Pihaknya akan menambah jumlah loket pelayanan tilang dan menambah teller Bank. Tak hanya itu, ruang tunggu tilang juga tak luput dari pantauan Kajari.

"Nantinya sarana ruang tunggu tilang akan kita benahi. Tujuannya agar masyarakat merasa nyaman saat menunggu proses pelayanan tilang," ungkapnya.

Paling tidak, sambut Rachmat, masyarakat dibuat senyaman mungkin. Walaupun mereka menunggu, tapi mereka bisa menunggu dengan nyaman. Jangan sampai mereka sudah menunggu, tapi tidak terlayani hingga akhirnya kecewa.

"Jadi kita usahakan pembenahan pada sarana ruang tunggu. Dengang maksud, walaupun masyarakat menunggu, paling tidak mereke bisa nyaman," pungkasnya.

Pembenahan pada sistem pelayanan tilang ini salah satu upaya Kejari Tanjung Perak Surabaya mencanangkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Pada pencanangan Zona Integritas WBK dan WBBM ini, Kejari Tanjung Perak memfokuskan pada tiga hal. Tiga fokus pencanangan Zona Integritas ini adalah pencegahan korupsi, penataan reformasi birokrasi dan pelayanan publik. (opan)



Foto : Tampak suasana antrian didepan loket tilang di kantor Kejari Tanjung Perak Surabaya. Henoch Kurniawan


Comments

Popular posts from this blog

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt

“NUUBON” Nugget Udang Rebon Kelurahan Sukolilo Baru, Hasil Karya Universitas Muhammadiyah Surabaya

SURABAYA - Pada tanggal 31 Juli 2022 tepatnya minggu kedua dari pelaksanaan KKN Universitas Muhammadiyah Surabaya tahun 2022, kelompok KKN Berdaya Sukolilo Baru telah berhasil melaksanakan program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat berupa sosialisasi inovasi produk baru yaitu demo pembuatan "Nugget Udang Rebon". Kegiatan demo inovasi produk baru ini dilaksanakan di halaman Kelurahan Sukolilo Baru. Dalam kegiatan ini dibagi menjadi 2 sesi, dimana sesi pertama adalah sosialisasi produk dan demo masak nugget udang rebon dan sesi kedua adalah sosialisasi pemasaran produk secara online.  Proses pembuatan nugget udang rebon ini cukup mudah tetapi untuk mengelola udang rebon sendiri apalagi yang masih basah membutuhkan waktu.  "Artinya udang rebon basah yang telah dibersihkan dari kotoran itu ditiriskan hingga kadar airnya berkurang. Selain itu juga untuk menambah cipta rasa yang unggul udang rebon basah ini harus dikukus kurang lebih 5-10 menit. Selanjutnya, bi

Robot Trading, Disinyalir Banyak Oknum Bermain Untuk Mendapat Harta Ilegal

Surabaya - Akhir akhir ini, bisnis Trading nampak menjadi primadona. Bahkan dari bisnis ini, saat ini banyak Orang Kaya Baru (OKB) di Indonesia.  Sebenarnya tidak ada masalah jika tidak ada pelanggaran hukum didalamnya.  Dengan menjamurnya bisnis robot trading ini, maka banyak oknum yang sengaja bermain untuk mendapat harta dengan ilegal (tidak terdaftar dan tidak sesuai aturan OJK, red) dan berujung pada kasus hukum.  Seperti pada kasus robot trading Evortrad yang tengah disidangkan di Pengadilan Negri Malang.  Setelah pelimpahan kasusnya di Kejari Malang, maka disidangkanlah kasus ini dengan agenda awal pemeriksaan saksi-saksi.  Mengamati dari proses persidangan, nampak ada "Hukum Rimba" dalam bisnis ini. Artinya siapa yang kuat, dialah yang menang.  Menarik disimak, kasus sangkaan penipuan dilaporkan oleh beberapa orang member robot trading Evortrade dibawah PT. EVOLUSION PERKASA GROUP.  Anehnya, saat disidang, saksi pelapor mengaku tidak tahu apa apa. "K