Skip to main content

Jadi Saksi, Eks Dirut PT BSJ Beberkan Aliran Dana PT Sipoa

SURABAYA (Mediabidik) - Yudy Hartanto, mantan Direktur Utama (Dirut) PT Bumi Samudra Jedine (BSJ), secara tegas membantah adanya pengeluaran dana sebesar Rp120 miliar yang dilakukan oleh dirinya.

Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan perkara dugaan penipuan dan penggelapan PT Sipoa Group yang melibatkan Aris Bhirawa, Budi Santoso dan Klemens Sukarno Chandra sebagai terdakwa, Senin (4/2/2019).

"Saya ada bukti hasil internal audit, penerima diperiode Klemens Sukarno Candra sebesar Rp 97 M. Sedangkan sisanya Rp 64 M, diperiode saya dan Budi Santoso," tukas Yudy Hartanto saat dikonfirmasi setelah persidangan.

Yudy juga membantah terkait tudingan pengeluaran dana dari PT BSJ, Rp 77 M yang diduga penggunanya tidak sesuai dengan kepentingan pembangunan proyek apartemen Royal Avatar World (RAW) serta tanpa persetujuan Budi Santoso dan Klemens Sukarno Chandra.

"Itupun tidak berdasarkan fakta yang ada, semua pengeluaran uang di PT BSJ untuk kepentingan persiapan pembangunan proyek karena masih dalam tahap perencanaan. Semua itu diketahui dan atas persetujuan Budi Santoso, selaku CEO Perusahaan Sipoa Group," bebernya.

Yudy juga menjelaskan, pada bulan Juni dan Juli 2014, dirinya dan terdakwa Budi Santoso mendapatkan banyak berselisih faham. Salah satunya, terkait rencana penjualan unit Apartemen RAW yang rencananya akan dibangun 14 tower.

"Dia (Budi Santoso) selalu mengambil keputusan sendiri tanpa melibatkan saya. Penjualanya tidak terkumpul pada 1 atau 2 tower terlebih dahulu sampai habis tetapi selalu membuka tower-tower berikutnya sampai habis," ujar Yudi.

Ia pun menerangkan bahwa dirinya disuruh mundur dari jabatan dirut oleh Aris Birawa, pada 8 Nopember 2014. "Dan itu sepengetahuan Budi Santoso," lanjutnya.

Beredarnya pemberitaan adanya pengeluaran dana Rp162 M yang dituduhkan kepada Yudy Hartanto dengan rincian, Tee Teguh Kinarto dan Widjiono (PT Solid Gold Prima) Rp60 M, Widjono Nurhadi Rp20,2 M, Nurhadi Sunyoto Rp10,38 M, Harikono Subagyo Rp41,14 M dan Miftahul Royan (LDII) Rp31,1 M, Yudy berdalih hal tersebut tidak benar dan harus diklarifikasi.

"Adanya pemberitaan media yang menyebut saya mengeluarkan dana Rp 162 M itu tidak benar. Saya tidak pernah melakukan transaksi apapun dengan orang orang yang disebutkan namanya dipemberitaan tersebut," tukas Yudy saat dikonfirmasi setelah persidangan.

Untuk diketahui, Yudy Hartanto diperiksa sebagai saksi terkait aliran dana Sipoa Group yang menjerat tiga terdakwa Sipoa Group. Pada saat diperiksa, Yudi memberikan bantahan yang sama kepada majelis hakim serta penasihat hukum ketiga terdakwa. (opan)



Foto : Tampak Yudy Hartanto saat dihadirkan sebagai saksi pada persidangan yang digelar di PN Surabaya, Senin (4/2/2019). Henoch Kurniawan

Comments

Popular posts from this blog

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt

“NUUBON” Nugget Udang Rebon Kelurahan Sukolilo Baru, Hasil Karya Universitas Muhammadiyah Surabaya

SURABAYA - Pada tanggal 31 Juli 2022 tepatnya minggu kedua dari pelaksanaan KKN Universitas Muhammadiyah Surabaya tahun 2022, kelompok KKN Berdaya Sukolilo Baru telah berhasil melaksanakan program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat berupa sosialisasi inovasi produk baru yaitu demo pembuatan "Nugget Udang Rebon". Kegiatan demo inovasi produk baru ini dilaksanakan di halaman Kelurahan Sukolilo Baru. Dalam kegiatan ini dibagi menjadi 2 sesi, dimana sesi pertama adalah sosialisasi produk dan demo masak nugget udang rebon dan sesi kedua adalah sosialisasi pemasaran produk secara online.  Proses pembuatan nugget udang rebon ini cukup mudah tetapi untuk mengelola udang rebon sendiri apalagi yang masih basah membutuhkan waktu.  "Artinya udang rebon basah yang telah dibersihkan dari kotoran itu ditiriskan hingga kadar airnya berkurang. Selain itu juga untuk menambah cipta rasa yang unggul udang rebon basah ini harus dikukus kurang lebih 5-10 menit. Selanjutnya, bi

Robot Trading, Disinyalir Banyak Oknum Bermain Untuk Mendapat Harta Ilegal

Surabaya - Akhir akhir ini, bisnis Trading nampak menjadi primadona. Bahkan dari bisnis ini, saat ini banyak Orang Kaya Baru (OKB) di Indonesia.  Sebenarnya tidak ada masalah jika tidak ada pelanggaran hukum didalamnya.  Dengan menjamurnya bisnis robot trading ini, maka banyak oknum yang sengaja bermain untuk mendapat harta dengan ilegal (tidak terdaftar dan tidak sesuai aturan OJK, red) dan berujung pada kasus hukum.  Seperti pada kasus robot trading Evortrad yang tengah disidangkan di Pengadilan Negri Malang.  Setelah pelimpahan kasusnya di Kejari Malang, maka disidangkanlah kasus ini dengan agenda awal pemeriksaan saksi-saksi.  Mengamati dari proses persidangan, nampak ada "Hukum Rimba" dalam bisnis ini. Artinya siapa yang kuat, dialah yang menang.  Menarik disimak, kasus sangkaan penipuan dilaporkan oleh beberapa orang member robot trading Evortrade dibawah PT. EVOLUSION PERKASA GROUP.  Anehnya, saat disidang, saksi pelapor mengaku tidak tahu apa apa. "K