Skip to main content

Ahmad Dhani: Shafeea, Ini Perjuangan Ayah untuk Demokrasimu di Masa Depan

SURABAYA (Mediabidik) – Ada kejadian dramatis pada sidang Ahmad Dhani Prasetyo (ADP) yang digelar di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (26/2/2019).

Pentolan grup band Dewa 19 ini sempat menangis didalam ruang sidang sambil memegang kue ulang tahun dengan lilin menyala.

Ia sedih karena tidak menghadiri perayaan ulang tahun ke 8 tahun Shafeea Ahmad, anak sulung Dhani dari pernikahan dengan Mulan Jameela.

"Selamat ulang tahun anakku tercinta Shafeea Ahmad yang ke 8 tahun, maaf ayah tidak bisa hadir," ujar Dhani sambil meneteskan air mata tak bisa melanjutkan kata-katanya.

Sesaat kemudian, lantunan lagu selamat ulang tahun menggema dinyanyikan pendukung ADP. Bahkan saat berada di luar ruang sidang, ADP sempat mengungkapkan ekspresinya dengan meneriakan pesan kepada anaknya.

"Shafeea, ini adalah perjuangan ayah untuk demokrasimu dimasa depan," lantang Dhani.

Sedangkan dalam sidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmad Hari Basuki dari Kejati Jatim menghadirkan 4 saksi dari 7 saksi yang sebelumnya direncanakan hadir.

Keempat saksi itu antara lain, Edy Firmanto, Eko Pujianto (keduanya dari Koalisi Bela NKRI sebagai pelapor), Siti Rafika Ardiansari dan David Priyo Prasojo yang menjabat Kapolsek Tegalsari Surabaya.

Dalam sidang, saksi Eko sempat mencabut beberapa keterangannya dalam Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) di penyidik kepolisian. Salah satunya tentang keterangan isi materi kalimat ADP yang mengatakan 'orang-orang diluar sana idiot'.

Sedangkan saksi Edi mengaku sebagai koordinator lapangan Koalisi Elemen Bela NKRI. "Saat itu massa 500 sampai 1000 orang berada di Hotel Majapahit ingin mendesak Dhani untuk tak hadir dalam deklarasi #2019GantiPresiden. Ia juga meminta musikus Dewa itu meninggalkan Hotel Majapahit, dan Kota Surabaya lalu kembali ke Jakarta," terang Edi.

Namun, tiba-tiba vlog Dhani yang bermuatan kata idiot, tersebar hingga sampai ke telepon genggamnya. "Saya merasa dihina dan dilecehkan, saya bersama kawan-kawan yang di luar sana, terhina sekali, karena saya tidak idiot," kata dia.

Sedangkan kesaksian Siti, lebih meringankan posisi terdakwa. Sedangkan kesaksian David berkutat soal mekanisme pengamanan yang pihaknya lakukan.

Perwira polisi berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) ini juga mengakui saat melihat vlog ADP, saksi mengatakan tidak ada nama orang disebut ADP dalam vlog tersebut. Maupun koalisi Bela Negara sebagai pelapor.

"Tidak ada sebut nama," singkatnya.

Usai sidang, Aldwin Rahardian, penasehat hukum ADP mengatakan bakal melaporkan salah satu saksi yang dihadirkan dalam sidang kali ini. Saksi dianggap memberikan keterangan palsu.

Disamping itu, ia mengatakan dalam sidang kali ini terungkap fakta bahwa tidak ada nama yang disebut dalam vlog yang dibuat ADP. "Jelas tidak ada pidana yang dilakukan ADP. Syarat utama harus memenuhi unsur, wajib menyebutkan subjek hukumnya. Bahkan saksi mengakui pihaknya yang telah melanggar hukum," bebernya.

Sidang dilanjutkan Selasa (5/3/2019) pekan depan masih dnegan agenda mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan jaksa. "Rencanaya 7 saksi lagi pak hakim," ujar jaksa menjawab pertanyaan hakim.

Seperti berita sebelumnya, kasus ini dilaporkan oleh Koalisi Bela NKRI ke Polda Jatim. Ia dituduh mengucapkan ujaran kebencian dengan menyebut kelompok penolak deklarasi #2019 Ganti Presiden di Surabaya dengan kata-kata "Idiot".

Kata-kata idiot, diduga diucapkan Ahmad Dhani saat nge-vlog di lobi Hotel Majapahit Surabaya, Minggu, 26 Agustus 2018. Saat itu, politikus Partai Gerindra tersebut tertahan di hotel karena massa penolak deklarasi #2019 Ganti Presiden menggelar aksi penghadangan di depan hotel. Akibatnya, Dhani tidak bisa bergabung dengan massa deklarasi #2019 Ganti Presiden di Tugu Pahlawan. (opan)



Foto : Detik-detik Ahmad Dhani Prasetyo menangis dalam ruang sidang, Selasa (26/2/2019). Henoch Kurniawan

Comments

Popular posts from this blog

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt

“NUUBON” Nugget Udang Rebon Kelurahan Sukolilo Baru, Hasil Karya Universitas Muhammadiyah Surabaya

SURABAYA - Pada tanggal 31 Juli 2022 tepatnya minggu kedua dari pelaksanaan KKN Universitas Muhammadiyah Surabaya tahun 2022, kelompok KKN Berdaya Sukolilo Baru telah berhasil melaksanakan program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat berupa sosialisasi inovasi produk baru yaitu demo pembuatan "Nugget Udang Rebon". Kegiatan demo inovasi produk baru ini dilaksanakan di halaman Kelurahan Sukolilo Baru. Dalam kegiatan ini dibagi menjadi 2 sesi, dimana sesi pertama adalah sosialisasi produk dan demo masak nugget udang rebon dan sesi kedua adalah sosialisasi pemasaran produk secara online.  Proses pembuatan nugget udang rebon ini cukup mudah tetapi untuk mengelola udang rebon sendiri apalagi yang masih basah membutuhkan waktu.  "Artinya udang rebon basah yang telah dibersihkan dari kotoran itu ditiriskan hingga kadar airnya berkurang. Selain itu juga untuk menambah cipta rasa yang unggul udang rebon basah ini harus dikukus kurang lebih 5-10 menit. Selanjutnya, bi

Robot Trading, Disinyalir Banyak Oknum Bermain Untuk Mendapat Harta Ilegal

Surabaya - Akhir akhir ini, bisnis Trading nampak menjadi primadona. Bahkan dari bisnis ini, saat ini banyak Orang Kaya Baru (OKB) di Indonesia.  Sebenarnya tidak ada masalah jika tidak ada pelanggaran hukum didalamnya.  Dengan menjamurnya bisnis robot trading ini, maka banyak oknum yang sengaja bermain untuk mendapat harta dengan ilegal (tidak terdaftar dan tidak sesuai aturan OJK, red) dan berujung pada kasus hukum.  Seperti pada kasus robot trading Evortrad yang tengah disidangkan di Pengadilan Negri Malang.  Setelah pelimpahan kasusnya di Kejari Malang, maka disidangkanlah kasus ini dengan agenda awal pemeriksaan saksi-saksi.  Mengamati dari proses persidangan, nampak ada "Hukum Rimba" dalam bisnis ini. Artinya siapa yang kuat, dialah yang menang.  Menarik disimak, kasus sangkaan penipuan dilaporkan oleh beberapa orang member robot trading Evortrade dibawah PT. EVOLUSION PERKASA GROUP.  Anehnya, saat disidang, saksi pelapor mengaku tidak tahu apa apa. "K