Skip to main content

Pakde Karwo Beri Sangsi Teguran Dua ASN Tak Netral

SURABAYA (Mediabidik) - Dugaan adanya dua ASN (aparatur sipil negara) yang diindikasi tidak netral, dengan beredarnya foto pejabat Pemprov Jatim yang mengacungkan salam dua jari, sekaligus adanya komentar dari akun @setiajit1961 yang diketahui milik Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur, yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Jombang, Yang ikut memberikan komentar pada foto tersebut, dengan tulisan "Toooop menang mutlak," tulisnya di kolom komentar.

Gubernur Jatim Soekarwo menuturkan pihaknya sudah meminta kepada kedua ASN itu untuk memberikan surat pernyataan atau penjelasan atas apa yang di lakukan, Fattah Jasin yang ada dalam foto sudah memberikan penjelasan yakni saat itu posisi ada di guru spiritualnya dan diajak foto, sebagai wujud penghormatan Fattah mengikuti apa yang menjadi ajakan gurunya tapi hanya sebatas pada posisi itu sebagai penghormatan Fattah kepada gurunya, jika tidak melakukan sangat tidak pantas.  

"Fattah tetap konsisten atas netralitasnya, dan saat itu terbawa suasana, sehingga harus mengikuti, selain itu juga ada pak imam utomo juga, jadi Fattah harus mengikuti suasana yang ada, tapi dengan tegas Fattah menyampaikan tetap konsisten menjaga netralitasnya,"ungkap Gubernur yang akrab dipanggil Pakde Karwo ini.

Gubernur dua periode ini menegaskan, sampai detik ini hanya Fattah Jasin yang sudah memberikan pernyataan dan tetap konsisten memegang netralitasnya, sedangkan satu ASN yakni Setiajit Kepala Disnakertrans Jatim yang mengometari foto tersebut sampai detik ini belum memberikan penjelasan atas komentar yang diunggah di medsos. 

"Padahal saya sudah menelepon langsung pada Setiajit dan menanyakan bagaimana perasaan anda saat berkomentar, tapi sampai saat ini belum memberikan jawaban atas sikapnya," ungkap pakde karwo.

Pakde mengatakan sampai saat ini Setiajit belum memberikan pernyataan atau penjelasan atas apa yang dilakukan. "Sampai saya ini belum ada penjelasan, padahal saya pasti akan ditanya oleh Menpan RI," ujarnya.

Pakde karwo menuturkan, pihaknya sebagai Gubernur tetap melakukan proses administrasi dengan memberikan peringatan kepada keduanya, sesuai aturan yang ada, untuk saat ini yang diberikan adalah peringatan satu. (RoHa)

Comments

Popular posts from this blog

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh

Oknum Staf Kecamatan Dukuh Pakis Pungli KTP, KK dan Akte Kelahiran Rp 8.2 Juta

SURABAYA (Mediabidik) – Mahalnya biaya untuk pengurusan KTP, KK dan Akte Kelahiran, itulah yang terjadi di kecamatan Dukuh Pakis Surabaya yang dialami oleh Sri Wulansari warga asal Kediri. Hanya ingin pindah tempat menjadi warga Surabaya dia harus mengeluarkan biaya Rp 8.2 juta kepada oknum staf kecamatan Dukuh Pakis yang bernama Sugeng, hanya menulis nama, alamat, tempat tanggal lahir dan nama orang tua di kertas kosong dia sudah mendapatkan KTP dan KSK Surabaya tanpa harus membawa surat pindah tempat dari Dispenduk Capil Kediri. Hal itu disampaikan Andi kerabat dari Sri Wulandari saat ditemui di kantor Humas pemkot Surabaya, Selasa (5/12) mengatakan, hanya dengan menyerahkan nama, tempat tanggal lahir dan orang tua sudah dapat KTP dan KSK Surabaya. "Untuk data cabut bendel dari Dispenduk capil dari Kediri tidak perlu, cukup hanya mengisi data nama, tempat tanggal lahir dan nama orang tua, janjinya seminggu jadi, ternyata sebulan lebih baru jadi. Untuk pembua