Skip to main content

Dishub Surabaya Uji Coba Aplikasi Go Parkir

SURABAYA (Mediabidik) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya mulai melakukan uji coba dan sosialisasi aplikasi Go Parkir yang dapat memudahkan para pengendara dalam mencari tempat parkir. Aplikasi terbaru yang dapat didownload melalui playstore ini, diberlakukan dan bisa digunakan mulai 7 April 2018.
Kepala UPTD Tempat Parkir Khusus Dishub Surabaya, Heri Setiawan mengatakan aplikasi Go Parkir ini terdapat beberapa fitur yang bisa digunakan. Pertama fitur maps (peta) yang dapat digunakan oleh pengguna untuk melihat titik parkir terdekat dengan lokasi secara realtime.
Fitur kedua parking slot, fitur ini memungkinkan pengguna untuk melihat slot parkir yang tersedia saat itu, dan dapat melakukan pemesanan parkir. Fitur ketiga pemesanan parkir, pemesanan slot parkir dapat dilakukan 1 jam sebelum kedatangan dan maksimal pemesanan parkir inap 14 hari.
"Sedangkan untuk pembayarannya, dapat dilakukan secara tunai maupun non-tunai dengan transfer ke bank, bisa ke bank BCA, BRI, BNI, Mandiri, dan Bank Jatim," kata Heri ditemui di ruang kerjanya, Rabu (11/4/2018).
Heri pun menjelaskan cara menggunakan aplikasi itu, setelah download aplikasi Go Parkir, lalu tinggal dibuka aplikasi Go Parkir itu, cari lokasi parkir terdekat dan melakukan pemesanan, setelah itu masukkan plat nomor dan pilih slot parkir, masukkan lama waktu parkir dan alamat bila menggunakan jasa penjemputan.
Lalu, pilih metode pembayaran, tekan tombol booking apabila data benar, dan segera upload bukti transfer untuk menyelesaikan pesanan. Setelah itu, tinggal tunjukkan barcode kepada petugas parkir. "Sedangkan untuk tarif parkirnya, sementara ini masih flat, yaitu roda 2 Rp 2000 dan roda 4 Rp 5000. Jadi, mudah banget prosesnya," ujarnya.
Menurut Heri, Go Parkir ini bisa digunakan di 13 lokasi tempat parkir khusus, yaitu di Gedung Siola yang dapat menampung 244 mobil dan 650 sepeda motor, Balai Pemuda dapat menampung 50 mobil dan 500 sepeda motor, Tugu Pahlawan dapat menampung 50 mobil dan 50 sepeda motor, THP Kenjeran Utara dapat menampung 20 Bus dan 150 mobil serta 250 sepeda motor, THP Kenjeran Selatan dapat menampung 65 mobil dan 450 sepeda motor.
Selain itu, di Conventional Hall dapat menampung 200 mobil dan 400 sepeda motor, Religi Ampel menampung 53 Bus dan 150 sepeda motor, RS Soewandi menampung 150 sepeda motor, UPTSA menampung 24 mobil dan 90 sepeda motor, Dinas Kesehatan menampung 50 mobil dan 50 sepeda motor, Lapangan Hoki menampung 10 mobil, Lorong Gedung Siola menampung 250 sepeda motor, dan Park And Ride Mayjen Sungkono menampung 3 bus dan 115 mobil serta 120 sepeda motor.
"Gedung Park and Ride di Mayjen Sungkono ini menjadi pilot project utama kami dalam Go Parkir," kata dia.
Namun begitu, sejak diuji coba mulai tanggal 7 April 2018, baru empat lokasi tempat parkir khusus yang bisa digunakan oleh para pengguna parkir. Empat lokasi itu di Tugu Pahlawan, Gedung Balai Pemuda, UPTSA dan Park and Ride Mayjen Sungkono. "Baru mulai Senin, 16 April 2018 nanti, Go Parkir itu bisa digunakan di 13 lokasi parkir khusus," tegasnya.
Heri juga memastikan, ke depannya akan terus mengembangkan aplikasi Go Parkir itu, termasuk pula lokasi-lokasinya. Bahkna, Dishub juga berencana menggandeng penyelenggara parkir swasta untuk dimasukkan ke Go Parkir, supaya dapat menginformasikan kapasitas slot parkir yang tersedia bagi para pengguna parkir.
"Hal ini sebagaimana tertuang dalam perubahan perda 1 tahun 2009 yang saat ini sudah dikirim ke Provinsi Jatim," kata dia.
Heri menambahkan, sejak dilakukan uji coba pada 7 April 2018 hingga Rabu kemarin, (11/4/2017), sudah ada sebanyak 133 pengguna yang memanfaatkan Go Parkir ini. Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah seiring dengan sosialisasi dan publikasi yang semakin digencarkan oleh Dishub Surabaya.
"Harapannya, dengan aplikasi ini bisa mendongkrak nilai Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun 2018. Tahun 2017 target pendapatan sebesar 4,375 miliar, di tahun 2018 kami targetkan 4,810 miliyar," pungkasnya. (pan)


Comments

Popular posts from this blog

5 Tanaman Unik Mirip Alat Kelamin Manusia

Tentunya, setiap orang pernah mengalami fenomena psikologis yang mengibaratkan suatu benda terlihat seperti obyek lain. fenomena psikologis tersebut juga muncul di dunia tumbuh-tumbuhan. Dalam Wikipedia, arti dari pareidolia adalah fenomena psikologis yang mengikutsertakan stimulus samar dan acak yang akhirnya diartikan sendiri oleh orang yang melihat atau mendengarnya. Banyak kasus-kasus paredolia yang cukup terkenal dan menghebohkan dunia, contohnya saja 5 Bentuk Hewan Yang Mirip Penis yang pernah diposting sebelumnya. Namun, apabila dikerucutkan ke dalam dunia tumbuh-tumbuhan, ada beberapa bentuk dari bunga, buah atau juga bagian dari tumbuhan yang ternyata dapat disalahartikan karena mirip dengan organ-organ vital pria dan wanita. Memang akan ada perdebatan yang mengatakan bahwa bentuk-bentuk tumbuhan tersebut tidak mirip, namun ada pula yang akan mengatakan bahwa memang ada kemiripan dari segi bentuknya secara sekilas. Berikut  5 Tanaman Unik Yan

Warga Pengampon Dapati Money Politik Dari Pendukung Paslon No 01

Mediabidik.com - Beberapa jam menjelang coblosan Pilkada Surabaya 2020, praktik politik uang mulai terjadi. Seperti yang disampaikan Muhammad Rosul, salah satu warga Pengampon, kelurahan Bongkaran, mengungkapkan dirinya mendapatkan dua amplop berisi uang untuk mencoblos paslon nomor urut 01. "Saya dapat dua amplop dari Pak Sugeng, ia tetangga saya yang menjadi tim sukses 01," kata Rosul Selasa malam (8/12/20). "Di rumah saya ada empat suara, sekarang masih dikasih dua, nanti katanya mau dikasih lagi dua kekurangannya," lanjutnya.  Rosul menambahkan, Sugeng tidak tahu jika dirinya adalah pendukung Machfud Arifin-Mujiaman. Selama ini memang tidak terlalu aktif dalam proses pilwali karena sibuk mengurusi tokonya yang ada di Pasar Pecindilan.  "Kampung saya memang banyak pendukung 01, yang mengkoordinir ya Pak Sugeng itu. Saya cek ke tetangga, semuanya diberi amplop, masing-masing berisi uang Rp 30 ribu," lanjutnya.  Rosul menyatakan akan melaporkan temuan te

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt