Skip to main content

DPRD Jatim Desak Manajemen PT PWU Jatim Bertanggungjawab

SURABAYA (Mediabidik) -  DPRD Jatim tampaknya gerah juga terkait kegagalan PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim dalam mengembangkan bisnisnya di sector pembangunan jalan tol di wilayah Legundi-Bunder-Manyar.

Pasalnya, tak hanya satu kali ini saja PT PWU Jatim gagal dalam mengembangkan usahanya disektor bisnis aslinya dibidang property. Sebelum melangkah ke pembangunan jalan tol, BUMD milik Pemprov Jatim tersebut juga mengembangkan usahanya dengan pembangunan apartemen Frontage yang pembangunannya juga dinilai bermasalah.

Anggota Komisi C Sahat Tua Simanjuntak mengatakan pihaknya akan minta pertanggungjawaban manajemen PT PWU Jatim yang gagal mengembangkan bisnis usahanya disektor lain."Seharusnya ada bisnis plant sebelum melakukan investasi disektor lain. Saya kira mereka tak konsisten dengan bidang usahanya,"ungkapnnya di DPRD Jatim, Kamis (12/4).

Sahat Tua Simanjuntak mengatakan tak hanya itu, pihak PT PWU Jatim juga tak pernah terbuka dengan DPRD Jatim  terlebih dengan Komisi C DPRD Jatim selaku mitra pengambil kebijakan. " Seharusnya kami diberitahu bisnis plan nya. Bukan setelah ada masalah baru minta dukungan DPRD Jatim. Manajemen PT PWU Jatim harusnya mengedepankan Prudential invest principel (Asas kehati-hatian dalam berinvestasi),"sambung pria asli Surabaya ini.

Sahat juga keberatan adanya statemen dirut PT PWU Jatim Basanto Yudoyoko yang menyebut adanya keterlibatan secara tak langsung gubernur Jatim Soekarwo dalam mengambil keputusan untuk pengembangan usaha di sector jalan tol.

" Saya tak percaya gubernur minta agar PT PWU Jatim berinvestasi di sektor jalan tol. Jangan pakai-pakai nama gubernur untuk menutupi kesalahan. Gubernur terlepas dari keputusan manajemen untuk melakukan investasi di jalan tol,"jelasnya.

Sahat bahkan dengan nada tinggi minta agar manajemen PT PWU Jatim bertanggungjawab atas kegagalan proyek yang pengembangan usaha yang dilakukan manajemen. " Dalam pembangunan jalan tol sudah ditanam investasi awal senilai Rp 2 T. Walaupun asset dan keuangan PT PWU Jatim asset Pemprov yang dipisahkan sesuai UU PT, namun kami minta pertanggungjawaban dari manajemen,"jelasnya.

Sahat mengingatkan manajemen PT PWU Jatim untuk tak seenaknya melakukan investasi diluar bisnis utamanya."Target Penerimaan PAD yang ditetapkan tiap tahun selalu ditingkatkan, dan PT PWU Jatim selalu minta di turunkan target penyetoran PAD  dengan alasan ekonomi dan lain-lain. Lha sekarang justru melakukan investasi yang PAD nya kembali butuh jangka panjang. Mereka tak konsisten dalam mengelola bisnisnya,"tandasnya dengan geram.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim tampaknya salah strategi dalam pengembangan usaha disektor pembangunan jalan tol. Pasalnya, rencana investasi dengan menggandeng PT Waskita Karya untuk membangun tol Legundi-Bunder- Manyar membengkak dari anggaran Rp 8 Triliun menjadi Rp 12, 7 Triliun.

" Pembengkakan tersebut disebabkan karena kami juga diminta oleh Kementerian melalui PT Waskita Karya untuk berinvestasi juga di pembangunan Tol di Sumatera. Tentunya bagi kami ini memberatkan dan tidak menguntungkan bagi bisnis PT PWU Jatim, "ungkap Dirut PT PWU Jatim Basanto Yudoyoko saat ditemui di Surabaya, Kamis (12/4).

Basanto mengatakan saat ini pihaknya sedang meminta dukungan kepada pihak DPRD Jatim untuk menempuh berbagai hal termasuk lewat jalan hukum agar bisa terlepas perjanjian pembangunan tol di Sumatera tersebut.(RoHa)

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Persiapan PON XXI 2024, KONI Jatim Evaluasi dan Finalisasi Atlet dan Pelatih

SURABAYA|Mediabidik.Com – Komite Olahraga Nasional Indonesia Jawa Timur (KONI Jatim), melakukan evaluasi dan finalisasi atlet dan pelatih, persiapan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 Aceh-Sumatera Utara.  Evaluasi dan finalisasi atlet serta pelatih ini, dilakukan dengan melakukan pemanggilan terhadap cabang olahraga (cabor) penghuni Puslatda. Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil mengatakan, kegiatan ini fokusnya adalah untuk mengonfirmasi persiapan terakhir seluruh cabor sebelum PON XXI digelar pada September nanti. Dari hasil itu, nantinya KONI Jatim akan menelaah lebih dalam terkait peluang cabor di PON. "Khan ada hasil akhir (pertandingan), track record anak-anak tercatat beberapa kali kemenangan, prestasi, dan tingkat kemenangannya pada level apa," kata Nabil, pada Selasa 9 Juli 2024.  Karena itu, dalam finalisasi ini, KONI Jatim akan mengonfirmasi dan membandingkan dengan data tes fisik dan hasil prestasi yang ada untuk menentukan nama atlet yang dipasti...

Ketua KONI Jatim: Triathlon akan Dipertandingkan di PORPROV 2025

SURABAYA|Mediabidik.Com – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Jawa Timur (KONI Jatim) Muhammad Nabil mengumumkan, bahwa triathlon akan menjadi salah satu cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX/2025 di Malang Raya. Dalam pernyataannya, M Nabil menekankan pentingnya multi ajang ini, sebagai sarana rekrutmen atlet menjelang SEA Games 2025 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).  "Sudah saya pastikan, bahwa triathlon akan dipertandingkan di Porprov Malang Raya. Ini adalah langkah strategis untuk rekrutmen, agar kita bisa mempertahankan atau bahkan meningkatkan prestasi yang ada," ujar M Nabil, pada acara pelantikan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Jatim, di Surabaya, Sabtu (2/11/2024) siang. Untuk mencapai tujuan tersebut, KONI Jatim meminta Ketua Pengprov FTI Jatim Anastasia Kirana membuat triathlon makin semarak...