Skip to main content

Ketua Fraksi di DPRD Jatim Meninggal, dr Agung : Saya Bersaksi, Beliau Orang Baik


Mediabidik.com
- Tidak hanya dikenal sosok yang baik, Hj. Sri Subiati, S.E juga dikenal sebagai sosok yang sangat lentur dan tidak kaku dalam memimpin fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Timur.

Hal ini diungkapkan Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi Demokrat, dr Agung Mulyono, Senin (9/8/2021). Menurutnya, sosok almarhumah ketua fraksinya sangat baik. 

"Kami kehilangan sosok yang sangat baik. Saya bersaksi bu Anti orangnya baik sekali," katanya.

Almarhumah Sri Subiati atau yang akrab disapa Bunda Anti merupakan Bendahara DPD Demokrat Jatim, sekaligus Ketua fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim.

Figur politisi senior tiga periode menjadi anggota legislatif itu dinilai dr Agung sangat mengayomi. Tak ayal, kepergian sosok Bunda Anti ini menjadi duka mendalam terutama bagi kalangan Demokrat Jatim.

"Beliau mengayomi anggotanya, Orangnya suka yang simple tidak ruwet bikin pusing. Selamat jalan Bu Anti, akan Ku kenang perjunganmu untuk partai tercinta," ungkap dr Agung. 

Politisi kelahiran Banyuwangi ini menyampaikan, atas nama Fraksi Partai Demokrat menyampaikan permohonan maaf jika selama ini Bu Anti pernah melakukan kesalahan.

"Mudah-mudahan amal ibadahnya diterima dan ditempatkan di sisi-Nya. Karena saya saksinya beliau orang baik," tuturnya. 

Sri Subiati telah menjadi anggota DPRD Jatim sejak 2009 lalu. Sri Subiati pun menjadi satu-satunya perempuan di Fraksi Partai Demokrat. (rofik)

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh

Dampak Cuaca Ekstrem, Dewan Desak Pemkot Monitoring Seluruh Papan Reklame

Mediabidik.com - Anggota Komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni meminta kepada tim reklame pemkot Surabaya, supaya melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keberadaan seluruh papan reklame di Surabaya. Monitoring dan evaluasi itu penting dilakukan untuk mengantisipasi papan reklame yang roboh akibat cuaca ekstrem. "Monitoring itu untuk mengetahui papan reklame yang tidak berijin atau masa berlaku ijinnya sudah habis" jelasnya disela acara pertemuan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Surabaya di gedung baru DPRD Surabaya, Selasa (07/01/2020). Thoni menegaskan Satpol PP harus tegas melakukan penertiban terhadap papan reklame yang ilegal itu. "Kami mendesak Satpol PP potong reklame ilegal. Kami banyak menerima informasi masyarakat akan keberadaan papan reklame yang tidak berijin" tegasnya. Pria yang juga menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar ini menekankan, kalau penertiban itu perlu dilakukan, pasca peristiwa pohon tumbang yang mengakibatkan 2 korban meni

Tahun Depan, RS BDH Dilengkapi Fasiltas Medician Nuklir

SURABAYA (Mediabidik) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mematangkan desain dan konsep fasilitas kedokteran nuklir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bhakti Dharma Husada (BDH). Bahkan, pemkot sudah menargetkan tahun 2020 nanti, rumah sakit itu sudah dilengkapi fasilitas tersebut. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan menurut data selama ini, pasien-pasien yang membutuhkan penanganan selalu keluar kota, terutama pasien penyakit kanker. Sebab, di Surabaya hanya ada di RSU Dr Soetomo. Makanya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta Dinkes untuk menyediakan fasilitas kedokteran nuklir ini demi warga Kota Surabaya. "Itu lah mengapa kita buat kedokteran nuklir ini, supaya warga Surabaya tidak perlu keluar kota untuk mendapatkan pelayanan ini," kata kata Feni-sapaan Febria Rachmanita saat jumpa pers di kantor Humas Pemkot Surabaya, Rabu (23/10/2019). Menurut Feni, jumlah pederita penyakit kanker payu darah tahun 2018 mencapai 5.63