Skip to main content

Dewan Desak Pemkot Usut Tuntas Dalang Pembakaran Stadion GBT

SURABAYA (Mediabidik) - Insiden pembakaran stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya pasca kekalahan Persebaya melawan PSS Sleman, Selasa (29/10/19) kemarin, sangat disayangkan anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Buchori Imron.

Ia mengatakan, Pemkot Surabaya harus melaporkan ke pihak kepolisian soal pembakaran GBT, siapa dibalik pembakaran dan pengrusakan GBT yang merupakan stadion kebanggan arek-arek Suroboyo.

"Ini harus diusut tuntas, karena pembakaran dan pengerusakan stadion jelas perbuatan kriminal." ujarnya kepada wartawan di gedung DPRD Kota Surabaya, Rabu (30/10/19).

Ia menambahkan, Dewan mendesak Pemkot Surabaya untuk masalah pembakaran GBT jangan dibiarkan lepas dari jeratan hukum. 

Dan jika pihak penegak hukum tidak mengusut tuntas siapa pelaku pembakaran GBT, maka akan menjadi preseden buruk bagi dunia olah raga sepakbola, terutama di Surabaya.

Buchori Imron kembali mengatakan, anggaran untuk perbaikan gedung GBT saja hampir Rp100 miliar, dengan rincian Rp30 miliar untuk perbaikan akses jalan menuju GBT, dan Rp30 miliar untuk fasilitan didalam stadion.

Dengan anggaran perbaikan sebesar itu, maka jika ada oknum yang merusak GBT maka kami meminta Pemkot segera melakukan pelaporan ke penegak hukum, dan harus diusut tuntas siapa dalang dibalik pengrusakan dan pembakaran di stadion GBT.

"Apalagi nanti GBT akan digunakan sebagai ajang piala dunia U20, tentu menjadi kebanggaan warga kota Surabaya. Nah kalau dirusak seperti ini, citra Kota Surabaya dimata dunia akan negatif." ungkapnya. (pan)

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Terima Rombongan DPRD DIY, Ketua DPRD Ajak Kunjungi Rumah Bung Karno

Mediabidik.com - Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono menerima kunjungan Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (4/2/2020) Kedua belah pihak mendiskusikan sinergi DPRD dengan media massa dalam memperkuat Demokrasi Pancasila. Turut dalam rombongan DPRD DIY adalah puluhan wartawan dari berbagai media massa.  Dalam kunjungan itu, tamu dari Kota Gudeg juga singgah dan melihat rumah kelahiran Bung Karno di Peneleh. Juga, rumah peninggalan HOS Tjokroaminoto, tempat indekos Soekarno muda bersama tokoh-tokoh pergerakan yang lain.  "Kota Surabaya dan Yogyakarta punya kesamaan. Surabaya tempat Bung Karno lahir, 6 Juni 1901, yang kemudian menjadi Bapak Bangsa sekaligus Presiden ke-1 Republik Indonesia. Dan, Yogyakarta tempat kelahiran Presiden ke-5 Ibu Megawati Soekarnoputri," kata Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Kota Surabaya. Rombongan DPRD DIY dipimpin Eko Suwanto, Ketua Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan. Men...