Skip to main content

Sebagai Narasumber di HUT BIDIK ke 20, Eko Pamuji Ingatkan Pentingnya UKW

SURABAYA (Mediabidik) - 20 tahun memperingati perjalanannya menjadi sebuah industri media, PT Pulitzer Indonesia Media (PIM), yang menaungi BIDIK online dan cetak, menggelar kegiatan bertajuk "Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut" di Taman Dolan, Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, Sabtu (26/10/2019).

Pada kegiatan kali ini, hadir sebagai narasumber, Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Eko Pamuji yang diundang secara khusus untuk mengedukasi wartawan BIDIK terkait pentingnya mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

"Saya ucapkan, Selamat Ulang Tahun buat BIDIK yang ke-20, semoga selalu menjadi media online yang independen, yang akurat dan mencerdaskan pembacanya," ucap Eko Pamuji.

Pria kelahiran Tulungagung 1967 ini lalu menjelaskan tentang UKW. Menurutnya, ada 3 hal penting yang wajib dimilik seorang jurnalis atau wartawan, yakni Profesional, Berwawasan dan Beretika. 

"Ada tiga hal yang harus dimiliki oleh seorang wartawan, yakni profesional, mempunyai wawasan dan juga harus beretika," imbuhnya.

Terkait profesionalisme, seorang wartawan harus mempunyai naluri jurnalistik, mampu melakukan penulisan berita (kemampuan utama wartawan) yang sesuai dengan kaidah bahasa jurnalistik, yakni bahasa pers atau bahasa media. 

"Ciri bahasa pers itu padat (ringkas), lugas (sederhana), dan mudah dipahami," terang Eko.

Tak hanya itu, wawasan seorang jurnalis haruslah luas. Harus selalu meng-update segala informasi yang terbaru. "Wartawan tidak boleh kuper (kurang pergaulan). Harus update terus. Jangan sampai seperti katak dalam tempurung, hanya jago kandang," terangnya.

Sedangkan terkait etika dalam melakukan tugas-tugas jurnalistiknya, seorang wartawan haruslah memenuhi kode etik jurnalistik yang telah diatur dalam UU Pers.

Eko juga sedikit membocorkan ujian yang menyangkut tentang jejaring. Disini Eko menjelaskan, yang dimaksud jejaring adalah wartawan yang melakukan liputan tentulah memiliki narasumber. Dan narasumbernya inilah yang nantinya yang membuktikan bahwa wartawan tersebut memiliki jaringan. 

"Nanti di UKW, teman-teman akan disuruh menyetorkan sekitar 20 nama narasumber. Disitu akan disuruh oleh penguji untuk menghubungi satu persatu, jika tidak bisa dihubungi, pasti tidak lulus," ungkapnya.

Namun, Eko juga memberikan salah satu trik menyiasati hal tersebut yakni dengan cara H-1 menghubungi ke duapuluh nara sumber tersebut. 

"Untuk menyiasati, H-1 kita hubungi semua narasumber kita. Sampaikan kepada mereka, temen-temen lagi ujian. Minta tolong diangkat teleponnya jika penguji yang menghubungi," pungkas Eko. 

Usai memberikan materi, seluruh wartawan BIDIK berkesempatan berfoto bersama Eko Pamuji. 

Sementara Ketua panitia pelaksanaan, M. Rokhim, menyampaikan bahwa kegiatan yang digelar saat ini, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan jurnalistik wartawan BIDIK di era milenial.

"Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan dengan lancar dan mudah-mudahan bermanfaat bagi rekan-rekan wartawan BIDIK. Kami sebagai panitia tak lupa mengucapkan terima kasih atas kehadiran rekan-rekan," kata Rokhim.

Untuk diketahui, kegiatan ini tak hanya terkait pelatihan saja. Akan tetapi, juga ada gelaran acara santunan anak yatim sekitar tempat diklat di Taman Dolan.(pan)

Foto : Eko Pamuji Seketaris PWI Jatim foto bareng dengan wartawan BIDIK usai acara. 

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

PWI Malang dan PWI Surabaya Gelar Silaturahmi Melalui Fun Football

SURABAYAIMediiabidik.Com - PWI Malang Raya dan PWI Seksi Surabaya menggelar silaturahmi dalam pertandingan Fun Football di area lapangan sekitar Stadion Gajayana, Kota Malang, Jum'at (27/9). Pertandingan digelar di lapangan mini soccer yang melibatkan delapan orang pemain termasuk kiper. Meskipun lapangan basah karena baru diguyur hujan tapi tak menyurutkan semangat para wartawan untuk menjalin silaturahmi di lapangan hijau. Bermain tiga babak dalam satu babak yang dibatasi waktu 15 menit pertandingan berjalan dengan hangat. Awalnya tim tuan rumah kebobolan terlebih dahulu, namun kemudian mampu disamakan dan dibalas unggul. Tim PWI Malang Raya mampu mencetak tiga gol. Sementara tim tamu PWI Surabaya hanya mencetak sebiji gol. Sehingga skor kemenangan 3-1 untuk tim tuan rumah. Ketua PWI Malang Raya, Cahyono mengapresiasi acara silaturahmi antar rekan wartawan di Jatim ini. Dengan demikian wartawan bisa saling kenal satu sama lain. Selain itu dia menuturkan pertandingan ...

Persiapan PON XXI 2024, KONI Jatim Evaluasi dan Finalisasi Atlet dan Pelatih

SURABAYA|Mediabidik.Com – Komite Olahraga Nasional Indonesia Jawa Timur (KONI Jatim), melakukan evaluasi dan finalisasi atlet dan pelatih, persiapan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 Aceh-Sumatera Utara.  Evaluasi dan finalisasi atlet serta pelatih ini, dilakukan dengan melakukan pemanggilan terhadap cabang olahraga (cabor) penghuni Puslatda. Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil mengatakan, kegiatan ini fokusnya adalah untuk mengonfirmasi persiapan terakhir seluruh cabor sebelum PON XXI digelar pada September nanti. Dari hasil itu, nantinya KONI Jatim akan menelaah lebih dalam terkait peluang cabor di PON. "Khan ada hasil akhir (pertandingan), track record anak-anak tercatat beberapa kali kemenangan, prestasi, dan tingkat kemenangannya pada level apa," kata Nabil, pada Selasa 9 Juli 2024.  Karena itu, dalam finalisasi ini, KONI Jatim akan mengonfirmasi dan membandingkan dengan data tes fisik dan hasil prestasi yang ada untuk menentukan nama atlet yang dipasti...