Ads (728x90)

8SURABAYA (Mediabidik) - Guna mempercepat pembangunan fasilitas kedokteran nuklir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bhakti Dharma Husada (BDH) yang ditargetkan akan beroperasi pada Desember 2020 tahun depan.

Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) terus mematangkan basic design dan hal hal yang diperlukan untuk proses lelang.

Iman Krestian Kabid Bangunan Gedung DPRKPCTR mengatakan, memang kita saat ini masih tahap perencanaan untuk pembuatan basic design dokumen lelang design and build. Saat ini sudah didampingi oleh Batan dan Bapeten bahkan dokumennya sendiri yang membuat Prof Basuki dari  Hasan Sadikin Bandung yang sudah berpengalaman dalam masalah itu.

"Jadi, intinya kalau kita dari awal sudah bermasalah dari perijinan, kita tidak akan bisa memaksimalkan ini. Kita harus ada pendampingan intensif dari Batan dan Bapeten yang menjamin tidak ada kebocoran dan dampak negatif kelingkungan," terang Iman kepada media ini, Rabu (24/10/2019).

Masih menurut Iman menjelaskan, rencana akan dilelang akhir tahun. Akhir tahun itu kita mulai managemen konstruksinya dulu, setelah managemen konstruksi Januari di kontrak selama sebulan. Februari kita mulai lelang untuk konstruksinya design and build.

"Februari butuh waktu dua bulan, Februari, Maret, April sekitar Mei sudah ada pemenang lelangnya. Maksimal bula Juni mereka pelaksanaan sampai batas waktu akhir tahun," jelasnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, ini pekerjaan single years bukan multi years, dengan luas lahan 800 m2 bangunan tiga lantai dengan luas 2400 m2. 

"Lokasinya samping RS BDH, dilokasi mushola saat ini, musholla dibongkar dan disediakan yang baru dulu. Bersamaan jadi pararel, akhir 2020 selesai.Anggarannya Rp 30 milliar untuk konstruksi dan Rp 80 milliar untuk peralatan," paparnya. (pan)

Foto : Iman Krestian Kabid Bangunan Gedung DPRKPCKTR

Post a comment