Skip to main content

Hearing Dengan BUMD, Kinerja PD Pasar Jadi Sorotan

SURABAYA (Mediabidik) – Hearing yang digelar Komisi B DPRD Surabaya bersama sejumlah Direktur Utama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Surabaya.

Antara lain, PD Pasar, PDAM Surya Sembada, PDTS Kebun Binatang, Bank Jatim, dan PT BPR Kota Surabaya.

"Tadi Mereka (BUMD) menyampaikan kinerjanya kepada kita, tetapi belum membawa data-datanya ," ujar Luthfiyah Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Senin (07/10/2019) siang.

Meski demikian, Politisi Gerinda ini mengatakan, akan mengundang kembali satu persatu, karena KUA PPS nya sudah masuk.

"Kita akan undang semua satu per satu dan kita teliti datanya, kalau sekarang hanya menyampaikan presentasi saja," katanya.

Untuk itu, pihaknya akan lebih tahu mana sekiranya yang kreatif atau stagnan sehingga bisa tahu mana yang betul betul bekerja.

"Yang menjadi sorotan adalah kinerja PD Pasar," ungkapnya ditemui usai hearing.

Menurut Ia, karena PD Pasar bagian dari PAD ini dinilai merugi terus.

"PD Pasar ini merugi terus tentu sangat prihatin," ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya meminta, PD Pasar harus kreatif dan mau menerima masukan untuk merangkul semua UMKM, dan pegawainya harus juga ditatar.

"Kalau bisa kerja ya kerja, kalau tidak bisa kerja ya harus diganti orang yang punya kreatif dan inovatif,"

Selain PD Pasar, lanjut ia, PDAM dinilai lumayan bagus kinerjanya, namun cuma ada usulan kalau defident dari pemkot tidak diminta kemudian di modalkan lagi ke PDAM tentu akan spektakuler.

"Artinya membuat air siap minum semua bisa terpenuhi rata, tidak ada yang tidak dapat air," katanya.

Sementara itu, Dirut PDAM Surya Sembada Kota Surabaya Mujiaman Sukirno menyampaikan PDAM secara organisasi berjalan efekti dan efesien, dan PDAM juga punya peluang tumbuh yang cukup besar.

"Baik secara mandiri apalagi kalau mendapat dukungan dari DPRD maupun dari Wali Kota," katanya.

PDAM, menurut ia, perlu didukung karena air adalah hak rakyat dan kedua sebagai smart city maka seharusya smartwater kota Surabaya harus diwujudkan.

"Kerangka sudah kita buat semuanya dengan detail, kita siap menyajikan kepada Stakeholder baik itu masyarakat, pemilik, siapa saja yang berkepentingan ataupun pelanggan," paparnya.

Kedepan, lanjut ia menegaskan, PDAM agar mendapat dukungan untuk tumbuh berkembang dengan tujuan untuk meningkatkan kemanfaatan umum ikut memutar roda ekonomi dan memberikan kontribusi PAD.

"Untuk layanan sudah 9,9 % dan sisa 1 % melakukan terobosan terobosan MBR hampir gratis, bayarnya hanya 200 ribu rupiah," pungkasnya. (pan)

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Komisi B Dorong Pemkot Naikan APBD Surabaya Rp10 T

SURABAYA (Mediabidik) – Komisi B mendorong pemerintah kota (Pemkot) Surabaya untuk menaikan APBD 2019 naik menjadi Rp10 triliun. "Kemarin dari Rp9.9 triliun sekarang kita dorong menjadi Rp10 triliun," ujar Luthfiyah Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Rabu (02/10/2019) siang. APBD Rp10 triliun, Politisi Gerinda ini meminta Pemkot untuk mempersiapkan pembahasannya seperti apa untuk Rp10 triliun ini. "Akan kita tanyain mereka (pemkot) siap apa tidak, karena kita mendorong untuk kesana, insya allah kata mereka siap," paparnya. Untuk itu, pihaknya segera akan mengundang semua dinas - dinas terkait, untuk membahas APBD Rp10 triliun ini. "Untuk BUMD nya besok Senin kita diundang," pungkasnya. (pan) Foto : Ketua Komisi B DPRD Surabaya Lutfiyah