Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim masih terus menyisir kemungkinan adanya pemilih ganda. Hasil sementara, setidaknya ada 50 ribuan pemilih ganda yang sudah dibersihkan. 

Kendati demikian, Komisioner KPU Jatim Khoirul Anam mengatakan kondisi tersebut masih terus dilakukan penyisiran. Ini dikarenakan data tersebut terus bergerak, jadi tidak bisa dikatakan finalisasi berapa jumlahnya. Prinsipnya terus berupaya dibersihkan. 

"Data ganda sudah lakukan penyisiran. Ada banyak kasus memang yang benar-benar ganda," ujar Anam, Senin (9/4). 

Soal kategori ganda, lanjutnya, KPU punya dua kategori yaitu K1 dan K2. Dimana K1 merupakan nomor induk kependudukan (NIK), nama, tempat dan tanggal lahir ganda otentik. Sedangan K2 adalah nomor induk kependudukannya sama. 

"Itu kita sudah lakukan pembersihan," jelasnya. Dari temuan sementara ada yang ganda antar kelurahan dan antar kecamatan. 

Terlepas dari itu, Anam menyatakan bahwa data ganda ini masih terus bergerak. Jumlah 50 ribu pemilih yang telah dibersihkan masih kemungkinan besar terus bertambah. Sebab, proses berkependudukan itu adalah data bergerak. Tidak bisa kemudian jumlahnya bertahan pada satu angka saja. Proses kematian dan mutasi penduduk akan terus bergerak. 

"Maka yang bisa kami lakukan setelah penetapan DPT (daftar pemilih tetap) di provinsi kami tetapkan 21 April mendatang," bebernya. 

Masih menurut Anam, tujuan ditetapkannya data pemilih pada 21 April meski kemungkinan bertambah data ganda, salah satunya adalah sebagai data pengadaan surat suara. Mengingat jumlah surat suara harus segera diputuskan. Tetapi revisi tetap berjalan tanpa mengubah jumlah yang telah ditentukan tersebut. Karena bagaimanapun potensi ganda memang masih banyak. Pihaknya bakal melakukan pencoretan tanpa mengurangi jumlah yang telah ditetapkan sebelumnya. 

"Kita coret secara fisik, secara soft file. Tapi tidak kurangi jumlah. Revisi tetap berjalan tanpa mengubah jumlah. Karena potensi ganda memang banyak. Ini dinamikanya cukup banyak di lapangan," bebernya. 

Untuk itu, pembersihan terkait suara ganda terus dilakukan selama tiga bulan hingga 27 Juni mendatang. Pemeriksaan faktual terus dilakukan. Mana yang benar, apakah data yang ada di desa A ataukah di desa B. Kalau sudah benar, maka pihaknya akan mencoret di salah satu desa. Termasuk data yang meninggal, KPU berusaha terus di update selama tiga bulan terakhir ini. 

"Saya sampaikan belum final, masih proses rekap di kelurahan/desa. Baik itu internal maupun eksternal. Kami juga menerima masukan tim sukses, kawan-kawan Bawaslu provinsi, semua tetap kita tindak lanjuti sepanjang itu memang valid. Kita hapus yang ganda, sudah kita bersihkan, mudah-mudahan daftar pemilih kita jadi benar-benar akurat," tandasnya. (RoHa)

Post a Comment