Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) -  DPRD Jatim tampaknya gerah juga terkait kegagalan PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim dalam mengembangkan bisnisnya di sector pembangunan jalan tol di wilayah Legundi-Bunder-Manyar.

Pasalnya, tak hanya satu kali ini saja PT PWU Jatim gagal dalam mengembangkan usahanya disektor bisnis aslinya dibidang property. Sebelum melangkah ke pembangunan jalan tol, BUMD milik Pemprov Jatim tersebut juga mengembangkan usahanya dengan pembangunan apartemen Frontage yang pembangunannya juga dinilai bermasalah.

Anggota Komisi C Sahat Tua Simanjuntak mengatakan pihaknya akan minta pertanggungjawaban manajemen PT PWU Jatim yang gagal mengembangkan bisnis usahanya disektor lain."Seharusnya ada bisnis plant sebelum melakukan investasi disektor lain. Saya kira mereka tak konsisten dengan bidang usahanya,"ungkapnnya di DPRD Jatim, Kamis (12/4).

Sahat Tua Simanjuntak mengatakan tak hanya itu, pihak PT PWU Jatim juga tak pernah terbuka dengan DPRD Jatim  terlebih dengan Komisi C DPRD Jatim selaku mitra pengambil kebijakan. " Seharusnya kami diberitahu bisnis plan nya. Bukan setelah ada masalah baru minta dukungan DPRD Jatim. Manajemen PT PWU Jatim harusnya mengedepankan Prudential invest principel (Asas kehati-hatian dalam berinvestasi),"sambung pria asli Surabaya ini.

Sahat juga keberatan adanya statemen dirut PT PWU Jatim Basanto Yudoyoko yang menyebut adanya keterlibatan secara tak langsung gubernur Jatim Soekarwo dalam mengambil keputusan untuk pengembangan usaha di sector jalan tol.

" Saya tak percaya gubernur minta agar PT PWU Jatim berinvestasi di sektor jalan tol. Jangan pakai-pakai nama gubernur untuk menutupi kesalahan. Gubernur terlepas dari keputusan manajemen untuk melakukan investasi di jalan tol,"jelasnya.

Sahat bahkan dengan nada tinggi minta agar manajemen PT PWU Jatim bertanggungjawab atas kegagalan proyek yang pengembangan usaha yang dilakukan manajemen. " Dalam pembangunan jalan tol sudah ditanam investasi awal senilai Rp 2 T. Walaupun asset dan keuangan PT PWU Jatim asset Pemprov yang dipisahkan sesuai UU PT, namun kami minta pertanggungjawaban dari manajemen,"jelasnya.

Sahat mengingatkan manajemen PT PWU Jatim untuk tak seenaknya melakukan investasi diluar bisnis utamanya."Target Penerimaan PAD yang ditetapkan tiap tahun selalu ditingkatkan, dan PT PWU Jatim selalu minta di turunkan target penyetoran PAD  dengan alasan ekonomi dan lain-lain. Lha sekarang justru melakukan investasi yang PAD nya kembali butuh jangka panjang. Mereka tak konsisten dalam mengelola bisnisnya,"tandasnya dengan geram.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim tampaknya salah strategi dalam pengembangan usaha disektor pembangunan jalan tol. Pasalnya, rencana investasi dengan menggandeng PT Waskita Karya untuk membangun tol Legundi-Bunder- Manyar membengkak dari anggaran Rp 8 Triliun menjadi Rp 12, 7 Triliun.

" Pembengkakan tersebut disebabkan karena kami juga diminta oleh Kementerian melalui PT Waskita Karya untuk berinvestasi juga di pembangunan Tol di Sumatera. Tentunya bagi kami ini memberatkan dan tidak menguntungkan bagi bisnis PT PWU Jatim, "ungkap Dirut PT PWU Jatim Basanto Yudoyoko saat ditemui di Surabaya, Kamis (12/4).

Basanto mengatakan saat ini pihaknya sedang meminta dukungan kepada pihak DPRD Jatim untuk menempuh berbagai hal termasuk lewat jalan hukum agar bisa terlepas perjanjian pembangunan tol di Sumatera tersebut.(RoHa)

Post a Comment