Skip to main content

Dewan Jatim Dorong Pemprov Ubah UPT Jadi BLUD

SURABAYA (Mediabidik) - Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017 Jatim yang minus, membuat DPRD Jatim memberikan usulan kepada Pemprov Jatim. Salah satunya, dengan mengupayakan adanya UPT ke BLUD. Hal tersebut di sampaikan Anggota DPRD Jatim asal Fraksi partai Demokrat.
       

Agus Dono Wibawanto saat di temui di ruang kerjanya  mengatakan bahwa kesulitan keuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim harus mulai dipikirkan jalan keluar. Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan agar UPT penghasil dijadikan BULD. "seperti halnya rumah sakit, kami berharap UPT yang bisa mendatangkan PAD dijadikan BLUD," ucap Politisi Partai Demokrat ini, Senin (21/11).
    

Agus Dono yang duduk di Komisi E DPRD Jatim ini memandang kalau APBD Jatim tidak akan terbebani. Disamping itu, beralihnya status menjadi BLUD ini, maka UPT bisa semakin baik lagi dari segi pelayanan.

"Ini merupakan langkah yang tepat untuk mendorong setiap satuan perangkat kerja daerah (SKPD) yang memiliki UPT supaya lebih maksimal lagi, dengan mendorong fungsi ekonominya," terang pria yang akrab di panggil Gus Don tersebut.
     

Gus Don juga mencontohkan bahwa SKPD dan UPT yang bisa dijadikan BLUD adalah Dinas Perindustrian dan Badan Diklat. Menurutnya, potensi yang ada di Badan Diklat Jatim sangat besar. Sementara yang ada saat ini, minim sekali pemasukkannya untuk Pemprov Jatim.
      

Padahal, masih terang Agus Dono, terkait dana APBD yang dialokasikan untuk Badan Diklat ini sangat besar. " Ada banyak UPT yang seharusnya bisa dialihkan menjadi BLUD, seperti UPT Badan Latihan Kerja (BLK) di Disnakertranduk Jatim juga bisa dijadikan BLUD. Dimana kualitas lulusannya sangat mampu bersaing ," pungkasnya. (rofik)

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Oknum Staf Kecamatan Dukuh Pakis Pungli KTP, KK dan Akte Kelahiran Rp 8.2 Juta

SURABAYA (Mediabidik) – Mahalnya biaya untuk pengurusan KTP, KK dan Akte Kelahiran, itulah yang terjadi di kecamatan Dukuh Pakis Surabaya yang dialami oleh Sri Wulansari warga asal Kediri. Hanya ingin pindah tempat menjadi warga Surabaya dia harus mengeluarkan biaya Rp 8.2 juta kepada oknum staf kecamatan Dukuh Pakis yang bernama Sugeng, hanya menulis nama, alamat, tempat tanggal lahir dan nama orang tua di kertas kosong dia sudah mendapatkan KTP dan KSK Surabaya tanpa harus membawa surat pindah tempat dari Dispenduk Capil Kediri. Hal itu disampaikan Andi kerabat dari Sri Wulandari saat ditemui di kantor Humas pemkot Surabaya, Selasa (5/12) mengatakan, hanya dengan menyerahkan nama, tempat tanggal lahir dan orang tua sudah dapat KTP dan KSK Surabaya. "Untuk data cabut bendel dari Dispenduk capil dari Kediri tidak perlu, cukup hanya mengisi data nama, tempat tanggal lahir dan nama orang tua, janjinya seminggu jadi, ternyata sebulan lebih baru jadi. Untuk pembua...