Skip to main content

Bantu Kekeringan di Ngawi, BPBD Jatim Salurkan Bantuan 12 Ribu Liter Air Bersih


Mediabidik.com -
Kekeringan yang terjadi di sejumlah daerah dalam beberapa waktu terakhir, membuat BPBD Jatim tergerak untuk menyalurkan bantuan air bersih.Salah satunya, seperti yang dilakukan di kabupaten Ngawi di wilayah perbatasan Jatim dengan Jateng. BPBD Jatim bersinergi dengan BPBD Ngawi menyalurkan air bersih di Desa Banjarbanggi kec. Pitu, Rabu (29/9/2021).

Sebanyak dua tangki air bersih atau sekitar 12 ribu liter dibagikan BPBD Jatim secara gratis kepada warga Dusun Pojok yang berjumlah sekitar 64 KK.

Kalaksa BPBD Jatim Drs Budi Santosa memimpin langsung penyerahan bantuan tersebut kepada Kepala Desa Banjarbanggi, Muhtarom.

Turut mendampingi dalam penyerahan bantuan tersebut, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim Drs Sriyono MM, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Gatot Soebroto SE, M.PSDM, Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi Andhika N Sudigda ST M.Si dan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ngawi, Teguh Puryadi.

Kalaksa BPBD Jatim Budi Santosa mengatakan, kekeringan ini memang merupakan salah satu jenis bencana yang ada di Jatim.

Upaya Pemprov Jatim memberikan bantuan droping air bersih ini sesungguhnya merupakan wujud kehadiran negara kepada masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih sebagai kebutuhan dasar.

"Jadi ini adalah bantuan dari Ibu Gubernur Jatim, Ibu Khofifah Indar Parawansa kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di musim kemarau tahun ini," ujarnya.

Untuk tahun ini, kata Budi, kekeringan di Jatim melanda 23 kabupaten/kota. Dari jumlah itu, 232 kecamatan dan 699 desa/kelurahan mengalami kering kritis. Yakni, kondisi kekeringan yang jarak lokasi rumah warga dengan sumber air lebih dari 3 Km.

Dari 23 kabupaten/kota tersebut, daerah terbanyak kekeringan berada di Kab. Pacitan dengan jumlah 115 desa. Lalu disusul Kab. Sampang 78 desa dan Bangkalan 69 desa.

Untuk penanganan kekeringan tersebut, 7 kabupaten telah mengajukan bantuan air bersih ke Pemprov Jatim. Yakni, Kabupaten Sumenep, Kab. Pamekasan, Bangkalan, Ngawi, Pacitan, Mojokerto dan Kab. Pasuruan.

Khusus di Ngawi, kekeringan tahun ini melanda 44 desa yang tersebar di 10 kecamatan. Di antaranya, Kecamatan Mantingan, Karanganyar, Widodaren, Kedunggalar, Pitu, Bringin, Kasreman, Padas, dan Karangjati. 

Budi juga menegaskan, selain upaya droping air bersih, pihaknya juga akan melakukan penelusuran terhadap sumber-sumber mata air yang kering dan hilang.

Terhadap sumber-sumber air tersebut, pihaknya akan melakukan gerakan reboisasi, penanaman pohon dan penghijauan di sekitar sumber bersama sejumlah relawan dan elemen masyarakat.

Adapun jenis pohon yang akan ditanam adalah tanaman penyerap air seperti durian, trembesi, dan bambu. 

"Kasus seperti ini pernah terjadi di Nganjuk. Sumber airnya sempat hilang, tapi setelah dilakukan reboisasi dan penghijauan, akhirnya sumbernya muncul lagi," terangnya.

Di luar itu, BPBD Jatim juga akan melakukan kegiatan pipanisasi di daerah-daerah kekeringan bekerjasama dengan OPD terkait.

Sementara, Kades Banjarbanggi, Muhtarom, mengaku sangat berterima kasih dengan bantuan air bersih yang diberikan kepada warganya.

Sebab, selama musim kemarau ini, menurutnya, sebagian warganya mengalami kesulitan mengonsumsi air bersih, untuk kebutuhan memasak dan mandi.

"Selain sumur dan sumber yang mengering, air Bengawan saat kemarau begini sangat keruh dan tidak bisa dikonsumsi," ujarnya.

Selain droping air bersih, untuk menjaga penerapan prokes Covid-19, Tim BPBD Jatim dalam kesempatan itu juga membagikan masker kepada warga setempat, tidak terkecuali kepada anak-anak warga Banjarbanggi. (rofik)

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Tiga Alasan Kejaksaan Ajukan Kasasi Atas Vonis Bebas Eks Dirut PT DOK

SURABAYA (Mediabidik) – Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Heru Kamarullah, secara tegas menyatakan pihaknya sudah menyatakan secara resmi, untuk mengajukan perlawanan terhadap vonis bebas yang dijatuhkan hakim Pengadilan Tipikor Surabaya terhadap Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS), Riry Syeried Jetta. "Perlawanan dalam bentuk upaya hukum kasasi tersebut sudah resmi kita dinyatakan ke Pengadilan pada Rabu (23/10/2019) lalu," terang Heru, Jumat (25/10/2019) Heru menambahkan, Kasasi atas putusan bebas tersebut dilakukan berdasarkan tiga pertimbangan sebagaimana diatur dalam pasal 253 Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Pertama, terkait peraturan hukum yang tidak diterapkan sebagaimana mestinya. Kedua, untuk menguji kinerja hakim dalam mengadili perkara telah sesuai dengan Undang-Undang apa tidak atau dalam istilah hukum disebut judex facti. Dan yang ketiga, untuk menguji batas kewenangan pe...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...