Skip to main content

Malam Ini, Diknas Mulai Cairkan Beasiswa Pendidikan Melalui Bank Jatim

SURABAYA (Mediabidik) - Kabar gembira bagi para mahasiswa berprestasi yang mendapat bantuan beasiswa pendidikan dari pemerintah kota (Pemkot) Surabaya yang sebelumnya sempat tersendat atau macet, selama 3 bulan sejak bulan Januari - Maret, mulai hari ini bisa bernapas lega. 

Pasalnya bantuan beasiswa pendidikan yang sebelumnya tersendat, sejak adanya peralihan pengelolaan keuangan dari Dinsos ke Dispendik kota Surabaya, mulai bulan Januari 2018, malam ini, Rabu (21/3/2018) pukul 21.00 malam, sudah ditransfer ke rekening masing - masing penerima. 

Agustin Poliana Ketua Komisi D Surabaya menyampaikan, hari ini sudah di lakukan proses transfer melalui rekening Bank Jatim. Diantaranya :
1. Uang saku bulan Februari Rp 500.000
2. Uang saku bulan Maret Rp 500.000
3. Uang kebutuhan  perkuliahan Rp 750.000. 

"Insyaallah malam ini pukul 21.00 sudah masuk ke rekening masing masing."terang Agustin 

Diq menambahkan, apabila sampai besok pagi masih belum mendapatkan transferan, berarti nomer rekening yang mereka berikan kepada penyelia bermasalah." Dimohon segera memberikan nomer rekening yang benar kepada penyelia masing-masing."jelasnya. 

Ketua Komisi D menambahkan, bagi anggota generasi emas Surabaya yang sudah membayar UKT sendiri. 
Besok hari Kamis tanggal 22 maret 2018, mulai pukul 15.00. WIB. Dapat mengambil uang pengganti ke penyelia masing masing di kantor Dispendik.

"Dengan membawa bukti pembayaran UKT, KTP dan KTM (kartu mahasiswa)"ucapnya. 

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) kota Surabaya Iksan, melalui pesan singkatnya short servis message (SMS) mengatakan, hari dana pendidikan beasiswa sudah ditransfer ke rekening masing - masing,." Alhamdulillah sudah ditransfer semua dan maturnuwon atas kerjasama nya, "ucapnya singkat. (pan) 

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh

Dampak Cuaca Ekstrem, Dewan Desak Pemkot Monitoring Seluruh Papan Reklame

Mediabidik.com - Anggota Komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni meminta kepada tim reklame pemkot Surabaya, supaya melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keberadaan seluruh papan reklame di Surabaya. Monitoring dan evaluasi itu penting dilakukan untuk mengantisipasi papan reklame yang roboh akibat cuaca ekstrem. "Monitoring itu untuk mengetahui papan reklame yang tidak berijin atau masa berlaku ijinnya sudah habis" jelasnya disela acara pertemuan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Surabaya di gedung baru DPRD Surabaya, Selasa (07/01/2020). Thoni menegaskan Satpol PP harus tegas melakukan penertiban terhadap papan reklame yang ilegal itu. "Kami mendesak Satpol PP potong reklame ilegal. Kami banyak menerima informasi masyarakat akan keberadaan papan reklame yang tidak berijin" tegasnya. Pria yang juga menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar ini menekankan, kalau penertiban itu perlu dilakukan, pasca peristiwa pohon tumbang yang mengakibatkan 2 korban meni

Tahun Depan, RS BDH Dilengkapi Fasiltas Medician Nuklir

SURABAYA (Mediabidik) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mematangkan desain dan konsep fasilitas kedokteran nuklir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bhakti Dharma Husada (BDH). Bahkan, pemkot sudah menargetkan tahun 2020 nanti, rumah sakit itu sudah dilengkapi fasilitas tersebut. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan menurut data selama ini, pasien-pasien yang membutuhkan penanganan selalu keluar kota, terutama pasien penyakit kanker. Sebab, di Surabaya hanya ada di RSU Dr Soetomo. Makanya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta Dinkes untuk menyediakan fasilitas kedokteran nuklir ini demi warga Kota Surabaya. "Itu lah mengapa kita buat kedokteran nuklir ini, supaya warga Surabaya tidak perlu keluar kota untuk mendapatkan pelayanan ini," kata kata Feni-sapaan Febria Rachmanita saat jumpa pers di kantor Humas Pemkot Surabaya, Rabu (23/10/2019). Menurut Feni, jumlah pederita penyakit kanker payu darah tahun 2018 mencapai 5.63