Skip to main content

Komisi B Desak Indag Jatim Segera Tarik Makanan Kaleng Mengandung Virus Parasit Cacing

SURABAYA (Mediabidik) - Mengacu pada keputusan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) yang menyatakan beberapa produk makanan berkaleng yang positif mengandung virus parasit cacing harus segera di tindak lanjuti oleh instansi yang terkait, pasalnya jika ini tidak segera di tarik dipasaran sangat membahayakan kesehatan. 

Afwan Maksum Anggota Komisi B DPRD Jatim merasa prihatian melihat kasus ini, dan harus ditanggapi secara serius oleh Pemerintah Provinsi khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur. 

" Segera mungkin kami (Komisi B) akan panggil Kepala Dinas Indag Jatim untuk melakukan koordinasi supaya memerintahkan menarik produk makanan yang berbahaya tersebut jika di konsumsi masyarakat," tegas Afwan saat di temui di ruang kerjanya, Jumat (30/3).

Politisi asal PDI Perjuangan Jatim ini menegaskan Indag Jatim harus pro aktif lakukan koordinasi dengan dinas terkait yang ada di wilayah kabupaten / Kota setempat dan ini harus serius dilakukan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim. 

" Virus parasit cacing tersebut sangat berbahaya dan bisa menyebabkan pengaruh pada saluran pencernaan bahkan bisa menyebabkan penyakit mematikan seperti kanker lambung, " terang Afwan yang mengaku dari keluarga dokter. 

Ditambahkan Afwan, jika di temukan ada indikasi kesengajaan pada produk berkaleng tersebut, maka kami selaku wakil rakyat berharap, supaya aparat  memberikan sanksi tegas sampai ke tindak pidana karena ini menyangkut nyawa orang.

" Urusan perut rakyat terutama menyangkut nyawa orang tidak bisa diremehkan, jika ada unsur kesengajaan, dan itu menyangkut nyawa masyarakat khususnya di Jatim, kami mendesak pemerintah ambil tindakan tegas untuk menutup ijin perusahaan nakal tersebut, " Tegas Mantan anggota DPP Banteng Muda Indonesia ini. 

Perlu diketahui publik bahwa BPOM RI telah menyatakan ada 27 merk makanan berkaleng yang positif mengandung virus parasit cacing dan sangat membahayakan kesehatan.
Adapun produk makanan kaleng berbahaya tersebut diantaranya produk ABC, ABT, Ayam brand, Botan, CIP, Dongwon, DR Fish, Famerjack, Fiesta Seafood, Gaga, Hoki, Hosen, IO, Kings Fisher, Jojo, LSC, Maya, Nago, Naraya, Pesca, Poh Sung, Pronas, Ranesa, S and W, Sempio, TLC dan TSC.  (RoHa)

Comments

Popular posts from this blog

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt

Hari Pahlawan 10 November

Ucapan HUT Partai NasDem ke 10