Skip to main content

Komisi B Jatim Dorong Dinas Pertanian Kembangkan Teknologi Komoditas Bawang Putih

SURABAYA (Mediabidik) - Fakta dilapangan komoditas jenis bawang putih lokal kualitasnya kalah dengan bawang putih impor, alasanya masyarakat kita lebih suka mengkonsumsi bawang putih impor asal cina.

Ahmad Firdaus Ketua Komisi B DPRD Jatim yang membidangi perekonomian juga mengakui kalau kualitas bawang putih impor lebih bagus dari bawang asal Indonesia, akan tetapi kita tidak boleh berdiam diri saja tanpa ada usaha gimana caranya bawang putih kita terutama di Jawa Timur kualitasnya bisa bersaing dengan bawang putih impor asal Cina. 

" Kami mendorong Dinas Pertanian untuk terus berusaha mengembangkan inovasi teknologi khususnya komoditas bawang putih," terang Ahmad Firdaus saat di temui di ruang kerjanya, Senin (26/3).

Politisi asal Partai Getindra Jatim ini juga mengakui kalau stock bawang putih lokal tdak bisa memenuhi kebutuhan kuota di Jawa Timur, sehingga ini yang menyebabkan Jawa Timur harus mengimpor dan ini terpaksa harus dilakukan. 

Pria asli Lamongan ini juga memantau terkait tata niaga bawang putih di Jawa Timur selalu kekurangan, namun dirinya menghimbau kepada Dinas Peridustrian dan Perdagangan Jatim supaya tidak mendatangkan Impor bawang putih masuk ke Jawa Timur. 

" Harus ada kontrol bawang putih impor asal cina karena bawang putih lokal asal jawa timur masih ada harapan untuk di mengingat di Jawa Timur banyak wilayah yang daerah nya di dataran tinggi," jelas Firdaus. 

Karena itu pihak Komisi B mendorong kepada Dinas Pertanian Jawa Timur untuk terus melakukan terobosan mengembangkan teknolgi komoditas bawang putih lokal.

" Dalam waktu dekat kami (Komisi B) akan ajak hearing dengan dinas dinas terkait untuk membahas tata niaga dan pengembangkan kualitas bawang putih lokal,  supaya bawang putih kita bisa diakui oleh masyarakat Jatim," Pungkas Firdaus penuh optimesme. (RoHa)

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh

Dampak Cuaca Ekstrem, Dewan Desak Pemkot Monitoring Seluruh Papan Reklame

Mediabidik.com - Anggota Komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni meminta kepada tim reklame pemkot Surabaya, supaya melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keberadaan seluruh papan reklame di Surabaya. Monitoring dan evaluasi itu penting dilakukan untuk mengantisipasi papan reklame yang roboh akibat cuaca ekstrem. "Monitoring itu untuk mengetahui papan reklame yang tidak berijin atau masa berlaku ijinnya sudah habis" jelasnya disela acara pertemuan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Surabaya di gedung baru DPRD Surabaya, Selasa (07/01/2020). Thoni menegaskan Satpol PP harus tegas melakukan penertiban terhadap papan reklame yang ilegal itu. "Kami mendesak Satpol PP potong reklame ilegal. Kami banyak menerima informasi masyarakat akan keberadaan papan reklame yang tidak berijin" tegasnya. Pria yang juga menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar ini menekankan, kalau penertiban itu perlu dilakukan, pasca peristiwa pohon tumbang yang mengakibatkan 2 korban meni

Tahun Depan, RS BDH Dilengkapi Fasiltas Medician Nuklir

SURABAYA (Mediabidik) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mematangkan desain dan konsep fasilitas kedokteran nuklir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bhakti Dharma Husada (BDH). Bahkan, pemkot sudah menargetkan tahun 2020 nanti, rumah sakit itu sudah dilengkapi fasilitas tersebut. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan menurut data selama ini, pasien-pasien yang membutuhkan penanganan selalu keluar kota, terutama pasien penyakit kanker. Sebab, di Surabaya hanya ada di RSU Dr Soetomo. Makanya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta Dinkes untuk menyediakan fasilitas kedokteran nuklir ini demi warga Kota Surabaya. "Itu lah mengapa kita buat kedokteran nuklir ini, supaya warga Surabaya tidak perlu keluar kota untuk mendapatkan pelayanan ini," kata kata Feni-sapaan Febria Rachmanita saat jumpa pers di kantor Humas Pemkot Surabaya, Rabu (23/10/2019). Menurut Feni, jumlah pederita penyakit kanker payu darah tahun 2018 mencapai 5.63