Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) - Unggul dalam elektabilitas, tidak membuat tim Khofifah-Emil bersantai. Malah sebaliknya, tim pasangan nomor urut 1 ini kian waspada terhadap upaya-upaya pembunuhan karakter yang menghalalkan segala cara.

Sekretaris tim pemenangan Khofifah-Emil, Renville Antonio mengatakan, hasil survei ini semakin menyakinkan bahwa semakin hari terus meningkat. Itu menjadi tren positif baginya. Sedangkan pasangan calon lain semakin hari semakin menurun.

"Ini sudah baik. Waktu kita masih 63 hari lagi," kata Renville, usai menghadiri rilis hasil survei Surabaya Survey Center (SSC) di Hotel Yello Surabaya, Jumat (27/4).

Kendati unggul, tampaknya politisi Partai Demokrat tersebut tak mau lengah. Percepatan-percepatan terus dilakukan guna menguatkan suara pasangan calon yang didukung partainya. Diakuinya, yang menjadi fokus pihaknya saat ini adalah masalah keamanan.

"Kami sudah banyak jaringan membentuk sendiri para relawan pasukan pengawal suara. Pasukan pengamanan TPS (tempat pemungutan suara). Mereka membentuk karena merasa semakin hari dukungan ke Khofifah-Emil semakin tinggi. Tapi mereka khawatir nanti pada hari H ada hal yang kurang baik dimiliki. Kami akan fokus di situ juga," sebut politisi yang duduk sebagai anggota DPRD Jatim Ini.

Hingga sekarang, Renville menilai ada manuver yang kurang baik. Terlihat usaha dengan segala cara untuk menjatuhkan pasangan calon nomor urut satu. "Seharusnya tidak sedemikian rupa. Dengan data yang mungkin tidak benar. Oleh karena itu sekarang kita mulai fokus untuk menjaga manuver di kemudian hari," tuturnya.

Perlu diketahui, di Lamongan ada manuver yang tidak benar terkait keterlibatan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) bernisial LM. Khotamin melaporkan LM ke Panwaslu Lamongan atas dugaan melakukan pambagian stiker salah satu pasangan calon Pilgub Jatim kepada warga di sela pencairan PKH.

Padahal, setelah dilakukan pemeriksaan hal itu tidak benar. "Jadi hasil temuan sementara, yang dilaporkan itu ternyata seorang ketua kelompok penerima PKH dan bukan seorang pendamping," terang Ketua Panwaslu Lamongan, Toni Wijaya, Kamis (26/4).

Meski demikian, lanjut Toni, pihaknya masih tetap mengusut dan menindaklanjuti laporan dengan tetap meminta klarifikasi ke sejumlah pihak terkait. Selain pelapor, Panwaslu juga akan meminta keterangan dari pendamping PKH dari Desa Kendalkemlagi. "Permintaan klarifikasi ini akan terus kami lakukan hingga Sabtu depan," katanya.

Koordinator Pendamping PKH Kecamatan Karanggeneng, Kholis Fahmi juga memberikan temuan lain terkait pembagi stiker pasangan calon (paslon) Pilgub Jatim. Menurutnya, setelah ditelusuri yang membagi ternyata bukan LM melainkan KMT. "Bukan LM yang membagi, tapi KMT," katanya.

Menurut Kholis, kalau LM bukan pendamping PKH dan tidak tercatat sebagai penerima manfaat. Tapi dia mewakili kakaknya penerima PKH. "Kakaknya sedang merantau dan anak kakaknya ikut LM," tuturnya.

Sedangkan KMT, tercatat warga Desa Kendalkemlagi penerima manfaat tapi bukan pendamping PKH. Dengan demikian, antara yang dilaporkan dan membagi stiker merupakan orang yang berbeda. (RoHa)

Post a Comment