Skip to main content

Setnov Resmi Lantik Pengurus DPD Golkar Jatim

SURABAYA (Mediabidik) – Akhirnya Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto (Setnov) resmi melantik Pengurus DPD Golkar Jatim periode 2016 - 2021 di Graha Beringin DPD Golkar Jatim, Sabtu (6/5). 

Seperti diketahui bersama bahwa pelantikan pengurus Golkar mestinya dilantik pada bulan lalu namun, akibat jeblokannya posisi Partai Golkar di Jatim sehingga membuat Ketum Setnov menunda dan meminta supaya di bentuk pengurus harian guna mendongkrak posisi Golkar di Jatim lebih baik .
      
Pada pelantikan pengurus Golkar Jatim tadi siang Setnov menegaskan setelah dilantik para pengurus harus bekerja keras untuk meraih suara yang lebih signifikan pada pilleg mendatang hingga maksimal
      
"Alhamdulillah Golkar saat ini dari hasil survey sudah  Masuk 16 % sebagai Partai nomer 2. Karenanya Pengurus harus bekerja keras, buat kegiatan yang berbasis kuat dan merangkul kiai-kiai, Saya sudah sampaikan kepada Pak Nyono selaku Ketua DPD Partai Golkar Jatim haris siap hadir di Jatim 1 bulan 2 kali," ungkap Setnov di hadapan para pengurus dan kader yang hadir. 
     
Ketum DPP Partai Golkar yang juga ketua DPR RI ini mengatakan pelantikan pengurus Golkar Jatim ini bisa dibilang sangat istimewa karena dihadiri oleh tokoh penting Golkar seperti Akbar Tanjung, Agung Laksono, dan Syarif Tjitjip Sutarjo, yang belum pernah dihadiri oleh tokoh tokoh sebanyak ini untuk pelantikan pengurus di daerah lain.
     
Hadir pula Gubernur Jatim Sukarwo dan Wagub Jatim Syaifullah Yusuf serta para ketua dan sekretaris dari partai lain seperti, Wakil Ketua DPW NasDem Jatim Muzammil Syafii, Sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim Anwar Sadad, Ketua DPW PKS Jatim Arif Hari Setiawan,  Sekretaris DPD PDI  Perjuangan Jatim Sri Untari dan Ketua DPW PAN Jatim Masfuk serta sekretaris DPW PAN Basuki Babusalam.
     
Sekedar diketahui pada pelantikan ini posisi Gesang Budiharso selaku sekretaris digantikan oleh Sahat Tua Simanjuntak. Sedangkan Freddy Purnomo menjadi Ketua Harian DPD Partai Golkar Jatim.(rofik)

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Oknum Staf Kecamatan Dukuh Pakis Pungli KTP, KK dan Akte Kelahiran Rp 8.2 Juta

SURABAYA (Mediabidik) – Mahalnya biaya untuk pengurusan KTP, KK dan Akte Kelahiran, itulah yang terjadi di kecamatan Dukuh Pakis Surabaya yang dialami oleh Sri Wulansari warga asal Kediri. Hanya ingin pindah tempat menjadi warga Surabaya dia harus mengeluarkan biaya Rp 8.2 juta kepada oknum staf kecamatan Dukuh Pakis yang bernama Sugeng, hanya menulis nama, alamat, tempat tanggal lahir dan nama orang tua di kertas kosong dia sudah mendapatkan KTP dan KSK Surabaya tanpa harus membawa surat pindah tempat dari Dispenduk Capil Kediri. Hal itu disampaikan Andi kerabat dari Sri Wulandari saat ditemui di kantor Humas pemkot Surabaya, Selasa (5/12) mengatakan, hanya dengan menyerahkan nama, tempat tanggal lahir dan orang tua sudah dapat KTP dan KSK Surabaya. "Untuk data cabut bendel dari Dispenduk capil dari Kediri tidak perlu, cukup hanya mengisi data nama, tempat tanggal lahir dan nama orang tua, janjinya seminggu jadi, ternyata sebulan lebih baru jadi. Untuk pembua...