Ads (728x90)


GRESIK (Mediabidik) - Provinsi Jawa Timur akan memiliki Pelabuhan yang terintegrasi, antara pelabuhan dengan kawasan Industri dan perumahan. Pelabuhan laut dalam bertempat di Manyar Gresik, dengan nama Java Integrated Industrial and Port Estape (JIIPE), diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (09/03).
 
JIIPE adalah kawasan industri terpadu terbesar di Jatim, dan pertama di Indonesia. Kedepan JIIPE Akan serap 300 ribu tenaga kerja. Kawasan ini memadukan pelabuhan, industri dan perumahan. Serta dilengkapi fasilitas infrastruktur jalan tol dan kereta api.

"Kawasan ini adalah mega proyek yang sudah direncanakan beberapa tahun lalu. Dengan terintegrasi pelabuhan laut dalam. Kawasan ini memiliki akses langsung untuk pasar domestik dan internasional. Dengan dikombain begini bisa menekan biaya logistik mencapai 15 persen," kata Presiden.
 
Direktur PT AKR Corporindo Tbk Haryanto Adi Koesoemo dalam konfrensi pers sebelum peresmian oleh Presiden Jokowi. Menurut Haryanto, kawasan residensial dengan fasilitas pendidikan dan hiburan diharapkan akan memberikan kualitas kehidupan yang baik bagi masyarakat yang bekerja di kawasan ini. "Dan kita yakin kedepan, keberadaan JIIPE ini nanti akan menyerap tenaga kerja mencapai 300 ribu orang," tegas dia.
 
Sementara itu, Direktur Teknik, Teknologi Informasi dan Komunikasi Pelindo III Husein Latief menambahkan, nilai investasi pembangunan fasilitas di JIIPE mencapai Rp 5 triliun. Nilai investasi itu diberikan PT AKR Corporindo Tbk dan Pelindo III, sesuai komposisi saham yang dimiliki."Pembangunan JIIPE ini diperkirakan selesai seluruhnya selama 15 tahun," tegas dia.
 
Kata Husein, kawasan ini memiliki luas area industrial 1,761 Ha, area residensial seluas 800 Ha, dan area pelabuhan seluas 400 Ha. Dengan total area 2,961 Ha. Serta Keberadaan Pelabuhan laut dalam ini akan dilengkapi empat dermaga.

"Selama 2016 pelabuhan ini telah melayani 500.000 ton dari 25 kapal dalam kargo curah kering dan kargo umum. Tahun 2017 meningkat hingga 1,3 juta ton. Kedalamannya mencapai 14 meter sehingga kapal besar bisa sandar," jelasnya
 
Dilanjutkan Husein, Kawasan ini juga memiliki prasarana utilitas independen. Pembangkit listrik tenaga gas dengan siklus gabungan menghasilkan emisi renda dan jadi solusi optimal meminimalisir dampak lingkungan.
 
JIIPE juga memberikan layanan dan penyediaan listrik terbaik, dengan kapasitas 2.500 M3/hari di tahap pertama. Ini menggunakan teknologi desalinasi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Ada pula danau buatan seluas 42 Ha.

"Untuk mendukung semua itu pihaknya juga menyiapkan fasilitas pengelolaan limbah cair tahap pertama dengan kapasitas 2500 M3 perhari. Sedangkan limbah industri padat akan diproses pihak ketiga yang telah berizin," Pungkasnya.(RoHa)

Post a Comment