Skip to main content

Safari Kemerdekaan, SBY Dan AHY Pulang Kampung

SURABAYA (Mediabidik) - Ketua Umum DPP Partai Demokrat SBY dan tokoh muda Indonesia AHY bersama keluarga melakukan safari kemerdekaan RI ke 72 di kabupaten Pacitan, Jumat(18/8).

Dalam safari kemerdekaan tersebut bersamaan dengan pulang kampung SBY bersama keluarga di kampung halamannya.

Menurut Sekretaris DPD Demokrat Jatim Renvill Antonio mengatakan safari kemerdekaan SBY bersama keluarga dimulai dengan kegiatan panjat pinang yang memperebutkan piala SBY.

"Antusias masyarakat Pacitan sangat besar atas safari Kemerdekaan ketua umum Demokrat. Begitu juga sambutan masyarakat kepada AHY sebagai generasi muda Indonesia,"jelasnya saat didampingi ketua fraksi partai Demokrat DPRD Jatim Agus Dono Wibawanto di Pacitan.

Renville mengatakan selama tiga hari berturut-turut SBY akan memanfaatkan pulang kampung tersebut untuk menyapa masyarakat Pacitan dan anak muda Pacitan.

"Pak SBY akan nyekar ke makam keluarga dan akan menghadiri peresmian Hello Pacitan,"jelasnya.

Sementara itu, salah satu warga Pacitan Mohammad Ali mengatakan warga Pacitan berharap AHY sebagai tokoh muda Indonesia untuk tampil sebagai sosok pemimpin Indonesia ke depan.

"Kami rindu kepemimpinan SBY karena membawa Indonesia sejahtera. Kami berharap AHY akan maju di Pilpres mendatang dan terpilih menjadi Presiden. Kami yakin gaya kepemimpinan AHY tak akan jauh dari gaya kepemimpinan SBY,"ungkap warga asli Pacitan ini. (rofik)

Comments

Popular posts from this blog

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt

Tahun Depan, RS BDH Dilengkapi Fasiltas Medician Nuklir

SURABAYA (Mediabidik) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mematangkan desain dan konsep fasilitas kedokteran nuklir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bhakti Dharma Husada (BDH). Bahkan, pemkot sudah menargetkan tahun 2020 nanti, rumah sakit itu sudah dilengkapi fasilitas tersebut. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan menurut data selama ini, pasien-pasien yang membutuhkan penanganan selalu keluar kota, terutama pasien penyakit kanker. Sebab, di Surabaya hanya ada di RSU Dr Soetomo. Makanya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta Dinkes untuk menyediakan fasilitas kedokteran nuklir ini demi warga Kota Surabaya. "Itu lah mengapa kita buat kedokteran nuklir ini, supaya warga Surabaya tidak perlu keluar kota untuk mendapatkan pelayanan ini," kata kata Feni-sapaan Febria Rachmanita saat jumpa pers di kantor Humas Pemkot Surabaya, Rabu (23/10/2019). Menurut Feni, jumlah pederita penyakit kanker payu darah tahun 2018 mencapai 5.63

40 Saksi Masuk Dalam Daftar Jaksa, Salah Satunya Anak Risma

SURABAYA (Mediabidik) - Sebanyak hampir 40 orang masuk dalam daftar saksi perkara amblesnya jalan Raya Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur. Salah satu di antaranya ialah putra dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma, Fuad Benardi. Jaksa Penuntut Umum tak menyebut dalam kapasitas sebagai apa Fuad insiden Gubeng ambles itu.  Para saksi itu tercantum dalam dua berkas terpisah. Berkas pertama terdiri dari tiga terdakwa dari PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) dan berkas kedua juga terdiri dari tiga terdakwa dari pihak pemilik proyek, PT Saputra Karya. "Yang (berkas terdakwa) NKE hampir 40 (saksi)," kata jaksa Rahmat Hari Basuki.  Para saksi itu kebanyakan dari pihak swasta yang digandeng PT Saputra Karya dalam pengerjaan proyek Gubeng Mixed Used Development, gedung pengembangan dari Rumah Sakit Siloam. Ada juga saksi dari pihak Pemerintah Kota Surabaya berkaitan dengan penerbitan Ijin Mendirikan Bangunan atau IMB.  Sayang, Rahmat ogah menyebutkan nama