Skip to main content

Jelang Idul Adha, Pemkot Awasi Hewan Kurban dari Perbatasan Jatim

SURABAYA (Mediabidik) - Jelang Hari Raya Idul Adha, pemerintah kota (Pemkot) Surabaya bakal melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan penyembelihan hewan kurban.

Pengawasan yang dilakukan mulai dari pengawasan terhadap hewan kurban hingga pemberian pelatihan penyembelihan dan gelaran program jasa penyembelihan hewan kurban.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, Joestamadji mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak diantaranya MUI, PDHI Jatim, Rumah Potong Hewan Surabaya untuk bekerjasama.

" Kami telah berkoordinasi dengan banyak pihak untuk lebih maksimal dalam mengawasi penyembelihan hewan kurban dan menyediakan jasa untuk mempermudah masyarakat " ujarnya saat bertemu dengan para wartawan dikantor humas pemkot surabaya, Jumat (04/08).

Untuk pengawasan hewan lanjut Joestamadji, pihaknya akan melakukan mulai 2 minggu sebelum hari H dengan menerjunkan pihak dinas dibantu penyuluh dari kecamatan untuk melakukan pengawasan.

" Tim kami terjunkan untuk pemeriksaan secara kasat mata mulai bulu sinar mata, melihat umur hewan, hingga pemeriksaan penyakit " ujarnya.

Joestamadji juga menyebut bahwa pengawasan lebih inten dilakukan terhadap hewan yang berasal dari daerah perbatasan.

" Kami akan lebih mengawasi secara lebih intens dengan daerah perbatasan barat provinsi Jatim "

Pasalnya, lanjut Joestamadji daerah tersebut sempat terindikasi adanya penyakit antrax.

Sementara itu, Kepala PD RPH Surya Kota Surabaya Teguh Prihandoko menyebut bahwa pihaknya juga menyediakan jasa untuk mempermudah masyarakat melakukan penyembelihan hewan kurban.

" Kami memberikan program pelatihan penyembelihan ternak kurban metode halal dan bursa sapi kurban," imbuhnya.

Ditempat yang sama, Ketua PDHI Jatim I, Suwarno mengatakan, pihaknya juga ikut berpartisipasi dengan ikut melakukan pengawasan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan pihak RPH.

" Kami juga ikut dalam melakukan pengawasan dan memberikan pelatihan kepada para takmir masjid,"pungkasnya.(pan)

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh

Tahun Depan, RS BDH Dilengkapi Fasiltas Medician Nuklir

SURABAYA (Mediabidik) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mematangkan desain dan konsep fasilitas kedokteran nuklir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bhakti Dharma Husada (BDH). Bahkan, pemkot sudah menargetkan tahun 2020 nanti, rumah sakit itu sudah dilengkapi fasilitas tersebut. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan menurut data selama ini, pasien-pasien yang membutuhkan penanganan selalu keluar kota, terutama pasien penyakit kanker. Sebab, di Surabaya hanya ada di RSU Dr Soetomo. Makanya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta Dinkes untuk menyediakan fasilitas kedokteran nuklir ini demi warga Kota Surabaya. "Itu lah mengapa kita buat kedokteran nuklir ini, supaya warga Surabaya tidak perlu keluar kota untuk mendapatkan pelayanan ini," kata kata Feni-sapaan Febria Rachmanita saat jumpa pers di kantor Humas Pemkot Surabaya, Rabu (23/10/2019). Menurut Feni, jumlah pederita penyakit kanker payu darah tahun 2018 mencapai 5.63

Dampak Cuaca Ekstrem, Dewan Desak Pemkot Monitoring Seluruh Papan Reklame

Mediabidik.com - Anggota Komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni meminta kepada tim reklame pemkot Surabaya, supaya melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keberadaan seluruh papan reklame di Surabaya. Monitoring dan evaluasi itu penting dilakukan untuk mengantisipasi papan reklame yang roboh akibat cuaca ekstrem. "Monitoring itu untuk mengetahui papan reklame yang tidak berijin atau masa berlaku ijinnya sudah habis" jelasnya disela acara pertemuan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Surabaya di gedung baru DPRD Surabaya, Selasa (07/01/2020). Thoni menegaskan Satpol PP harus tegas melakukan penertiban terhadap papan reklame yang ilegal itu. "Kami mendesak Satpol PP potong reklame ilegal. Kami banyak menerima informasi masyarakat akan keberadaan papan reklame yang tidak berijin" tegasnya. Pria yang juga menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar ini menekankan, kalau penertiban itu perlu dilakukan, pasca peristiwa pohon tumbang yang mengakibatkan 2 korban meni