Skip to main content

Oknum Wartawan JTV Aniaya Teman Seprofesi

SURABAYA (Mediabidik)  - Perbuatan melawan hukum yang dilakukan oknum wartawan JTV yang bernama Bagus Priyono warga Manukan Rejo Surabaya tidak patut ditiru. Pasalnya karena kalah rebutan bola saat main futsal dia (Bagus-red) aniaya Abdul Azis 29 tahun wartawan Duta Masyarakat warga Sumenep Madura, hingga babak belur dan mengalami luka memar dimuka hingga hidung berdarah.

Pristiwa itu terjadi, Jumat (11/8) siang saat keduanya berbaur dalam permainan Futsal di Lapangan Gool Ruko Mangga Dua Jl. Jagir Wonokromo,  ketika itu, Pelaku yang akrap dikenal dengan Bagus Londo ini emosi karena tidak berhasil melewati Aziz yang berposisi sebagai Beck, saat main Futsal. 

" Karena saya bayangin terus dan tidak bisa lolos, kemudian dia marah dan langsung menghajar saya, saya kaget saya tidak tahu kesalahan saya apa, tiba-tiba dia memukul," ungkap Abdul Azis saat ditemui di Polsek Wonokromo Jumat, (11/8). 

Azis, melanjutkan, pukulan itu tidak berhenti satu kali, Bagus terus melancarkan pukulan kearah muka dan menendang. " Saya sudah tidak melawan, tapi dia terus memukul, beberapa ke arah muka dan menendang ke dada," katanya

Atas Peristiwa pemukulan tersebut Azis diduga mengalami patah hidung, dan mengalami ganguan pada penglihatannya, karena tidak terima dengan perlakuan wartawan JTV ini Azis melaporkan kejadian tersebut kepihak Polsek Wonokromo. 

Bedasarkan Laporan Polisi LP Nomer : STPL/415/B/VIII/Jatim/Restabes sby/Wnkrm, aziz melaporkan Bagus Priyono atas dugaan penganiayaan sesuai pasal 351 KUHP dengan hukuman 2 tahun 8 bulan kurungan penjara. 

Sementara menurut, Saksi mata Eko mengatakan, saat itu, rebutan bola dan Bagus tidak bisa melewati Azis, tiba-tiba dia tidak terima dana langsung mukul korban. " Saya yang melihat, saya langsung melerai dan mengamankan Bagus," kata Eko reporter Arek TV. 

Sementara, menurut salah satu wartawan yang enggan disebutkan namanya, memang sosok Bagus Londo itu terkenal dengan pribadi yang arogan. " Dari dulu dia seperti itu, arogan anaknya, Tempramental, laporkan saja biar jera. "ungkapnya singkat.

Dan saat ini kasus penganiayaan terhadap wartawan Duta ini tengah di proses di Mapolsek Wonokromo. (pan) 

Comments

Popular posts from this blog

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt

Tahun Depan, RS BDH Dilengkapi Fasiltas Medician Nuklir

SURABAYA (Mediabidik) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mematangkan desain dan konsep fasilitas kedokteran nuklir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bhakti Dharma Husada (BDH). Bahkan, pemkot sudah menargetkan tahun 2020 nanti, rumah sakit itu sudah dilengkapi fasilitas tersebut. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan menurut data selama ini, pasien-pasien yang membutuhkan penanganan selalu keluar kota, terutama pasien penyakit kanker. Sebab, di Surabaya hanya ada di RSU Dr Soetomo. Makanya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta Dinkes untuk menyediakan fasilitas kedokteran nuklir ini demi warga Kota Surabaya. "Itu lah mengapa kita buat kedokteran nuklir ini, supaya warga Surabaya tidak perlu keluar kota untuk mendapatkan pelayanan ini," kata kata Feni-sapaan Febria Rachmanita saat jumpa pers di kantor Humas Pemkot Surabaya, Rabu (23/10/2019). Menurut Feni, jumlah pederita penyakit kanker payu darah tahun 2018 mencapai 5.63

40 Saksi Masuk Dalam Daftar Jaksa, Salah Satunya Anak Risma

SURABAYA (Mediabidik) - Sebanyak hampir 40 orang masuk dalam daftar saksi perkara amblesnya jalan Raya Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur. Salah satu di antaranya ialah putra dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma, Fuad Benardi. Jaksa Penuntut Umum tak menyebut dalam kapasitas sebagai apa Fuad insiden Gubeng ambles itu.  Para saksi itu tercantum dalam dua berkas terpisah. Berkas pertama terdiri dari tiga terdakwa dari PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) dan berkas kedua juga terdiri dari tiga terdakwa dari pihak pemilik proyek, PT Saputra Karya. "Yang (berkas terdakwa) NKE hampir 40 (saksi)," kata jaksa Rahmat Hari Basuki.  Para saksi itu kebanyakan dari pihak swasta yang digandeng PT Saputra Karya dalam pengerjaan proyek Gubeng Mixed Used Development, gedung pengembangan dari Rumah Sakit Siloam. Ada juga saksi dari pihak Pemerintah Kota Surabaya berkaitan dengan penerbitan Ijin Mendirikan Bangunan atau IMB.  Sayang, Rahmat ogah menyebutkan nama