Ads (728x90)


SURABAYA (Mediabidik) – Masih banyaknya angka bangku kosong di sejumlah sekolah di Jatim dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang mencapai 22 ribu ini memang membuat Komisi E DPRD Jatim yang membidangi Pendidikan merasa prihatin. 
    
Drs.H.Agus Dono Wibawanto,M.Hum Anggota Komisi E DPRD Jatim mengatakan jika dimasa peralihan, dimana yang dulu diurus oleh kab/kota kini diserahkan sepenuhnya ke Jatim. Tak heran masih banyak terjadi kekurangan.
    
Apalagi  menyusul dihapusnya sekolah favorit, dengan harapan siswa yang diterima di sekolah negeri merata, tapi ternyata masih ada kekurangan dimana bangku kosong mencapai hampir 22 ribu. 
     
" Dalam waktu dekat Komisi E bersama Dinas Pendidikan Jawa Timur akan menggelar diskusi terkait masalah PPDB ini," terang Agus Dono saat ditemui diruang kerjanya, Minggu (16/7).
      
Politisi asal Partai Demokrat ini juga mengakui memang ini adalah ujian bagi kami menyusul kebijakan pengelolaan SMA/SMK ke Jatim. Namun kami akan terus mekakukan evaluasi dan perbaikan demi suksesnya program pemerintah 12 tahun.
      
Ditegaskan pria asli Malang tersebut bahwa dalam PPDB kali ini khusus untuk SMK banyak beberapa jurusan yang peminatnya sangat minim. Ini dikarenakan di masyarakat beranggapan keluar dari SMK mereka langsung masuk dunia kerja. Sehingga ketika sekolahpun mereka mencari jurusan sesuai dengan permintaan pasar. Akibatnya jurusan yang tidak trend seperti, tata boga, tari otomatis sepi peminat.
    
Termasuk soal intruksi Gubernur Jatim agar pendaftaran online diperpanjang ternyata tidak terlalu berpengaruh karena siswa yang tidak lolos langsung daftar ke swasta. Tentunya hal ini tidak luput dalam agenda evaluasi dalam rapat Komisi E.(rofik)
 

Post a Comment