Skip to main content

Kalapas Porong Dijabat Tony Nainggolan

SURABAYA (Mediabidik) – Tongkat estafet kepemimpinan di Lapas Kelas I Surabaya resmi berpindah, Rabu (11/9/2019). Suharman sebagai pejabat lama menyerahkan tanggungjawabnya sebagai Kalapas yang berkantor di Porong itu kepada Tony Nainggolan (mantan Kalapas Kerobokan, Bali). Acara sertijab dipimpin langsung Kakanwil Kemenkumham Jatim Susy Susilawati.

Sertijab digelar di halaman Lapas. Susy didampingi Kadiv Pemasyarakatan Pargiyono dan Kadiv Yankumham Hajerati. Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 itu ditandai dengan penyerahan berita acara serah terima jabatan dari Suharman kepada Tony. Disaksikan seluruh Kepala UPT jajaran Kanwil Kemenkumham Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Susy mengapresiasi capaian yang telah dilakukan Suharman. Menurutnya, banyak hal positif yang telah ditinggalkan Suharman. Hal tersebut, menurut Susy, membuat Suharman layak dipromosikan sebagai Kakanwil Sumatera Barat. 

"Banyak perubahan ya di Lapas Porong ini, mulai dari fisik gedungnya sampai perubahan pola kerja dan pola pikir pegawainya," pujinya. 

Untuk itu, Susy berharap Tony bisa meneruskan capaian Suharman. Dan memperbaiki hal-hal yang masih harus diperbaiki. 

"Saya yakin pak Tony ini mampu, karena sudah teruji dengan seringnya menjadi kepala UPT yang tergolong besar," terangnya.

Menurut Susy, tantangan di Porong cukup berat. Karena mayoritas penghuni merupakan dengan hukuman tinggi. Kasusnya juga luar biasa. 

"Dengan pengalamannya, Pak Tony harus bisa membuat aman, tentram dan pembinaan berjalan dengan baik," pesannya.

Tony mengungkapkan bahwa pihaknya akan berusaha merealisasikan target dari Kakanwil. Tentunya dengan dukungan seluruh jajarannya. 

Dia juga akan melakukan komunikasi dengan forkopimda dan aparat penegak hukum lain di Sidoarjo agar mendapatkan dukungan. 

"Kami akan berusaha membuat lapas tetap kondusif dan aman, mohon dukungan dan doanya," terangnya. eno

Foto
Tampak prosesi sertijab Kepala Lapas Kelas I di Porong. Suharman digantikan Tony Nainggolan, mantan Kalapas Kerobokan Bali, Rabu (11/9/2019). Henoch Kurniawan

Comments

Popular posts from this blog

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh

Oknum Staf Kecamatan Dukuh Pakis Pungli KTP, KK dan Akte Kelahiran Rp 8.2 Juta

SURABAYA (Mediabidik) – Mahalnya biaya untuk pengurusan KTP, KK dan Akte Kelahiran, itulah yang terjadi di kecamatan Dukuh Pakis Surabaya yang dialami oleh Sri Wulansari warga asal Kediri. Hanya ingin pindah tempat menjadi warga Surabaya dia harus mengeluarkan biaya Rp 8.2 juta kepada oknum staf kecamatan Dukuh Pakis yang bernama Sugeng, hanya menulis nama, alamat, tempat tanggal lahir dan nama orang tua di kertas kosong dia sudah mendapatkan KTP dan KSK Surabaya tanpa harus membawa surat pindah tempat dari Dispenduk Capil Kediri. Hal itu disampaikan Andi kerabat dari Sri Wulandari saat ditemui di kantor Humas pemkot Surabaya, Selasa (5/12) mengatakan, hanya dengan menyerahkan nama, tempat tanggal lahir dan orang tua sudah dapat KTP dan KSK Surabaya. "Untuk data cabut bendel dari Dispenduk capil dari Kediri tidak perlu, cukup hanya mengisi data nama, tempat tanggal lahir dan nama orang tua, janjinya seminggu jadi, ternyata sebulan lebih baru jadi. Untuk pembua