Skip to main content

Arief Fathoni : Surabaya Butuh Rumah Sakit Diwilayah Timur dan Selatan

SURABAYA (Mediabidik) - Anggota DPRD Surabaya Arief Fathoni menyampaikan pelayanan kesehatan berupa fasilitas rumah sakit pemerintah sangat dibutuhkan di wilayah Timur dan Selatan. Ketua Fraksi Golkar ini menyebut banyak keluhan yang disampaikan konstituen yang didapat selama kampanye.

"Sampai saat ini belum ada rumah sakit pemerintah di wilayah Surabaya Selatan dan Timur. Masyarakat sangat membutuhkan," kata politisi yang juga mantan jurnalis ini.

Menurutnya, usulan pembangunan rumah sakit baru bagi warga Surabaya sangat relevan dan memungkinkan jika melihat kekuatan finansial Surabaya. Saat ini, keberadaan rumah sakit pemerintah hanya berada di wilayah Surabaya Barat (RS Bhakti Dharma Husada) dan Surabaya Pusat (RS Soewandhie). 

"Kebutuhan infrastruktur adalah kesehatan, pendidikan, dan jalan. Saya melihat wilayah Surabaya Timur dan Selatan tidak ada rumah sakit pemerintah," kata politisi muda yang akrab disapa Toni ini.

Dengan begitu, pasien segera mendapatkan pelayanan. Khususnya mereka yang berasal dari kalangan menengah ke bawah bisa dilayani rumah sakit pemerintah.

"Memang sudah ada rumah sakit swasta, tapi biaya pengobatan masih cukup berat. Mahalnya biaya perawatan di rumah sakit swasta membuat warga memilih rumah sakit negeri," tegasnya.

Menurut ia, dengan kekuatan APBD yang dimiliki Surabaya, Toni yakin pembangunan satu rumah sakit baru dengan mudah terealisasi. Dia memperkirakan biaya pembangunan rumah sakit baru sekitar Rp 300 miliar.

"APBD Surabaya saat ini sudah mencapai Rp 9 triliun. Sangat dimungkinkan untuk membangun rumah sakit baru," katanya. (pan)

Foto : Arief Fathoni ketua fraksi Golkar

Comments

Popular posts from this blog

Warga Pengampon Dapati Money Politik Dari Pendukung Paslon No 01

Mediabidik.com - Beberapa jam menjelang coblosan Pilkada Surabaya 2020, praktik politik uang mulai terjadi. Seperti yang disampaikan Muhammad Rosul, salah satu warga Pengampon, kelurahan Bongkaran, mengungkapkan dirinya mendapatkan dua amplop berisi uang untuk mencoblos paslon nomor urut 01. "Saya dapat dua amplop dari Pak Sugeng, ia tetangga saya yang menjadi tim sukses 01," kata Rosul Selasa malam (8/12/20). "Di rumah saya ada empat suara, sekarang masih dikasih dua, nanti katanya mau dikasih lagi dua kekurangannya," lanjutnya.  Rosul menambahkan, Sugeng tidak tahu jika dirinya adalah pendukung Machfud Arifin-Mujiaman. Selama ini memang tidak terlalu aktif dalam proses pilwali karena sibuk mengurusi tokonya yang ada di Pasar Pecindilan.  "Kampung saya memang banyak pendukung 01, yang mengkoordinir ya Pak Sugeng itu. Saya cek ke tetangga, semuanya diberi amplop, masing-masing berisi uang Rp 30 ribu," lanjutnya.  Rosul menyatakan akan melaporkan temuan te

5 Tanaman Unik Mirip Alat Kelamin Manusia

Tentunya, setiap orang pernah mengalami fenomena psikologis yang mengibaratkan suatu benda terlihat seperti obyek lain. fenomena psikologis tersebut juga muncul di dunia tumbuh-tumbuhan. Dalam Wikipedia, arti dari pareidolia adalah fenomena psikologis yang mengikutsertakan stimulus samar dan acak yang akhirnya diartikan sendiri oleh orang yang melihat atau mendengarnya. Banyak kasus-kasus paredolia yang cukup terkenal dan menghebohkan dunia, contohnya saja 5 Bentuk Hewan Yang Mirip Penis yang pernah diposting sebelumnya. Namun, apabila dikerucutkan ke dalam dunia tumbuh-tumbuhan, ada beberapa bentuk dari bunga, buah atau juga bagian dari tumbuhan yang ternyata dapat disalahartikan karena mirip dengan organ-organ vital pria dan wanita. Memang akan ada perdebatan yang mengatakan bahwa bentuk-bentuk tumbuhan tersebut tidak mirip, namun ada pula yang akan mengatakan bahwa memang ada kemiripan dari segi bentuknya secara sekilas. Berikut  5 Tanaman Unik Yan

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt