Ads (728x90)


SURABAYA (Mediabidik) - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) diminta melakukan inovasi agar bisa berkembang dan menyumbang pendapatan asli daerah (PAD). BUMD juga diminta tak selalu 'menyusu' pada APBD tapi justru menyumbang APBD Pemprov Jawa Timur. Bahkan di era globalisasi ini, BUMD diharapkan mampu bersaing dengan pihak swasta.
        
Menurut Anggota Komisi C DPRD Jatim yang membidangi Keuangan Irwan Setiawan,SIP mengatakan pihaknya menilai positif rencana PT Panca Wira Usaha (PWU) yang merupakan salah satu BUMD milik Pemprov Jatim untuk berpartisipasi dalam pembangunan jalan tol. PT PWU rencanannya akan menggarap proyek jalan tol dari Krian-Legundi-Bunder-Manyar sepanjang 39 kilometer dengan menggandeng BUMN yakni PT Waskita Karya.

      
" Bagus rencana kerjasama itu. BUMD harus didorong melakukan inovasi agar asset dan keuntungannya berkembang dan menambah PAD untuk Pemprov. Saya dukung rencana PWU itu," terang irwansetiawan, Senin (3/10).

       
Politisi Asal Partai Fraksi PKS ini juga menyambut baik rencana PT PWU membangun jalan tol di Jawa Timur dengan menggandeng BUMN. Namun Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim ini belum bisa bicara lebih jauh karena manajemen PT PWU belum pernah membicarakan hal itu pada Komisi C.

       
Namun Irwan menyambut baik langkah inovatif yang dilakukan PT PWU tersebut. Pihaknya berharap seluruh BUMD memaksimalkan potensi yang mereka miliki untuk mengembangkan usaha. Irwan menyontohkan, PT PWU memproduksi sirup merk Siropen yang sangat legendaris. Tapi sayangnya, pemasarannya belum maksimal dan menyebar ke area Jawa Timur.

           
" Saya baru melihat Siropen ada di salah satu gerai rumah makan spesialis bebek goreng yang ada di Jatim Expo. Harusnya, pemasarannya lebih menyebar karena banyak masyarakat yang ingin menikmati sirup legendaris itu," beber politisi yang akrab disapa Kang Irwan saat di temui di ruang Fraksi.

      
Lebih jelas kang Irwan menandaskan  PT PWU juga memproduksi minuman mineral dengan merk S Water atau kependekan dari Siropen Water. Namun pemasaran minuman air mineral itu juga kurang berkembang. Bahkan dalam kegiatan di lingkungan Pemprov saja hampir tidak pernah menyajikan air mineral produksi BUMD Pemprov tersebut.

       
Menurut Irwan, seharusnya harus mulai mengganti air mineral merk pasaran dengan S Water yang notabene produksi sendiri, karena jelas hasil penjualannya akan kembali ke APBD pemprov. Kalau itu diterapkan di lingkungan Pemprov plus 38 pemkab dan pemkot pasti hasilnya akan maksimal.

       
"Saya berharap pemprov harus mulai memberi ruang untuk S Water dan Siropen dihidangkan di di acara resmi maupun kegiatan keseharian di lingkungan kerja Pemprov Jatim. Manajemen juga harus lebih menggencarkan sosialisasi dengan menggandeng media massa," pungkas Wakil Ketua Bapperda ini. (rofik)

Post a Comment