Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) - Memasuki musim hujan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Surabaya mengintensifkan perantingan pohon di sejumlah titik. Perantingan itu bertujuan untuk mengantisipasi kejadian pohon tumbang.

"Perantingan pohon sebenarnya merupakan kegiatan rutin. Namun, karena sudah memasuki musim hujan yang biasanya disertai angin kencang, kami mengintensifkan kegiatan ini," ujar Kepala DKP Surabaya Chalid Buhari saat ditemui di kantornya, Rabu (5/10).

Dalam menentukan pohon yang dipangkas, lanjut dia, DKP memprioritaskan pohon-pohon yang kondisinya sudah keropos sehingga dinilai membahayakan. Selain itu, pohon yang menutupi rambu-rambu lalu lintas juga tak luput dari sasaran pemangkasan. Meski demikian, dalam melakukan perantingan, DKP tetap memperhatikan estetika kota.

Terkait kegiatan perantingan pohon ini, DKP memaksimalkan tim khusus perantingan berjumlah 10 orang. Tim tersebut didukung dua tim rayon beranggotakan 14 orang. Sedangkan, mobil untuk menjangkau bagian atas pohon alias skywalker yang dimiliki DKP sebanyak 17 buah juga dioptimalkan.

Lebih lanjut, Chalid menjelaskan, hasil perantingan pohon dikumpulkan di rumah kompos. Setelah itu, pupuk kompos hasil perantingan akan digunakan untuk pemeliharaan taman-taman kota. Dengan demikian, akan tercipta efisiensi karena pemkot tidak perlu membeli pupuk. "Prosesnya butuh waktu tiga minggu mulai dari pencacahan hingga menjadi kompos," urai mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya itu.(pan)

Post a Comment