Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) - DPRD Kota Surabaya menggelar sidang paripurna penetapan ketua dan wakil ketua DPRD Kota Surabaya Definitif periode 2019-2024. Dalam sidang paripurna ini, Adi Sutarwijono diangkat sebagai Ketua DPRD Surabaya dan AH Tony dari Partai Gerindra, Laila Mufidah dari PKB dan Reni Astuti dari PKS sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya. 

Ketua DPRD Surabaya definitif Adi Sutarwijono menjelaskan, dengan adanya sidang paripurna ini akan menjadi syarat untuk mendapatkan Surat Keputusan (SK) penetapan pimpinan DPRD Surabaya dari Gubernur Jatim.

"Itu adalah pemenuhan syarat-syarat untuk mendapatkan SK penetapan dari Gubernur melalui ibu Wali Kota Surabaya," jelasnya saat ditemui usai sidang paripurna di Gedung DPRD Kota Surabaya, Jalan Yos Sudarso, Surabaya, Rabu (11/09/2019).

Awi sapaan akrabnya Adi Sutarwijono menjelaskan, bahwa setelah para pimpinan dewan ditetapkan dalam sidang paripurna, tahapan selanjutnya adalah menunggu SK penetapan turun dari Gubernur. Namun ia mengaku tidak tahu kapan SK Gubernur akan turun untuk selanjutnya melantik dirinya dan tiga wakil pimpinan.

"Mudah-mudahan bisa cepat lah. Setelah SK penetapan turun baru kemudian akan diucapkan sumpah dan janji jabatan pimpinan definitif yang terdiri dari ketua dan tiga wakil ketua," jelas mantan wartawan ini.

Nantinya setelah ditetapkan dengan SK Gubernur DPRD akan dapat bekerja dengan maksimal. Mengingat secara de facto walaupun telah ditetapkan sebagai ketua definitif, namun secara de jure masih harus menunggu adanya SK penetapan. 

Namun meskipun demikian, dirinya dan jajaran pimpinan dewan yang lain akan tetap dapat bekerja dengan baik. Seperti menerima keluhan warga terhadap permasalahan yang dialaminya. 

"Misalkan bertemu warga masyarakat, konstituennya, menjaring aspirasi warga dan sebagainya, tapi untuk rapat alat kelengkapan belum bisa," tuturnya.

Ketika ditanya tentang permasalahan matinya air PDAM di beberapa daerah di Surabaya selama beberapa hari karena adanya relokasi pipa PDAM dampak pembangunan proyek Alun-alun Surabaya, dirinya mengaku prihatin dengan kejadian tersebut.

"Saya percaya pihak kontraktor, pihak PDAM dan pemerintah kota (Pemkot) Surabaya akan bisa mengatasi krisis air bersih itu," katanya. (pan)

Post a Comment