Skip to main content

Sibuk Pelesir, Fraksi PDIP Desak Risma Serahkan Jabatan Ke WS

SURABAYA (Mediabidik) - Karena sering pelesir ke luar negeri untuk mengemban amanah sebagai Presiden UCLG, fraksi PDIP DPRD Surabaya meminta Walikota Surabaya Tri Risma Harini mundur dari jabatannya dan menyerahkan tugas walikota ke wakil walikota Surabaya Whisnu Sakti Buana dan permintaan ini akan disampaikan ke walikota maupun DPP partai.

Baktiono Wakil Ketua fraksi PDIP DPRD kota Surabaya mengatakan, melihat kesibukan Walikota Surabaya Tri Rismaharini sebagai Presiden UCLG, membuat walikota dua periode itu semakin sering pergi ke luar negeri tapi bukan terkait urusan Surabaya, melainkan urusan sebagai Presiden UCLG.

"Fraksi PDIP sepakat meminta di tahun 2018 ini, Walikota menyerahkan jabatannya kepada Wakil Walikota Surabaya Whisnu Sakti Buana," ucap Baktiono saat memberikan keterangan kepada sejumlah media di Gedung DPRD, Senin (10/12/2018).

Politisi yang duduk sebagai Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya ini menegaskan, posisi walikota Surabaya bagi Risma terlalu kecil karena saat ini Risma menduduki Presiden UCLG yang menangani banyak negara sehingga sangat membutuhkan fokus penanganan dari Risma. 

"Untuk itu lebih baik Risma menyerahkan jabatannya kepada wakil walikota agar bisa lebih fokus dan konsentrasi penuh pada penanganan kota Surabaya dan bu Risma fokus sebagai Presiden UCLG," terangnya.

Politisi yang duduk sebagai anggota Komisi B DPRD Surabaya ini mengatakan, partai akan melakukan evaluasi dan menyampaikan permintaan ini langsung ke Walikota tri Rismaharini. "Dan ke DPP partai untuk ditindaklanjuti dan partai yakin Walikota tidak akan keberatan," pungkasnya.(pan)

Comments

Popular posts from this blog

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt

“NUUBON” Nugget Udang Rebon Kelurahan Sukolilo Baru, Hasil Karya Universitas Muhammadiyah Surabaya

SURABAYA - Pada tanggal 31 Juli 2022 tepatnya minggu kedua dari pelaksanaan KKN Universitas Muhammadiyah Surabaya tahun 2022, kelompok KKN Berdaya Sukolilo Baru telah berhasil melaksanakan program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat berupa sosialisasi inovasi produk baru yaitu demo pembuatan "Nugget Udang Rebon". Kegiatan demo inovasi produk baru ini dilaksanakan di halaman Kelurahan Sukolilo Baru. Dalam kegiatan ini dibagi menjadi 2 sesi, dimana sesi pertama adalah sosialisasi produk dan demo masak nugget udang rebon dan sesi kedua adalah sosialisasi pemasaran produk secara online.  Proses pembuatan nugget udang rebon ini cukup mudah tetapi untuk mengelola udang rebon sendiri apalagi yang masih basah membutuhkan waktu.  "Artinya udang rebon basah yang telah dibersihkan dari kotoran itu ditiriskan hingga kadar airnya berkurang. Selain itu juga untuk menambah cipta rasa yang unggul udang rebon basah ini harus dikukus kurang lebih 5-10 menit. Selanjutnya, bi

Robot Trading, Disinyalir Banyak Oknum Bermain Untuk Mendapat Harta Ilegal

Surabaya - Akhir akhir ini, bisnis Trading nampak menjadi primadona. Bahkan dari bisnis ini, saat ini banyak Orang Kaya Baru (OKB) di Indonesia.  Sebenarnya tidak ada masalah jika tidak ada pelanggaran hukum didalamnya.  Dengan menjamurnya bisnis robot trading ini, maka banyak oknum yang sengaja bermain untuk mendapat harta dengan ilegal (tidak terdaftar dan tidak sesuai aturan OJK, red) dan berujung pada kasus hukum.  Seperti pada kasus robot trading Evortrad yang tengah disidangkan di Pengadilan Negri Malang.  Setelah pelimpahan kasusnya di Kejari Malang, maka disidangkanlah kasus ini dengan agenda awal pemeriksaan saksi-saksi.  Mengamati dari proses persidangan, nampak ada "Hukum Rimba" dalam bisnis ini. Artinya siapa yang kuat, dialah yang menang.  Menarik disimak, kasus sangkaan penipuan dilaporkan oleh beberapa orang member robot trading Evortrade dibawah PT. EVOLUSION PERKASA GROUP.  Anehnya, saat disidang, saksi pelapor mengaku tidak tahu apa apa. "K