Skip to main content

Tidak Ada Itikad Baik, PT Platinum Ceramic Dua Kali Mangkir Hearing

SURABAYA (Mediabidik) - Hearing di Komisi D DPRD Surabaya, Senin (10/12/2018) terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak terhadap 409 karyawan yang di lakukan managemen PT Platinum Ceramic Jalan Karang Pilang Surabaya menemui jalan buntu. Pasalnya dalam hearing untuk kedua kalinya pihak managemen Platinum Ceramic tidak hadir.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya Agustin Poliana mengatakan, platinum kemarin itu kita kembalikan ke disnaker provinsi karena ada kasus yang harus diselidiki dan dianggap ada pidananya kita kembalikan ke provinsi.

"Dan yang dikota, terkait perselisihan yang 409 karyawan belum di masukan. Dan yang sudah masuk 44 itu," terang Ketua Komisi D.

Dia menegaskan, jadi teman-teman komisi berharap itu diselesaikan secara internal." Karena perusahaan dipanggil dua kali ngak datang, dan di tatip kita kan ngak ngatur untuk panggil paksa. Jadi dilema, coba kalau diatur seperti itu, kan enak." pungkasnya.

Anggota DPRD dari fraksi PDIP ini berharap kedepannya tata tertib DPRD Surabaya bisa diubah untuk pemanggilan secara paksa."Bisa saja, nanti kan ada perubahan-perubahan, untuk saat ini belum ada." imbuhnya.

Sementara Kabid Pengawasan Dinaskertranduk Jawa Timur Leli mengatakan, kita sesuai prosedur, kalau memang ada normatifnya saran dari kepala dinas dijalankan sesuai aturan Undang-undang ketenagakerjaan.

"Kalau ranahnya perselisihan silakan ke PHI mediatornya Disnaker kota Surabaya, kalau ada temuan pidana ketenagakerjaan segera dileluarkan nota pemeriksaan dan akan kita tindaklanjuti sesuai prosedur. Besok akan kita lakukan pemeriksaan." terang Leli.

Leli menambahkan, kalau perundingan sudah berkali-kali, ada perjanjian bersama (PB) sehingga itu tadi." Awalnya itu tidak ada yang ter PHK, ternyata ter PHK. Jangan tanya saya tanyakan pada rumput yang bergoyang," kilahnya, sembari mengahkiri pembicaraan.

Di waktu yang sama, Nurhayati Kasi Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja kota Surabaya menyampaikan, terkait Platinum bahwa kita sudah memfasilitasi melakukan panggilan terhadap para pihak yang berselisih.

"Dari situ kita sudah memfasilitasi tapi perusahaan tidak pernah datang, dan itu sudah beberapa kali," terang Nurhayati.

Kasi Hubungan Industrial Dinasker Surabaya menambahkan, terahkir kita sudah terbit perjanjian bersama antara pekerja dan perusahaan tanggal 8 September, dan 409 diluar itu. Tapi ada permasalahan lagi.

"Intinya, semua sudah terakmulasi dalam psrjanjian bersama itu. Tapi dari perusahaan mengingkari perjanjian bersama itu," terangnya.

Perlu diketahui PHK sepihak tersebut bermula tuntutan karyawan terkait struktur skala upah, kemudian pihak managemen menskorsing 44 kordinator lapangan (Korlap) PUK (Pengurus Unit Kerja) dan ahkirnya terjadi mogok kerja massal, dampak dari aksi tersebut pihak perusahaan melakukan PHK sepihak 409 dari 1700 pekerja perusahaan Platinum Ceramic.(pan)


Comments

Popular posts from this blog

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt

“NUUBON” Nugget Udang Rebon Kelurahan Sukolilo Baru, Hasil Karya Universitas Muhammadiyah Surabaya

SURABAYA - Pada tanggal 31 Juli 2022 tepatnya minggu kedua dari pelaksanaan KKN Universitas Muhammadiyah Surabaya tahun 2022, kelompok KKN Berdaya Sukolilo Baru telah berhasil melaksanakan program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat berupa sosialisasi inovasi produk baru yaitu demo pembuatan "Nugget Udang Rebon". Kegiatan demo inovasi produk baru ini dilaksanakan di halaman Kelurahan Sukolilo Baru. Dalam kegiatan ini dibagi menjadi 2 sesi, dimana sesi pertama adalah sosialisasi produk dan demo masak nugget udang rebon dan sesi kedua adalah sosialisasi pemasaran produk secara online.  Proses pembuatan nugget udang rebon ini cukup mudah tetapi untuk mengelola udang rebon sendiri apalagi yang masih basah membutuhkan waktu.  "Artinya udang rebon basah yang telah dibersihkan dari kotoran itu ditiriskan hingga kadar airnya berkurang. Selain itu juga untuk menambah cipta rasa yang unggul udang rebon basah ini harus dikukus kurang lebih 5-10 menit. Selanjutnya, bi

Robot Trading, Disinyalir Banyak Oknum Bermain Untuk Mendapat Harta Ilegal

Surabaya - Akhir akhir ini, bisnis Trading nampak menjadi primadona. Bahkan dari bisnis ini, saat ini banyak Orang Kaya Baru (OKB) di Indonesia.  Sebenarnya tidak ada masalah jika tidak ada pelanggaran hukum didalamnya.  Dengan menjamurnya bisnis robot trading ini, maka banyak oknum yang sengaja bermain untuk mendapat harta dengan ilegal (tidak terdaftar dan tidak sesuai aturan OJK, red) dan berujung pada kasus hukum.  Seperti pada kasus robot trading Evortrad yang tengah disidangkan di Pengadilan Negri Malang.  Setelah pelimpahan kasusnya di Kejari Malang, maka disidangkanlah kasus ini dengan agenda awal pemeriksaan saksi-saksi.  Mengamati dari proses persidangan, nampak ada "Hukum Rimba" dalam bisnis ini. Artinya siapa yang kuat, dialah yang menang.  Menarik disimak, kasus sangkaan penipuan dilaporkan oleh beberapa orang member robot trading Evortrade dibawah PT. EVOLUSION PERKASA GROUP.  Anehnya, saat disidang, saksi pelapor mengaku tidak tahu apa apa. "K