Skip to main content

Penasehat Hukum Giri Cs Anggap Keterangan Saksi Tidak Konsisten

SURABAYA (Mediabidik) - Sidang kasus perkelahian antara Handy Natanael Setiawan-Jimmy Cen dan mantan Ketua Umum HIPMI Jatim Giri Bayu Kusumah Cs kembali berlanjut di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (11/12). Sidang beragendakan mendengarkan keterangan saksi korban.

Kasus ini bermula dari perkelahian Handy dan Jimmy dengan Giri Bayu yang datang bersama teman-temannya, yaitu Dewi, Rizzal, Muhamad Balsum, dan Jenifer, yang terjadi pada Januari 2018 di sebuah tempat hiburan yang ada di salah satu hotel di Surabaya. Dalam momen itu, Handy dan Jimmy yang terdesak dalam perkelahian melaporkan Giri dan temannya ke kepolisian hingga berlanjut ke persidangan saat ini.

Penasihat hukum Giri, Hidayat, mengatakan, dalam persidangan, tampak jelas keterangan saksi korban tidak konsisten. 

"Ada yang tegas bilang Giri ikut memukul dan berkelahi, ada yang bilang ragu, seolah tidak ingat," ujar Hidayat.

Hal tersebut, kata Hidayat, membuktikan bahwa ketika perkelahian terjadi, para pihak itu diduga dalam pengaruh minuman keras beralkohol.

"Sebenarnya keterangan saksi korban itu dengan sendirinya membuktikan bahwa kasus ini bukan penganiayaan, tapi perkelahian. Ada Handy Nathanael dan Jimmy di satu kubu, dan Saudara Giri dan temannya di kubu lain. Dua kelompok ini berkelahi karena salah paham," jelas Hidayat.

Hidayat menjelaskan, pemicu terjadinya perkelahian adalah karena para korban sebelumnya melontarkan ucapan yang bernada hinaan terhadap Dewi, yang datang bersama Giri, Balsum, Rizzal, dan Jennifer.

Permasalahan bermula saat Dewi adu mulut dengan korban Handy Natanael ketika sedang berada di lorong. Adu mulut bermula saat Handy dan Jimmy lewat sambil menyindir, mengapa di tempat itu terjadi keributan. Saat itu memang sempat terjadi keributan kecil sebelum Handy Natanael dan Jimmy Chen masuk.

"Mangan bubur ae ojok koyok wong susah(makan bubur saja jangan seperti orang susah)," begitu Handy menyindir sambil menatap Dewi.

Merasa tidak terima, Dewi menyuruh Handy Natanael untuk diam saja. Itulah awal mula pemantik keributan, karena Handy Natanael kemudian menghardik Dewi sambil mengucapkan kalimat bernada menghina yang sangat sensitif.

"Klien saya, Dewi, tidak terima. Kenapa dia dihina. Saya tidak bisa sebutkan hinaannya karena sangat sensitif bagi masyarakat kita. Handy juga menghina apakah Dewi punya duit, dan itu sudah merendahkan Dewi. Ya memang Bapak Handy Natanael dan Jimmy Chen lebih kaya, tapi kan tidak perlu merendahkan orang seperti itu," ujar Hidayat.

Dia menjelaskan, kemudian terjadi aksi saling dorong, dan kemudian Jimmy mendorong Dewi. Secara refleks, Dewi menarik baju Handy Natanael. Ternyata, Handy meresponsnya dengan masih menyinggung kemampuan keuangan Dewi.

"Saat ditarik bajunya, Handy bilang, emang orang pribumi kayak elu (Dewi) bisa beli baju kayak begini? Lagi-lagi menghina secara ekonomi. Karena merasa harga dirinya dihina, Dewi langsung berteriak, ayo kalau berani pukul saya. Suasana saling dorong. Lalu Jimmy Chen mendorong dan memukul Dewi, itu kena pipi. Kemudian Dewi berteriak minta tolong Balsum," ujarnya.

Balsum lalu datang dan melerai. Tapi suasana tetap tak kondusif. Balsum membela Dewi dengan menendang Handy.

"Situasi chaos waktu itu, karena sebagian di antaranya sempat minum alkohol meskipun tidak banyak," imbuh Hidayat.

"Jadi ada pengalaman traumatis yang dialami oleh klien saya karena dihina satu hal yang sensitif, juga dihina soal latar belakang ekonominya. Kita lihat nanti di persidangan seperti apa," pungkasnya.

Sidang perkara ini akan dilanjutkan lagi pekan depan.(opan)

Foto : saksi saat memberi keterangan dihadapan majelis hakim PN Surabaya.J4k

Comments

Popular posts from this blog

5 Tanaman Unik Mirip Alat Kelamin Manusia

Tentunya, setiap orang pernah mengalami fenomena psikologis yang mengibaratkan suatu benda terlihat seperti obyek lain. fenomena psikologis tersebut juga muncul di dunia tumbuh-tumbuhan. Dalam Wikipedia, arti dari pareidolia adalah fenomena psikologis yang mengikutsertakan stimulus samar dan acak yang akhirnya diartikan sendiri oleh orang yang melihat atau mendengarnya. Banyak kasus-kasus paredolia yang cukup terkenal dan menghebohkan dunia, contohnya saja 5 Bentuk Hewan Yang Mirip Penis yang pernah diposting sebelumnya. Namun, apabila dikerucutkan ke dalam dunia tumbuh-tumbuhan, ada beberapa bentuk dari bunga, buah atau juga bagian dari tumbuhan yang ternyata dapat disalahartikan karena mirip dengan organ-organ vital pria dan wanita. Memang akan ada perdebatan yang mengatakan bahwa bentuk-bentuk tumbuhan tersebut tidak mirip, namun ada pula yang akan mengatakan bahwa memang ada kemiripan dari segi bentuknya secara sekilas. Berikut  5 Tanaman Unik Yan

Warga Pengampon Dapati Money Politik Dari Pendukung Paslon No 01

Mediabidik.com - Beberapa jam menjelang coblosan Pilkada Surabaya 2020, praktik politik uang mulai terjadi. Seperti yang disampaikan Muhammad Rosul, salah satu warga Pengampon, kelurahan Bongkaran, mengungkapkan dirinya mendapatkan dua amplop berisi uang untuk mencoblos paslon nomor urut 01. "Saya dapat dua amplop dari Pak Sugeng, ia tetangga saya yang menjadi tim sukses 01," kata Rosul Selasa malam (8/12/20). "Di rumah saya ada empat suara, sekarang masih dikasih dua, nanti katanya mau dikasih lagi dua kekurangannya," lanjutnya.  Rosul menambahkan, Sugeng tidak tahu jika dirinya adalah pendukung Machfud Arifin-Mujiaman. Selama ini memang tidak terlalu aktif dalam proses pilwali karena sibuk mengurusi tokonya yang ada di Pasar Pecindilan.  "Kampung saya memang banyak pendukung 01, yang mengkoordinir ya Pak Sugeng itu. Saya cek ke tetangga, semuanya diberi amplop, masing-masing berisi uang Rp 30 ribu," lanjutnya.  Rosul menyatakan akan melaporkan temuan te

Mendapat Pujian Dari Mendagri, Damkar Kota Surabaya Menjadi Percontohan Perihal Respons Time

Mediabidik.com - Mendapat pujian dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) di HUT Damkar ke 102 Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) kota Surabaya dijadikan percontohan perihal respons time tercepat menuju lokasi. Karena hal itu Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) kota Surabaya diundang sebagai narasumber oleh Dirlantas Polda Jatim, Senin (8/3/2021). Dedi Irianto Kepala Dinas Pemadam Kebakaran kota Surabaya mengatakan, jadi hari ini, ada giat sosialisasi di Polda Jatim tentang Peningkatan Kemampuan Teknis Dalam Mengemudi Pemadam Kebakaran di jajaran Jawa Timur 2021. "Intinya di Polda ini, yang mengadakan Dirlantas Polda Jatim, setiap daerah mengirimkan empat personil Damkar yang tugasnya sebagai juru mudi. Se Jawa Timur, kemudian diadakan pelatihan teknis. "terang Dedi kepada media ini.  Dedi menjelaskan, ada beberapa pelatih dan narasumber salah satunya dari IMI, Lantas dan Damkar kota Surabaya, saya sendiri sebagai narasumber. Intinya di Surabaya ini respons time nya beda sama