Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) – Sebanyak 1.500 pengemudi Go-Jek dan Go-Box kini terlindungi jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan cabang Surabaya Tanjung Perak. Karena profesi mereka tergolong rentan kecelakaan, dengan melintasi jalan raya yang padat di Surabaya. Dari pagi hingga larut malam mereka harus menjemput dan mengantar pelanggan ke tempat tujuan harus tepat waktu dan selamat.

Kakacab BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Tanjung Perak, Poedji Santoso menjelaskan, dari sekian banyak kasus kecelakaan kerja, 70 persen lebih diantaranya terjadi di jalan raya, terutama dialami pengendara motor roda dua.

"Jadi para pengemudi Go-Jek dan Go-Box sangat perlu mendapatkan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga mereka tidak perlu lagi kuatir akan resiko kalo sewaktu-waktu terjadi kecelakaan kerja di jalan raya," ungkap Poedji di hotel Suites Gubeng, Jumat (23/12/2016).

Saat ini jumlah pengemudi Go-Jek dan Go-Box di Surabaya terdata sebanyak sekitar 6.000 orang. Dari jumlah itu yang baru terlindungi jaminan sosial dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Tanjung Perak hanya sekitar 1.500 orang.

Karena itu, lanjut Poedji, pihaknya akan terus mensosialisasikan untuk menggenjot kepesertaan pengemudi Go-Jek dan Go-Box mengingat jumlah total pengemudi layanan aplikasi ini di Surabaya mencapai sekitar 5-6 ribu orang.

"Sosialisasi ini terus kami lakukan mengingat masih banyak para pengemudi Go-Jek dan Go-Box yang belum terlindungi layanan BPJS Ketenagakerjaan. Padahal resiko kecelakaan kerja mereka cukup besar, karena pengemudi itu setiap hari berada di jalan raya," tuturnya.

Dijelaskan Poedji, kepesertaan pengemudi Go-Jek dan Go-Box di Surabaya ini termasuk Bukan Penerima Upah (BPU). Namun, kendati BPU, manfaat kepesertaan mereka sama dengan peserta Penerima Upah (PU) lainnya.

"Para pengemudi Go-Jek dan Go-Box ini cukup membayar iuran Rp16.800,- per bulan untuk mendapatkan perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan juga Jaminan Kematian (JKM)," ujarnya.

Dengan jaminan itu, kata Poedji, bila mereka mengalami musibah kecelakaan kerja, mereka sudah tidak perlu memikirkan bea pengobatannya, karena sudah ditanggung sepenuhnya sampai sembuh oleh pihaknya. Dan bila sampai meninggal dunia, keluarga yang ditinggal juga akan mendapat santunan untuk kelanjutan biaya hidupnya.

Sementara itu, dalam sosialisasi tersebut, ratusan pengemudi Go-Jek dan Go-Box yang hadir tampak antusias mengikuti paparan Kabid Pemasaran dan PIC Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Tanjung Perak  Ayu Wahyu dan Syaifudin. (haria)

Teks Foto: Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Tanjung Perak, Poedji Santoso dan Kabid Pemasaran Ayu Wahyu, di tengah pengemudi Go-Jek dan Go-Box di Surabaya.

Post a Comment