Ads (728x90)

SURABAYA (Mediabidik) - Ajang Customer gathering yang digelar BPJS Ketenagakerjaan cabang Surabaya Darmo, Selasa (20/12/2016) di hotel Mercure betul-betul dimanfaatkan sebagai ajang curhat oleh para undangan yang hadir yang berasal dari jasa konstruksi (Jakon).

Bermacam uneg-uneg, seperti prosedur daftar ke BPJS Ketenagakerjaan, pemberlakuan faskes di Rumah Sakit Trauma Center (RSTC) bagi peserta, klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) secara online hingga alur proses pencairan dana santunan JKK dan Jaminan Kematian (JKM), semuanya ditanyakan oleh peserta program Jakon ini dengan detail.

Seperti Devita dari PT Sri Murni misalnya, yang menanyakan prosedur standart penanganan pencairan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan sampai berapa lama. 

"Seperti kejadian karyawan kantor kami atas nama Sami Afandi (di PT Sri Murni) ada yang meninggal karena kecelakaan kerja. Tapi untuk mengurus santunannya butuh waktu tiga bulan, kok lama banget," keluh Devita.

Menanggapi hal itu, Kakacab BPJS Ketenagakerjaan cabang Surabaya Darmo, Dani Santoso yang didampingi Kabid Pemasaran Ferina Burhan dan PIC Komunikasi Wiwit menjelaskan. Pihaknya tidak ada niatan mempersulit proses pencairan santunan kematian. 

"Justru sebaliknya, kami akan mempercepat prosesnya, asalkan semua berkas dan persyaratannya dipenuhi. Pokoknya, kalo dalam tujuh hari berkas dan dokumennya sudah lengkap, pasti langsung cair. Gak sampai nunggu tiga bulan, dan itu sudah sesuai prosedur kami," tegasnya.

Selain itu, lanjut Dani, Ia menyarankan agar pihak kantor menyerahkan berkas yang jelas dan akurat. "Tujuannya agar kami menyerahkan santunan tepat sasaran kepada ahli waris korban yang sah, dalam hal ini bisa isteri, anak atau orang tua," ujar pria yang dikenal akrab kepada media ini ramah.

Lebih lanjut dikatakan Dani, kegiatan Customer Gathering untuk peserta program Jakon ini sebagai ajang saling kenal dan silaturahmi, sekaligus sebagai ajang diskusi. "Dengan berbagai kritikan dan masukan lewat pertanyaan dari peserta tadi, kami harapkan bisa lebih meningkatkan produktifitas kinerja karyawan BPJS Ketenagakerjaan cabang Surabaya Darmo dalam melayani peserta. Agar lebih baik lagi ditahun 2017 mendatang," tutur Dani.

Sementara hingga November 2016, sebanyak 600 proyek dengan 15 ribu tenaga kerja sudah bergabung di BPJS Ketenagakerjaan cabang Surabaya Darmo. Untuk santunan yang sudah diserahkan mencapai Rp 551 juta untuk 23 kasus. (haria)

Teks Foto : Seluruh peserta program Jakon dan karyawan BPJS Ketenagakerjaan cabang Surabaya Darmo saat foto bersama diakhir acara Customer Gathering.

Post a Comment