Skip to main content

Komisi B Apresiasi Langkah Pemkot, Inventarisir Seluruh Aset RPH

SURABAYA (Mediabidik) - Komisi B DPRD Surabaya mendesak pihak managemen Rumah Potong Hewan (RPH) untuk segera menginventarisir seluruh aset milik RPH. Desakan tersebut dilakukan setelah adanya temuan dua aset milik RPH yang ada di Tandes (Abah Tohir) dan Koperasi Inkut (Rungkut) oleh bagian ekonomi pemkot Surabaya.

Anas Karno Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya mengatakan, di RPH ada aset yang telah ditemukan dan kita berterima kasih pada bagian ekonomi. Bahwa telah menemukan aset RPH itu, Abah Tohir (Tandes) aset punya RPH, termasuk yang di Rungkut juga (Koperasi Inkut).

"Dan kita ngak usah marah marah kepada RPH, malah kita berterima kasih karena menemukan asetnya. Artinya ditemukan sekarang, kita berterima kasih dan itu harus dinilai dengan baik, "ucap Anas Karno kepada media ini, Jumat (29/11/2019).

Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya ini menambahkan, pihak RPH harus mencatat semua aset aset tersebut agar bisa bermanfaat, " Harus menarik ulang semua aset dan secara hukum harus di selesaikan," imbuhnya.

Di waktu yang sama Ketua Komisi B DPRD Surabaya Lutfiyah menambahkan, semua itu berkat dorongan dari kita (Komisi B-red). Kita selalu mendorong dan memotivasi mereka agar menginventarisir seluruh aset aset mereka.

"Kita lakukan dengan cara persuasif agar mereka semangat menginventarisir seluruh asetnya, jangan dimarahi terus, "terang Lutfiyah.

Sementara, Hebi Kepala Bagian Ekonomi pemkot Surabaya saat dikonfirmasi mengatakan, jadi begini, bukan menemukan, aset RPH itu disewa sewakan. Terus kemudian kita menginventarisir yang disewakan mana lagi dan kapan habisnya. Dan ternyata ada aset di Jalan Sawah dekat Pergirian itu ternyata ngak jelas, itukan milik RPH. 

"Ternyata HGB nya mati dan sudah bertahun tahun, saya kwatir di hak,i orang lain kan repot. Saya dapat informasi kalau itu sudah disertifikatkan, dan informasinya seperti itu," terangnya Hebi.

Kabag Perekonomian ini menambahkan, kalau Abah Tohir itu yang di Tandes sana, Abah Tohir itu perusahaan, dimana kita mempunyai penyertaan modal 30 persen, kemudian di Inkut koperasi 50 persen dan 20 persen Darmajaya.

"Dan sekarang itu tidak jalan semua, kalau ngak jalan terus asetnya gimana. Dan itu masih kita kordinasikan dengan dinas tanah kelanjutannya gimana, "pungkasnya. (pan)

Foto : Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Dampak Cuaca Ekstrem, Dewan Desak Pemkot Monitoring Seluruh Papan Reklame

Mediabidik.com - Anggota Komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni meminta kepada tim reklame pemkot Surabaya, supaya melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keberadaan seluruh papan reklame di Surabaya. Monitoring dan evaluasi itu penting dilakukan untuk mengantisipasi papan reklame yang roboh akibat cuaca ekstrem. "Monitoring itu untuk mengetahui papan reklame yang tidak berijin atau masa berlaku ijinnya sudah habis" jelasnya disela acara pertemuan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Surabaya di gedung baru DPRD Surabaya, Selasa (07/01/2020). Thoni menegaskan Satpol PP harus tegas melakukan penertiban terhadap papan reklame yang ilegal itu. "Kami mendesak Satpol PP potong reklame ilegal. Kami banyak menerima informasi masyarakat akan keberadaan papan reklame yang tidak berijin" tegasnya. Pria yang juga menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar ini menekankan, kalau penertiban itu perlu dilakukan, pasca peristiwa pohon tumbang yang mengakibatkan 2 korban meni...