Skip to main content

FPKB Anggap Kejari Biak Tak Adil

JAYAPURA-Forum Peduki Kawasaki Byak (FPKB) anggap Kejaksaan Republik Indonesia (Kejari) Kabupaten Biak tidak menegakkan hukum secara adil.

Hal itu disampaikan John Mandibo selaku Ketua FPKB, kepada wartawan saat menggelar jumpa Pers di halaman kantor Distrik Abepura, Jayapura pada rabu (27/5/2014).

"Ada beberapa indikasi temuan kasus korupsi di Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori, namun menurut kami tidak ada klarifikasi atas segala permasalah tersebut. Kami menduga ada penyelewengan sehingga Kejari Biak tidak bisa menegakkan hukum yang adil," ungkap John.

Tambahnya lagi ada beberapa kasus yang menurut FPKB bermasalah, yakni kasus pengadaan 100 unit speed boat, kasus pembangunan Kantor Perwakilan Bupati Supiori di Jayapura senilai 2 milyar, kasus pembangunan bengkel umum Pemda Supiori yang hingga saat ini tidak difungsikan, dan kasus penggunaan dana Jamkesmas 2012 serta kasus Dana bantuan dari Kementrian Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal di Distrik Warsa.

Untuk itu pihaknya akan melakukan demo ke Kejatu Papua di Jayapura pada tanggal 3 Juni 2014.

"Kami akan demo ke Kejati guna menyampaikan aspirasi terkait permasalahan ini. Kami berharap Kejati memanggil dan memeriksa Kajari Biak, karena sudah tebang pilih dalam menangani setiap kasus," ungkap John.

Foto : ILS pengadilan
Reporter : Edy, Suriadi

Comments

Popular posts from this blog

Dalih Partisipasi Masyarakat, SMAN 8 Surabaya Wajibkan Siswa Bayar Uang Iuran Rp 1,5 Juta

Mediabidik.com - Berdalih iuran partisipasi masyarakat (PM), SMAN 8 Surabaya wajibkan siswa bayar uang iuran pembangunan sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Jika tidak membayar siswa tidak dapat ikut ujian. Hal itu diungkapkan Mujib paman dari Farida Diah Anggraeni siswa kelas X IPS 3 SMAN 8 Jalan Iskandar Muda Surabaya mengatakan, ada ponakan sekolah di SMAN 8 Surabaya diminta bayar uang perbaikan sekolah Rp.1,5 juta. "Kalau gak bayar, tidak dapat ikut ulangan," ujar Mujib, kepada BIDIK. Jumat (3/1/2020). Mujib menambahkan, akhirnya terpaksa ortu nya pinjam uang tetangga 500 ribu, agar anaknya bisa ikut ujian. "Kasihan dia sudah tidak punya ayah, ibunya saudara saya, kerja sebagai pembantu rumah tangga. Tolong dibantu mas, agar uang bisa kembali,"ungkapnya. Perihal adanya penarikan uang iuran untuk pembangunan gedung sekolah, dibenarkan oleh Atika Fadhilah siswa kelas XI saat diwawancarai. "Benar, bilangnya wajib Rp 1,5 juta dan waktu terakh...

Komisi B Minta Pemprov serius sosialisasi dana pinjaman untuk pelaku UMKM

SURABAYA ( Media Bidik) - Jatim sangat apresiasi terhadap Pemprov yang mempunyai program membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim dengan menggelontorkan dana sebesar 400 Miliar di Bank UMKM guna memberikan bantuan kredit lunak kepada para pelaku UMKM di Jatim. Namun Chusainuddin,S.Sos Anggota Komisi B yang menangani tentang Perekonomian menilai Pemerintah provinsi masih kurang serius memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutrama pelaku UMKM yang sebenarnya ada dana pinjaman lunak untuk mereka. " Ketika saya menjalankan Reses di Blitar,Kediri dan Tulungagung , banyak masyarakat sana tak mengetahui ada dana pinjaman lunak di Bank UMKM untuk para pelaku UMKM, karena sebenarnya jika Pemprov serius memberikan sosialisasi sampai ke tingkat desa,maka saya yakin masyarakat sangat senang sekali," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Udin tersebut. Apalagi menyambut MEA, seharusnya pelaku UMKM sudah mengerti kalau ada dana pinjaman unt...

Komisi B Dorong Pemkot Naikan APBD Surabaya Rp10 T

SURABAYA (Mediabidik) – Komisi B mendorong pemerintah kota (Pemkot) Surabaya untuk menaikan APBD 2019 naik menjadi Rp10 triliun. "Kemarin dari Rp9.9 triliun sekarang kita dorong menjadi Rp10 triliun," ujar Luthfiyah Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Rabu (02/10/2019) siang. APBD Rp10 triliun, Politisi Gerinda ini meminta Pemkot untuk mempersiapkan pembahasannya seperti apa untuk Rp10 triliun ini. "Akan kita tanyain mereka (pemkot) siap apa tidak, karena kita mendorong untuk kesana, insya allah kata mereka siap," paparnya. Untuk itu, pihaknya segera akan mengundang semua dinas - dinas terkait, untuk membahas APBD Rp10 triliun ini. "Untuk BUMD nya besok Senin kita diundang," pungkasnya. (pan) Foto : Ketua Komisi B DPRD Surabaya Lutfiyah